Topikseru.com - Misteri identitas jenazah laki-laki yang ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, akhirnya terjawab. Hasil pemeriksaan DNA memastikan jenazah tersebut merupakan Sukarman atau Surakman (60), salah satu kru kapal cepat KM Arupadatu I yang sebelumnya hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Kepastian itu disampaikan Kapolda Banten Irjen Pol Hengki dalam konferensi pers pada Rabu. Identifikasi dilakukan oleh tim Disaster Victim Investigation (DVI) Pusdokkes Polri melalui pencocokan data antemortem dan postmortem keluarga korban.
Hengki mengatakan, hasil pemeriksaan genetik terhadap jenazah dengan kode PM/62/P.Enggano/01 menunjukkan kecocokan dengan Sukarman.
Baca Juga:
"Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman, ABK kapal yang merupakan ayah biologis dari Yayan (anak)," kata Hengki.
Baca Juga: Aksi Solidaritas Jurnalis Medan: Doa dan Nyala Lilin untuk 5 Wartawan Hilang di Selat Sunda
Penemuan jenazah tersebut menjadi titik penting dalam operasi pencarian delapan orang yang berada di KM Arupadatu I ketika kapal tersebut kehilangan kontak.
Kapal membawa lima jurnalis dan tiga kru kapal. Mereka sebelumnya berangkat dari Dermaga Pagedongan Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 7 September, sekitar pukul 14.00 WIB.
Rombongan tersebut diketahui hendak menjalankan tugas jurnalistik untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Operasi pencarian kemudian dilakukan secara intensif oleh tim gabungan selama beberapa hari.
Titik terang muncul pada hari kelima pencarian, Sabtu, 12 September, ketika aparat kepolisian di Bengkulu menemukan jenazah laki-laki tanpa identitas di kawasan perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan dan ditindaklanjuti untuk memastikan apakah jenazah berkaitan dengan delapan orang yang hilang kontak dari KM Arupadatu I.
Baca Juga: Pencarian Jurnalis Hilang Masuk Hari Ketiga, 300 Personel dan 11 Kapal Dikerahkan
Setelah jenazah ditemukan, proses identifikasi dilakukan secara bertahap. Dokkes Polda Banten berkoordinasi dengan kepolisian di Bengkulu untuk mengamankan dan mengevakuasi jenazah.
Jenazah kemudian dibawa menggunakan pesawat Cessna menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam proses identifikasi, tim DVI tidak hanya mengandalkan satu jenis data.
Data antemortem dari keluarga delapan korban yang hilang dikumpulkan dan kemudian dibandingkan dengan data postmortem jenazah.
"Bidang Dokkes Polda Banten kemudian mengirimkan data antemortem dan postmortem dari kedelapan keluarga korban hilang kontak. Tim DVI bersama Kasubbid Dokkes Polri melakukan pencocokan data primer yang meliputi sidik jari, gigi, hingga tes DNA," ujar Hengki.
Pencocokan DNA akhirnya memberikan kepastian bahwa jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano adalah Sukarman, kru KM Arupadatu I.
Baca Juga: Sisir Selat Sunda, TNI AL Kerahkan 3 Kapal Perang Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau
Setelah proses identifikasi dinyatakan selesai, jenazah Sukarman akan dipulangkan kepada keluarga.
Rencananya, jenazah diterbangkan dari Bengkulu menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Dari bandara, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di wilayah Pandeglang.
"Jenazah akan diberangkatkan besok dari Dokkes Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga," kata Hengki.
Identifikasi Sukarman menjadi perkembangan terbaru dalam pencarian kru dan jurnalis KM Arupadatu I yang hilang kontak setelah berangkat dari Carita untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Proses pencarian dan penanganan korban selanjutnya masih menjadi perhatian tim gabungan.