Topikseru.com - Operasi pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten, memasuki hari ketiga.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan operasi SAR akan dimaksimalkan selama tujuh hari sesuai pedoman pencarian dan pertolongan internasional.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan pengerahan personel dan armada terus diperkuat untuk memperbesar peluang menemukan rombongan tersebut.
"Kalau mengacu kepada IAMSAR guidelines, bahwa operasi ini akan dilaksanakan berturut-turut selama tujuh hari. Dan nanti pada saat hari ketujuh, kita akan lakukan rapat evaluasi yang melibatkan semuanya," ujar Syafii dalam konferensi pers di Pandeglang, Kamis (10/9/2026).
Area Pencarian Diperluas Jadi Enam Sektor
Salah satu perubahan penting dalam operasi hari ketiga adalah perluasan wilayah pencarian di laut.
Pada hari pertama, pencarian dilakukan dengan membagi wilayah operasi menjadi tiga sektor. Cakupan tersebut kemudian diperluas menjadi lima sektor pada hari kedua.
Memasuki hari ketiga, area pencarian kembali diperlebar menjadi enam sektor.
Perluasan sektor dilakukan untuk meningkatkan cakupan penyisiran di perairan Selat Sunda, mengingat rombongan jurnalis tersebut hingga kini belum ditemukan setelah kehilangan kontak.
Basarnas bersama unsur terkait terus menyesuaikan strategi pencarian berdasarkan perkembangan informasi dan kondisi di lapangan.
11 Kapal Dikerahkan
Untuk mendukung operasi SAR, sedikitnya 11 kapal utama dikerahkan dalam pencarian di perairan Selat Sunda.
Armada tersebut berasal dari berbagai unsur. Di antaranya kapal perang milik TNI Angkatan Laut, kapal Polairud Polri, kapal Basarnas, serta kapal pendukung dari potensi SAR lainnya.
Pengerahan banyak unsur tersebut menjadi bagian dari operasi gabungan yang dilakukan secara terkoordinasi.
Selain armada laut, ratusan personel juga disiagakan untuk mendukung pencarian baik dari posko maupun langsung di lapangan.
"Operasi terus kami laksanakan," kata Syafii.
Lebih dari 300 Personel Siaga
Skala operasi pencarian juga terlihat dari jumlah personel yang dilibatkan.
Basarnas mencatat terdapat lebih dari 300 personel inti yang disiagakan dalam operasi tersebut.
Mereka berasal dari berbagai unsur yang terlibat dalam pencarian dan pertolongan. Personel ditempatkan di posko maupun dikerahkan ke wilayah operasi sesuai kebutuhan.
Keterlibatan lintas instansi diharapkan membuat proses pencarian dapat berjalan lebih cepat sekaligus memperluas kemampuan tim dalam menyisir wilayah perairan.
Basarnas memastikan seluruh kekuatan gabungan dikerahkan secara masif dan terkoordinasi.
Basarnas Maksimalkan Operasi Selama 7 Hari
Basarnas menetapkan tujuh hari sebagai periode pelaksanaan operasi berdasarkan pedoman International Aeronautical and Maritime Search and Rescue (IAMSAR).
Selama periode tersebut, pencarian akan terus dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.
Pada hari ketujuh, Basarnas bersama seluruh unsur yang terlibat akan melakukan rapat evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya berdasarkan hasil operasi.
Artinya, operasi pencarian tidak berhenti pada hari ketiga. Tim SAR masih memiliki waktu untuk memperluas penyisiran dan memaksimalkan upaya menemukan rombongan jurnalis yang hilang kontak.
Pemerintah Berkomitmen Temukan dan Evakuasi
Mohammad Syafii menegaskan pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap operasi pencarian tersebut.
Pelaksanaan operasi SAR juga mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan.
Basarnas berharap proses pencarian dapat segera membuahkan hasil dan rombongan yang hilang kontak ditemukan dalam kondisi selamat.
"Kami sangat berharap segera menemukan dan bisa menolong dalam kondisi selamat. Pemerintah memberikan perhatian khusus untuk berupaya segera ditemukan dan bisa kami evakuasi," ujar Syafii.
Dengan perluasan area menjadi enam sektor, pengerahan 11 kapal serta lebih dari 300 personel, operasi SAR di Selat Sunda kini terus digenjot untuk menemukan keberadaan rombongan jurnalis tersebut.
Berita Terkait