Rabu, 23 September 2026

Tangis Haru Ibu Antar Anak Masuk Sekolah Rakyat, Harapan Baru Keluarga Kurang Mampu

Muchlis - Minggu, 09 Agustus 2026 15:49 WIB
Tangis Haru Ibu Antar Anak Masuk Sekolah Rakyat, Harapan Baru Keluarga Kurang Mampu
Sekolah Rakyat
Topikseru.com, Tangerang - Suasana haru menyelimuti ruang makan Gedung Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Banten, saat persiapan seremoni Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 (SRT) Kabupaten Tangerang, Sabtu (8/8/2026). Di tengah suasana penuh tawa dan kebahagiaan, seorang ibu bernama Siti Yuliana tak kuasa menahan air mata. Warga kawasan pesisir Jakarta Utara itu mengenang perjuangannya memastikan sang anak tetap memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan yang layak. Di hadapan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, serta Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Siti menceritakan kondisi ekonomi keluarganya. Suaminya hanya bekerja sebagai buruh harian lepas. Kondisi tersebut sempat membuat masa depan pendidikan putrinya, Putri Nurdiyanah, berada dalam ketidakpastian. Namun, Siti akhirnya mengambil keputusan yang tidak mudah. Ia mengizinkan putrinya tinggal di asrama Sekolah Rakyat agar dapat mengikuti pendidikan sekaligus memperoleh pendampingan secara lebih intensif. "Saya ridho anak saya diasramakan dengan bimbingan guru dan wali asrama," ujar Siti.

Sekolah Rakyat Bukan Sekadar Sekolah Gratis

Bagi keluarga seperti Siti, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat untuk memperoleh pendidikan tanpa biaya. Program yang digagas pemerintah ini menggunakan konsep sekolah berasrama atau boarding school, sehingga siswa mendapatkan pendampingan sepanjang hari. Selain mengikuti pembelajaran akademik, para siswa mendapatkan pembinaan karakter, etika, kedisiplinan, serta kebiasaan hidup positif melalui pendampingan guru dan wali asrama. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan khusus bagi keluarga dengan kondisi ekonomi paling rentan. "Sekolah Rakyat adalah gagasan langsung dari Presiden Prabowo yang untuk pertama kalinya diselenggarakan sejak Indonesia merdeka," kata Gus Ipul. Menurut dia, program tersebut dirancang untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi kelompok masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya merasakan manfaat pembangunan. Dengan model tersebut, pemerintah berharap pendidikan tidak lagi menjadi sesuatu yang sulit dijangkau hanya karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Kemampuan Siswa Mulai Menunjukkan Perubahan

Perubahan kemampuan siswa menjadi salah satu gambaran dari proses pendidikan yang dijalankan di Sekolah Rakyat. Salah satunya ditunjukkan oleh Misfan Nazriel Faturrahman, siswa asal Kabupaten Bekasi. Ketika pertama kali masuk, Misfan disebut masih mengalami keterbatasan dalam kemampuan membaca. Namun, proses pembelajaran dan pendampingan yang dijalaninya membuat kepercayaan dirinya berkembang. Ia bahkan mampu tampil sebagai master of ceremony (MC) dengan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Perubahan tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana pendidikan tidak hanya diarahkan untuk mengejar kemampuan akademik, tetapi juga membangun keberanian, komunikasi, dan karakter siswa. Bagi pemerintah, capaian semacam ini menjadi bagian penting dari tujuan Sekolah Rakyat untuk memberikan kesempatan kedua bagi anak-anak dari keluarga miskin agar dapat berkembang secara optimal.

Pemerintah Bangun Sekolah Rakyat Secara Gotong Royong

Pengembangan Sekolah Rakyat dilakukan melalui skema kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pemerintah daerah, mulai dari gubernur, bupati, hingga wali kota, berperan dalam menyediakan lahan. Sementara pembangunan gedung sekolah permanen dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Pada tahap awal, pemerintah menargetkan pembangunan 100 titik Sekolah Rakyat permanen yang diharapkan selesai pada 2026. Program tersebut kemudian akan diperluas. Mulai Oktober 2026, pemerintah menargetkan tambahan 100 titik sekolah permanen. Setiap lokasi Sekolah Rakyat permanen dirancang memiliki kapasitas hingga 2.000 siswa, mulai jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA). Jika target tersebut terealisasi, kapasitas pendidikan yang disiapkan melalui program ini akan semakin besar dan menjangkau lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu.

Banten Berharap Sekolah Rakyat Putus Rantai Kemiskinan

Gubernur Banten Andra Soni turut memberikan apresiasi terhadap keberadaan Sekolah Rakyat. Menurutnya, program tersebut memiliki relevansi kuat dengan kondisi Banten yang masih menghadapi persoalan anak putus sekolah. Pendidikan dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Dengan memberikan akses pendidikan sekaligus kebutuhan pendukung seperti tempat tinggal dan pendampingan, Sekolah Rakyat diharapkan dapat membantu keluarga yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi. Bagi orang tua seperti Siti Yuliana, keputusan melepas anak tinggal di asrama memang bukan perkara sederhana. Namun di balik air mata dan rasa berat tersebut terdapat harapan agar sang anak memperoleh masa depan yang lebih baik. Sekolah Rakyat pun diharapkan tidak berhenti sebagai program bantuan pendidikan, tetapi menjadi pintu bagi anak-anak dari keluarga paling rentan untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengejar cita-cita.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Bahlil Siap Jalankan Arahan Prabowo soal Bensin dari Batu Bara
Dudung Cek Langsung Sekolah Rakyat Sergai, 300 Siswa Jadi Perhatian Pemerintah Pusat
Prabowo Sentil Kawan Musiman dan Tegaskan Arti Kesetiaan di HUT ke-28 PAN
Prabowo Perintahkan Kapolri
Komitmen Pemberantasan Korupsi: Prabowo Tak Lindungi Orang Dekat, Singgung BGN dan Hotel Sultan
Kisah Kevin Vincent, Mahasiswa ITB Berusia 14 Tahun: Pernah Gagal SNBP hingga Lolos FTTM lewat SNBT