Kamis, 24 September 2026

Gibran Jenguk Korban Luka Bentrok di RSCM dan RS Pelni, Kasus Rantis Brimob Terus Bergulir

Muchlis - Sabtu, 30 Agustus 2025 12:15 WIB
Gibran Jenguk Korban Luka Bentrok di RSCM dan RS Pelni, Kasus Rantis Brimob Terus Bergulir
Gibran
Topikseru.com - Di tengah meningkatnya tensi politik dan gelombang demonstrasi pasca tewasnya pengendara ojek daring Affan Kurniawan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyempatkan diri menjenguk sejumlah korban luka bentrok massa dan polisi di RSCM dan RS Pelni Jakarta, Jumat (29/8) malam. Melansir Antara, Gibran tampak berbincang dengan pasien dan keluarga korban. Di RS Pelni, ia mendatangi Moh. Umar Amirudin, pengemudi ojek daring yang sebelumnya dikabarkan meninggal dunia, namun ternyata masih selamat dan tengah dirawat dalam kondisi sadar. "Istirahat yang cukup, tiga hari pulang," kata Gibran sembari menyalami Umar dan keluarganya. Umar, yang terpaksa melewati jalur rawan karena banyak akses jalan ditutup saat unjuk rasa, mengangguk menerima pesan itu. Wapres juga menyapa korban lain yang mengalami luka di kepala akibat bentrokan. Kepada Gibran, pria itu mengaku menjadi korban saat perjalanan pulang dari kantor. "Tidur saja, tidur," ujar Gibran menenangkan pasien yang mengaku masih merasakan pusing.

Jejak Tragedi Rantis Brimob

Kunjungan Gibran ini tak lepas dari eskalasi unjuk rasa yang berakhir ricuh di sekitar Gedung DPR/MPR, Kamis (28/8) malam. Dalam kericuhan itu, kendaraan Rantis Brimob melindas Affan Kurniawan (21) hingga tewas. Affan, seperti Umar, adalah pengendara ojek daring yang sedang bekerja ketika bentrokan terjadi. Kasus ini langsung memantik gelombang demonstrasi lanjutan di berbagai kota. Beberapa jam setelah Affan dinyatakan meninggal di RSCM, tujuh anggota Brimob yang berada di dalam Barracuda tersebut ditangkap dan ditahan. Mereka kini ditetapkan sebagai tersangka dan telah diperiksa intensif oleh Divisi Propam Mabes Polri. Langkah Gibran menjenguk korban luka dinilai sebagai upaya meredam gejolak publik. Namun, di tengah krisis sosial yang masih panas, tekanan politik terhadap pemerintah tetap membesar. Publik kini menunggu langkah tegas pemerintah dan kepolisian dalam menuntaskan tragedi yang sudah menelan korban jiwa itu.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Unjuk Rasa Medan 2025: Godams Tuntut DPR dan Presiden Terbitkan Perppu Ojek Online
Ada Desakan Ganti Kapolri, Pengamat IPI Minta Presiden Prabowo Perbaiki Polri
Korban Unjuk Rasa Ricuh Terima Santunan Rp 15 Juta, Mensos Gus Ipul: Langsung Diserahkan
DPR Respons Tuntutan 17+8 Rakyat: Dari Kasus Affan Kurniawan Hingga RUU Perampasan Aset
Mahasiswa USU Geruduk Markas Polda Sumut: Bentangkan Spanduk
Kasus Rantis Brimob Tabrak Ojol: Komandan Batalyon hingga Sopir Terancam PTDH