Sabtu, 17 Oktober 2026

Medan Terapkan PJJ hingga 21 Oktober, Apa yang Perlu Disiapkan Orang Tua?

Rizky Aisyah - Sabtu, 17 Oktober 2026 12:18 WIB
Medan Terapkan PJJ hingga 21 Oktober, Apa yang Perlu Disiapkan Orang Tua?
Mediacenter
Anak mengikuti pembelajaran jarak jauh dari rumah di tengah penerapan PJJ di Kota Medan pada 16–21 Oktober 2026 untuk mengantisipasi dampak kabut asap. Orang tua diminta mendampingi kegiatan belajar dan membatasi aktivitas anak di luar ruangan.

Topikseru.com – Pemerintah Kota Medan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta, mulai 16 hingga 21 Oktober 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Utara.

Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, kebijakan tersebut diterapkan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, serta tenaga kependidikan dari risiko penurunan kualitas udara.

Selama periode PJJ, siswa mengikuti kegiatan belajar dari rumah melalui platform digital atau media komunikasi yang ditentukan sekolah. Orang tua juga diminta memastikan anak tetap berada di rumah selama jam belajar dan membatasi aktivitas di luar ruangan.

Baca Juga:

Bagi orang tua, perubahan pola belajar ini tentu membutuhkan persiapan. Selain memastikan anak tetap mengikuti pelajaran, keluarga perlu mengatur jadwal harian, menyiapkan perlengkapan belajar, dan menjaga kondisi rumah agar nyaman selama kabut asap masih menjadi perhatian.

1. Pastikan jadwal dan informasi dari sekolah

Langkah pertama adalah memeriksa informasi resmi dari wali kelas atau pihak sekolah. Pastikan orang tua mengetahui jadwal pelajaran, cara guru menyampaikan materi, metode pengumpulan tugas, serta ketentuan kehadiran selama PJJ.

Setiap sekolah dapat menggunakan media komunikasi yang berbeda, sehingga orang tua sebaiknya tidak hanya mengandalkan informasi dari grup percakapan orang tua murid.

Simpan jadwal pelajaran dan tenggat tugas di tempat yang mudah dilihat anak. Jika ada informasi yang belum jelas, tanyakan langsung kepada wali kelas agar anak tidak tertinggal materi.

2. Siapkan perangkat dan koneksi internet

Pembelajaran jarak jauh membutuhkan perangkat yang sesuai dengan metode belajar dari sekolah. Perangkat tersebut bisa berupa telepon seluler, tablet, atau komputer.

Sebelum kelas dimulai, pastikan perangkat memiliki daya baterai yang cukup, aplikasi pembelajaran dapat digunakan, dan koneksi internet memadai.

Jika anak harus berbagi perangkat dengan anggota keluarga lain, buat jadwal pemakaian agar kegiatan belajar tidak terganggu. Orang tua juga dapat mengunduh materi lebih awal apabila sekolah menyediakan pilihan tersebut.

3. Buat jadwal belajar yang teratur

Belajar dari rumah bukan berarti anak harus terus-menerus menatap layar. Orang tua dapat membantu menyusun jadwal yang menyesuaikan jam pelajaran dari sekolah, waktu makan, istirahat, dan aktivitas fisik ringan di dalam rumah.

Berikan jeda di antara sesi belajar, terutama bagi anak yang masih kecil. Untuk anak usia PAUD dan TK, kegiatan belajar sebaiknya diselingi aktivitas bermain yang sesuai usia agar mereka tidak cepat bosan.

Hindari memaksa anak duduk terlalu lama atau menyelesaikan tugas sekaligus. Ikuti arahan guru dan komunikasikan kesulitan yang dihadapi anak selama pembelajaran.

4. Siapkan sudut belajar yang nyaman

Tidak harus memiliki ruang belajar khusus. Sebuah sudut rumah yang cukup terang, rapi, dan relatif tenang sudah dapat membantu anak berkonsentrasi.

Letakkan buku, alat tulis, botol minum, serta perangkat belajar di tempat yang mudah dijangkau. Untuk anak yang lebih kecil, orang tua dapat mendampingi ketika mereka mengikuti instruksi guru atau menggunakan perangkat digital.

Usahakan area belajar tidak terlalu dekat dengan televisi atau sumber gangguan lainnya. Pastikan pula posisi duduk dan tinggi meja sesuai dengan ukuran tubuh anak.

5. Jaga kualitas udara di dalam rumah

PJJ akibat kabut asap bukan hanya perubahan metode belajar, tetapi juga pengingat agar keluarga mengurangi paparan polusi udara.

