Jumat, 25 September 2026

TNI Turunkan 1.892 Personel Tangani Dampak Gempa M7,7 di NTT

ari tanjung - Minggu, 16 Agustus 2026 18:25 WIB
TNI Turunkan 1.892 Personel Tangani Dampak Gempa M7,7 di NTT
TNI mengerahkan 1.892 personel untuk membantu penanganan dan evakuasi korban gempa M7,7 di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Topikseru.com, Jakarta – Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan 1.892 personel untuk mendukung penanganan bencana setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ribuan personel tersebut disiapkan untuk membantu evakuasi warga, pencarian korban, penanganan kondisi darurat, hingga memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak gempa.

Kekuatan personel berasal dari jajaran Kodam IX/Udayana dan Kodaeral VII Kupang. Mereka ditempatkan di sejumlah daerah di Pulau Flores yang terdampak gempa.

Baca Juga:

Selain mengerahkan personel, TNI menyiapkan dukungan alat utama sistem senjata (alutsista), termasuk pesawat Hercules dan kapal perang Republik Indonesia (KRI). Pengoperasian sarana tersebut akan menyesuaikan kebutuhan serta perkembangan situasi di lokasi bencana.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan, dukungan personel dan alutsista ditujukan untuk mempercepat penanganan bencana serta membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“TNI mengerahkan Hercules dan KRI untuk membantu penanganan bencana serta mendukung kebutuhan masyarakat terdampak,” ujar Muhammad Nas dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2026).

Personel TNI Dikerahkan ke Sejumlah Wilayah

Sejumlah satuan TNI telah mengirimkan personel ke daerah yang membutuhkan penanganan pascagempa. Di antaranya Kodim 1603/Sikka, Kodim 1612/Manggarai, Kodim 1602/Ende, serta Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere.

Personel yang berada di lokasi turut membantu proses evakuasi warga dan pencarian korban. Mereka juga berkoordinasi dengan berbagai unsur yang terlibat dalam operasi penanganan bencana.

Koordinasi dilakukan bersama pemerintah daerah, Polri, BNPB, BPBD, Basarnas, serta instansi terkait lainnya. Sinergi tersebut diperlukan untuk menentukan kebutuhan personel, peralatan, maupun distribusi bantuan di setiap wilayah terdampak.

Korban Meninggal Mencapai 51 Orang

Sementara itu, jumlah korban gempa masih mengalami pembaruan seiring berlangsungnya pencarian dan evakuasi.

Basarnas mencatat 51 orang meninggal dunia hingga Minggu (16/8/2026) pukul 09.00 WITA. Sebanyak 64 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, tambahan korban ditemukan di dua wilayah. Tiga korban dievakuasi dari Kabupaten Manggarai Timur, sedangkan satu korban lainnya ditemukan di wilayah Manggarai atau Reo.

Dengan tambahan tersebut, total korban meninggal dunia yang tercatat mencapai 51 orang, meningkat dari laporan sebelumnya sebanyak 48 orang.

Data tersebut masih dapat berubah karena proses pencarian, evakuasi, identifikasi, serta verifikasi korban masih berlangsung di sejumlah lokasi terdampak.

Akses Jalan dan Infrastruktur Masih Terganggu

Operasi pencarian dan evakuasi masih menghadapi sejumlah kendala, terutama akibat kerusakan infrastruktur setelah gempa.

Beberapa ruas jalan dilaporkan tertutup material longsor. Gangguan jaringan listrik dan komunikasi juga terjadi di sejumlah daerah, termasuk Manggarai Timur dan Nagekeo.

Kondisi tersebut membuat sebagian lokasi terdampak sulit dijangkau sehingga membutuhkan dukungan personel dan peralatan tambahan.

Di sisi lain, sejumlah akses darat yang sebelumnya terputus mulai kembali dapat dilewati. Kondisi itu memungkinkan Tim SAR Gabungan memperluas wilayah pencarian ke lokasi yang sebelumnya sulit dijangkau.

Memasuki hari kedua operasi, pencarian antara lain difokuskan di kawasan Mbay, Kabupaten Nagekeo, serta Reo, Kabupaten Manggarai.

Tim gabungan masih melakukan penyisiran, evakuasi warga, pencarian korban, dan pendataan kerusakan. Pembaruan mengenai jumlah korban maupun dampak kerusakan masih dimungkinkan karena proses verifikasi di lapangan terus berjalan. (*)

Sumber
:
Berita Terkait
20.000 Peserta IKuti Fun Run 5K HUT TNI
Tiba di Priok, Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Bakal Berganti Nama KRI Sriwijaya
Sisir Selat Sunda, TNI AL Kerahkan 3 Kapal Perang Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau
Presiden Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Erupsi Anak Krakatau, Gempa NTT, dan Karhutla
Profil Jenderal Besar AH Nasution, Arsitek Strategi Militer dan Pahlawan Nasional
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak Minta Maaf Jembatan Garuda Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan