Nanik mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil karena alasan kesehatan. Ia akan menjalani pengobatan jantung di luar negeri setelah menjabat sebagai Kepala BGN sejak 8 Juni 2026, atau sekitar satu setengah bulan.
Melalui akun media sosial pribadinya, Nanik menyampaikan bahwa dirinya telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjalani pengobatan. Presiden disebut telah menyetujui pengunduran dirinya, dan pada hari yang sama Nanik langsung bertolak ke luar negeri.
Meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo, khususnya dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Nanik mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo tetap memintanya untuk mengawasi pelaksanaan program tersebut. Bahkan, menurutnya, pemerintah sedang mempertimbangkan pembentukan Dewan Pengawas Badan Gizi Nasional, dan dirinya berpeluang dipercaya sebagai ketuanya.
Sambil berkelakar, Nanik mengatakan dirinya siap apabila ditunjuk menjadi Ketua Dewan Pengawas BGN karena jabatan tersebut tidak berkaitan dengan pengelolaan anggaran. Ia mengaku pengalaman mengurus anggaran membuatnya mengalami "trauma".
Hingga berita ini ditulis, pemerintah belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pengunduran diri Nanik S Deyang maupun sosok yang akan ditunjuk sebagai penggantinya di kursi Kepala Badan Gizi Nasional