Ketika udara di luar sedang tercemar, tutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya asap. Jika memungkinkan, gunakan pembersih udara dengan filter HEPA sesuai petunjuk penggunaan.

Hindari merokok di dalam rumah, membakar sampah, menyalakan dupa, atau melakukan kegiatan lain yang menambah polusi udara di dalam ruangan.

Jika udara di dalam rumah terasa pengap, perhatikan kondisi kualitas udara sebelum membuka jendela untuk ventilasi. Pilih waktu ketika udara luar membaik jika informasi kualitas udara setempat tersedia.

6. Batasi aktivitas di luar ruangan

Selama PJJ berlangsung, orang tua perlu mengikuti imbauan agar anak tetap berada di rumah selama jam belajar dan mengurangi kegiatan di luar ruangan.

Tunda kegiatan bermain di lapangan, bersepeda di jalan, atau aktivitas olahraga di luar rumah ketika kabut asap masih pekat. Kegiatan fisik dapat dialihkan ke dalam rumah, misalnya bermain gerak, menari, atau melakukan peregangan ringan.

Jika anak harus keluar rumah, periksa informasi kualitas udara terbaru. Masker respirator yang pas, seperti N95, dapat membantu mengurangi paparan partikel halus, tetapi tidak menghilangkan seluruh risiko polusi. Masker harus sesuai ukuran dan tidak menggantikan upaya mengurangi aktivitas di luar ruangan.

7. Perhatikan gejala gangguan pernapasan

Paparan asap dapat menimbulkan keluhan seperti batuk, iritasi mata, tenggorokan terasa gatal, hidung berair, atau sesak napas. Anak yang memiliki asma atau penyakit pernapasan lain perlu mendapat perhatian khusus.

Jika anak mengalami keluhan, hentikan aktivitas yang berpotensi meningkatkan paparan asap dan pindahkan ke tempat dengan udara yang lebih bersih.

Segera cari pertolongan medis jika anak mengalami sesak napas berat, napas sangat cepat atau sulit, bibir tampak kebiruan, nyeri dada, atau penurunan kesadaran. Jangan menunggu jadwal pemeriksaan rutin apabila muncul tanda bahaya.

8. Jaga komunikasi dengan guru dan kondisi emosional anak

Perubahan rutinitas dapat membuat anak bosan, mudah marah, atau kesulitan berkonsentrasi. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya memantau hasil tugas, tetapi juga memperhatikan perasaan anak selama belajar dari rumah.

Beri kesempatan anak beristirahat dan berbicara tentang kesulitannya. Untuk anak usia dini, gunakan instruksi sederhana dan kegiatan belajar singkat yang sesuai dengan tahap perkembangannya.

Jika tugas terasa terlalu berat atau anak mengalami kendala mengikuti kelas, sampaikan kepada guru. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan juga mengingatkan agar materi pembelajaran tetap diberikan secara proporsional dan tidak membebani peserta didik.

Sampai kapan PJJ berlangsung di Medan?

Berdasarkan pengumuman Pemerintah Kota Medan pada 16 Oktober 2026, PJJ diberlakukan mulai Jumat, 16 Oktober hingga Rabu, 21 Oktober 2026 untuk jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP negeri maupun swasta.

Pelaksanaannya akan dievaluasi dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara dan arahan pihak berwenang. Informasi mengenai kemungkinan perpanjangan PJJ atau kembalinya pembelajaran tatap muka akan disampaikan kemudian.

Orang tua disarankan mengikuti pengumuman resmi sekolah dan pemerintah daerah untuk memastikan jadwal terbaru.

Dengan persiapan yang tepat, orang tua dapat membantu anak tetap mengikuti pembelajaran sekaligus mengurangi paparan kabut asap. Selama kondisi udara belum membaik, kesehatan anak perlu menjadi perhatian utama tanpa mengabaikan kebutuhan belajar dan istirahatnya.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Pesan Berisi Link Hadiah Beredar Lagi? Kenali Ciri-Ciri Penipuan Online
Rumah Ikut Dipenuhi Asap? Ini Cara Mengurangi Polusi Udara di Dalam Ruangan
Susu Bisa Menetralkan Racun Kabut Asap? Ini Penjelasan Medisnya
9 Cara Menjaga Kesehatan saat Kabut Asap Menyelimuti Permukiman
Waspada! Ini 8 Gejala Tubuh Terpapar Kabut Asap yang Tak Boleh Diabaikan
8 Penyakit Akibat Kabut Asap Karhutla yang Perlu Diwaspadai, dari ISPA hingga Gangguan Jantung