Topikseru.com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan refleksi mendalam mengenai dinamika persahabatan politik serta prinsip loyalitas dalam panggung kepemimpinan nasional. Di hadapan ratusan kader dalam peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat, 18 September 2026, Prabowo secara lugas menguraikan perbedaan antara sekutu musiman dan kawan sejati.
Dia menyoroti kecenderungan figur-figur politik yang hanya mendekat saat iklim politik menyenangkan atau ketika seseorang berada di puncak kekuasaan.
"Saudara-saudara, kawan itu ada berbagai golongan. Kawan ada berbagai klasifikasi. Ada kawan di waktu gembira," ujar Prabowo dalam pidatonya.
Filosofi "Kawan di Waktu Susah" dan Jejak Koalisi PAN
Prabowo menegaskan bahwa ujian sesungguhnya dari sebuah relasi politik bukanlah saat merayakan kemenangan, melainkan saat berada dalam masa-masa paling sulit.
Dalam Prabowo pidato HUT PAN kesetiaan, ia mengapresiasi konsistensi PAN yang dinilainya teruji mendampingi perjuangan politiknya dari waktu ke waktu.
Meskipun harus melewati dinamika pasang surut serta beberapa kali kekalahan dalam kontestasi pemilihan presiden sebelumnya, ikatan kerja sama antara dirinya dan PAN tetap bertahan atas dasar kesamaan garis perjuangan.
Prabowo menilai keberadaan mitra politik yang bertahan di kala sulit merupakan aset yang sangat berharga. Nilai-nilai perjuangan tersebut, menurut dia, tidak dapat dibangun secara instan, melainkan menuntut keberanian, ketabahan, serta keteguhan sikap untuk terus dipertahankan.
Resapi Doktrin Militer untuk Kesetiaan pada Rakyat
Sebagai mantan perwira tinggi militer, Prabowo kembali mengutip prinsip keprajuritan yang diterimanya dari para senior saat bertugas di TNI. Prinsip tersebut dijadikan pondasi moral dalam menjalankan amanat kepemimpinan negara.
"Disiplin adalah napasku. Kesetiaan adalah jiwaku. Kehormatan adalah segala-galanya," tutur Prabowo menyitir doktrin keprajuritan tersebut.
Kendati demikian, ia mengingatkan seluruh elemen partai politik bahwa loyalitas terhadap kelompok atau figur harus bertekuk lutut di bawah kepentingan nasional yang lebih tinggi.
Muara utama dari seluruh loyalitas politik PAN Prabowo maupun partai-partai koalisi harus berorientasi penuh kepada kesejahteraan masyarakat.
"Kesetiaan yang pertama adalah kesetiaan kepada bangsa, negara, dan rakyat kita. Kesetiaan itu mudah diucapkan, sulit dijalankan," kata Prabowo menegaskan komitmennya.
Berita Terkait