Rabu, 23 September 2026

Pemerintah Siapkan Beasiswa untuk Ribuan Mahasiswa Korban Bencana NTT

Muchlis - Jumat, 28 Agustus 2026 22:56 WIB
Pemerintah Siapkan Beasiswa untuk Ribuan Mahasiswa Korban Bencana NTT
Mendiktisaintek menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa terdampak bencana di NTT
Topikseru.com, Jakarta - Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi ribuan mahasiswa yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut untuk sementara diberikan selama satu semester guna meringankan beban mahasiswa yang terdampak, termasuk dalam memenuhi kewajiban biaya pendidikan. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan pemerintah masih melakukan pendataan terhadap mahasiswa yang terdampak bencana bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) dan pimpinan perguruan tinggi di wilayah terdampak. Dari pendataan awal, terdapat sekitar 4.000 hingga 5.000 mahasiswa yang masuk dalam daftar terdampak. "Kita akan memberikan beasiswa untuk kali pertama ini kita berikan satu semester untuk mengurangi beban mereka. Jadi tahap pertama, kemarin data sudah ada sekitar 4.000-5.000 yang terdampak, itu akan kita berikan beasiswa," kata Brian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Jumlah Penerima Beasiswa Masih Bisa Bertambah

Pemerintah belum menetapkan angka final penerima beasiswa mahasiswa terdampak bencana NTT. Sebab, proses verifikasi dan pendataan masih berjalan. Jumlah mahasiswa yang mendapatkan bantuan berpotensi bertambah apabila ditemukan mahasiswa lain yang mengalami dampak bencana. Skema awal bantuan diberikan untuk satu semester. Kebijakan ini diambil sebagai langkah cepat untuk membantu mahasiswa tetap melanjutkan pendidikan di tengah kondisi sulit akibat bencana. Brian mengatakan pemerintah nantinya akan mengevaluasi kondisi di lapangan. Jika dampak bencana masih berlangsung hingga periode berikutnya, bantuan pendidikan dapat diperpanjang. "Kita akan lihat pertama untuk satu semester dulu, nanti kalau memang dampaknya masih berkelanjutan kita akan tambah lagi di tahun depan di semester yang berbeda," ujarnya. Dengan skema tersebut, bantuan pendidikan tidak hanya ditujukan sebagai respons jangka pendek. Pemerintah membuka ruang untuk menyesuaikan bantuan berdasarkan perkembangan kondisi mahasiswa dan wilayah terdampak.

Kampus Rusak Juga Masuk Pendataan

Tak hanya mahasiswa, pemerintah juga mulai menghitung dampak bencana terhadap fasilitas perguruan tinggi di NTT. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tengah melakukan pendataan terhadap kerusakan fasilitas kampus yang berada di wilayah terdampak. Hasil pendataan tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan langkah pemulihan. Brian mengatakan pemerintah akan melihat kemungkinan melakukan penyesuaian atau mengalihkan anggaran serta program yang masih berjalan untuk membantu proses pembangunan dan perbaikan fasilitas perguruan tinggi yang mengalami kerusakan. Artinya, penanganan bencana di sektor pendidikan tidak hanya diarahkan untuk menjaga mahasiswa tetap berkuliah, tetapi juga memastikan infrastruktur kampus dapat kembali digunakan.

Mahasiswa Ikut Turun Tangani Dampak Bencana

Di tengah proses pemulihan, mahasiswa juga disiapkan untuk terlibat langsung dalam penanganan dampak bencana melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik. Program tersebut diarahkan agar mahasiswa tidak sekadar menjadi penerima bantuan, tetapi juga ikut membantu masyarakat di wilayah terdampak berdasarkan kebutuhan yang ditemukan di lapangan. Sejumlah organisasi mahasiswa dari perguruan tinggi di NTT telah mulai berkoordinasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari kampus di daerah lain. Beberapa perguruan tinggi yang disebut terlibat antara lain Universitas Kristen Indonesia Ruteng, Santo Paulus Ruteng, Universitas Nusa Cendana (Undana), Elbajo, Politeknik Bajo, hingga Universitas Mataram (Unram). Brian mengatakan mahasiswa dari kampus terdampak telah berdiskusi dengan organisasi mahasiswa di Jawa untuk memetakan kebutuhan masyarakat. "Teman-teman mahasiswa kita menyusun program untuk memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan yang riil yang diketahui oleh tadi yang mahasiswa sudah mendata kebutuhan-kebutuhan yang urgen dibantu di daerah NTT yang terdampak bencana," ujar Brian.

Bantuan Pendidikan Disesuaikan dengan Kebutuhan Lapangan

Pendekatan berbasis kebutuhan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menangani dampak bencana di sektor pendidikan. Data mengenai mahasiswa terdampak digunakan untuk menentukan penerima bantuan beasiswa, sementara data kerusakan kampus digunakan untuk menyusun kebutuhan pemulihan fasilitas pendidikan. Di sisi lain, mahasiswa melalui KKN tematik diarahkan membantu masyarakat berdasarkan persoalan yang benar-benar ditemukan di lokasi bencana. Pemerintah berharap kombinasi bantuan biaya pendidikan, pemulihan fasilitas kampus, serta keterlibatan mahasiswa dapat membantu proses pemulihan pendidikan di NTT setelah bencana. Untuk tahap awal, perhatian pemerintah difokuskan kepada ribuan mahasiswa yang terdampak agar kondisi bencana tidak membuat mereka kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Contoh Soal Beasiswa Al Azhar 2026 (30 Soal Lengkap + Pembahasan) untuk Latihan Tes
Tips Lolos Beasiswa Al Azhar 2026: Strategi Jitu Agar Diterima Kuliah Gratis ke Mesir
Beasiswa Al Azhar 2026 Dibuka! Kuliah Gratis ke Mesir, Ini Syarat, Jadwal, dan Cara Daftarnya
Ferry Irwandi Buka Beasiswa UKT 1 Semester untuk Mahasiswa, Pendaftaran Ditutup 7 Maret 2026
LPDP Buka Beasiswa 2026, Ada Skema Bundling dan Fokus STEM untuk Industri Prioritas
Kabar Gembira! Tahun 2026, 150 Ribu Guru Akan Dapat Beasiswa Kuliah dari Kemendikdasmen