Rabu, 23 September 2026

KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, 172 Orang Selamat dan 1 Meninggal

Muchlis - Kamis, 13 Agustus 2026 06:05 WIB
KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, 172 Orang Selamat dan 1 Meninggal
KMP Putri Yasmin
Topikseru.com, Mataram - Musibah kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menelan satu korban jiwa. Sementara itu, sebanyak 172 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh tim SAR gabungan. Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan proses pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan setelah kapal penumpang tersebut terbakar pada Rabu sekitar pukul 04.15 WITA. "Berdasarkan data sementara yang terkonfirmasi di Posko SAR hingga saat ini, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 173 orang. Dari jumlah tersebut, 172 orang dinyatakan selamat, sementara satu orang dilaporkan meninggal dunia," kata Hariyadi di Mataram, Rabu (12/8/2026).

Tim SAR Masih Sisir Lokasi Kejadian

Setelah menerima laporan kebakaran, tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk mengevakuasi penumpang dan awak kapal. Penyisiran di sekitar perairan Selat Lombok masih dilakukan untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal atau belum ditemukan. Hariyadi mengatakan seluruh unsur SAR saat ini masih berada dalam status siaga penuh. Prioritas utama adalah memastikan keselamatan penumpang dan kru serta memberikan penanganan medis kepada korban yang berhasil dievakuasi. "Fokus utama kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang dan kru kapal," ujarnya. Data jumlah korban juga masih bersifat sementara. Tim SAR akan memperbarui informasi setelah proses pencarian dan verifikasi di lapangan selesai dilakukan.

Kapal dan Helikopter Dikerahkan

Untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi, sejumlah sarana dikerahkan ke lokasi. Peralatan utama yang digunakan antara lain KN SAR 220 Mataram, KN SAR Arjuna, serta helikopter SGi Air Bali. Selain itu, operasi pencarian juga didukung KMP Portlink II, KAL Lembar, kapal yacht No Comment dan Still Here, Speedboat Polairud, Rigid Inflatable Boat (RIB), serta Rigid Buoyancy Boat (RBB). Penggunaan berbagai jenis armada tersebut disesuaikan dengan kondisi lokasi dan kebutuhan evakuasi di perairan.

Banyak Unsur Terlibat dalam Evakuasi

Operasi penyelamatan melibatkan personel dari berbagai instansi. Unsur yang turun antara lain Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar, SGi Air Bali bersama Finns Search and Rescue, TNI AL, Ditpolairud Polda NTB, Polres Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, serta awak KMP PortLink II dan KMP Parama Kalyani. Sejumlah awak kapal yacht, tenaga medis, masyarakat sekitar, dan instansi terkait juga ikut membantu proses penanganan korban. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memastikan proses evakuasi berlangsung cepat dan tidak ada korban yang terlewat.

Pencarian Korban Masih Berlangsung

Muhamad Hariyadi menegaskan tim SAR belum menghentikan operasi pencarian. Penyisiran dilakukan di sekitar lokasi kebakaran untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penumpang maupun awak kapal yang belum berhasil dievakuasi. Tim juga terus berkoordinasi dengan seluruh unsur yang berada di lapangan untuk mempercepat penanganan kondisi darurat. "Kami akan terus memperbarui data secara berkala seiring dengan perkembangan proses pencarian dan evakuasi di lapangan," katanya. Hingga informasi ini disampaikan, jumlah sementara korban yang telah terdata mencapai 173 orang, terdiri dari 172 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Proses pencarian dan penanganan korban masih menjadi prioritas tim SAR gabungan.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Penyelam Bongkar Kamar KM Virgo, Banyak Korban Masih Terjebak di Dalam Bangkai Kapal
Pencarian Jurnalis Hilang Masuk Hari Ketiga, 300 Personel dan 11 Kapal Dikerahkan
Polisi Gerebek Diduga Sarang Narkoba di Kandibata
26 Pendaki Gunung Bawakaraeng Dievakuasi, 14 Orang Sudah Ditangani Tim Medis
Indonesia Ekspor 1.000 Ton Beras ke Malaysia, Mentan: Bukti Swasembada Pangan Mulai Berbuah
5 Penumpang KMP Putri Yasmin Masih Hilang, Tim SAR Perluas Pencarian di Selat Lombok