Jumat, 25 September 2026

Gempa Flores: Apa Itu Flores Back Arc Thrust Pemicu Gempa M7 yang Guncang NTT?

Mhd Rabbani - Sabtu, 15 Agustus 2026 12:28 WIB
Gempa Flores: Apa Itu Flores Back Arc Thrust Pemicu Gempa M7 yang Guncang NTT?
Gempa Flores
Topikseru.com, Flores - Terkait gempa Flores magnitudo7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pagi, dipicu aktivitas Flores Back Arc Thrust atau Sesar Naik Flores. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wijayanto mengatakan gempa tersebut terjadi akibat aktivitas pada zona sesar naik busur belakang Flores. "Gempa ini adalah aktivitas akibat sesar naik busur belakang atau biasa kita sebut back arc thrust Flores. Potensinya 7,8 di sana. Hari ini rilis 7,7, ini mudah-mudahan tidak terjadi potensi yang maksimalnya," kata Wijayanto dalam konferensi pers peringatan dini tsunami dampak gempa bumi M 7,7 di NTT Lantas, apa sebenarnya Flores Back Arc Thrust dan mengapa sesar tersebut bisa memicu gempa? Flores Back Arc Thrust merupakan sesar naik atau patahan yang terbentuk di belakang busur vulkanik Flores. Sesar ini memanjang di dasar laut, dari utara Pulau Flores hingga Laut Utara Lombok. Sesar tersebut terbentuk akibat adanya tekanan atau kompresi pada kerak bumi di kawasan Flores dan sekitarnya. Tekanan itu membuat salah satu bagian kerak bumi terdorong naik terhadap bagian lainnya. Sistem Flores Back Arc Thrust menjadi salah satu sumber gempa aktif di wilayah Nusa Tenggara. Sesar tersebut berada di bagian utara Flores, sementara di bagian selatan terdapat zona subduksi yang mempertemukan lempeng Indo-Australia dengan wilayah Sunda-Banda. Kondisi tektonik inilah membuat wilayah Flores dan sekitarnya memiliki aktivitas kegempaan yang tinggi. Dosen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Amien Widodo menjelaskan posisi patahan naik Flores tidak berada hanya di satu titik. Aktivitasnya dapat terjadi di bagian sesar yang berbeda pada waktu yang berbeda. Karena itu, gempa susulan di sekitar sesar tersebut dapat terjadi berulang kali. Wilayah Flores berada di kawasan tektonik yang kompleks. Di bagian selatan terdapat zona subduksi, sedangkan di bagian utara terdapat Flores Back Arc Thrust. Selain kedua sumber gempa tersebut, terdapat pula sesar-sesar lokal yang terbentuk akibat aktivitas tektonik di kawasan tersebut. Interaksi berbagai sumber gempa itu membuat Flores dan wilayah sekitarnya menjadi salah satu kawasan dengan aktivitas seismik tinggi. Amien menjelaskan kepulauan Indonesia berada di wilayah yang dipengaruhi pergerakan Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke arah utara, termasuk menuju kawasan Jawa, Bali, dan Lombok. AsiaTenggara & Kepulauan Pasifik Tekanan dari pergerakan lempeng tersebut menjadi salah satu bagian dari proses tektonik yang memengaruhi kawasan Nusa Tenggara. Gempa besar pernah terjadi pada 1992 Gempa M 7 yang terjadi Sabtu pagi juga mengingatkan pada gempa besar yang pernah mengguncang Flores pada 1992. Wijayanto mengatakan gempa pada 1992 memiliki kekuatan sekitar M 7,5 dan menimbulkan dampak yang besar. "Jadi, dari sejarah yang ada itu pernah terjadi tahun 1992, kemarin itu 7,5, ini juga sangat luar biasa peristiwanya waktu itu. Jadi, ini sudah hampir 30 tahun terjadi lagi," ujar Wijayanto. Setelah gempa M 7 terjadi, BMKG menyatakan akan terus memantau aktivitas kegempaan dan kondisi muka air laut melalui stasiun-stasiun pemantauan yang dimiliki.

Gempa Flores Berkekuatan Magnitudo 7,7 Tewaskan 5 Orang

Gempa Flores Berkekuatan M 7,7 Sebanyak lima orang dilaporkan tewas akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan, berdasarkan laporan sementara, dua korban tewas berasal dari Kabupaten Sikka dan tiga lainnya dari Kabupaten Manggarai. "Informasi yang saya terima korban yang meninggal lima orang, dua orang dari Kabupaten Sikka dan tiga orang dari Kabupaten Manggarai," kata Melki dalam jumpa pers bersama sejumlah wartawan di Mapolda NTT, Sabtu pagi. Melki mengatakan, pemerintah masih memastikan penyebab kematian kelima korban. Namun, korban diduga meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa terjadi. Hasil pemutakhiran parameter BMKG menunjukkan gempa tersebut berkekuatan magnitudo 7,7. Episenter gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 kilometer. BMKG menyatakan gempa tersebut berpotensi memicu tsunami. Peringatan dini tsunami kemudian dikeluarkan untuk sejumlah wilayah di NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Di NTT, sejumlah wilayah masuk dalam status siaga, yakni bagian utara Kabupaten Manggarai, Ngada, Manggarai Barat, Ende, dan Sikka. Sementara itu, wilayah utara Flores Timur masuk dalam status waspada. Kepala BMKG Manggarai Barat, Maria Patrica Seran, mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. "Ada potensi tsunami dan ada gempa susulan," kata Maria. Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait masih melakukan pemantauan di sejumlah wilayah terdampak. Pendataan terus dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan bangunan sekaligus memastikan kondisi masyarakat setelah gempa. Masyarakat juga diminta tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Sumber
:
Berita Terkait
BMKG Ingatkan Hujan Petir dan Gelombang 2,5 Meter Mengintai Sumut 24 September
BMKG Ingatkan Sumut Diguyur Hujan Rabu, Sejumlah Perairan Berpotensi Gelombang 2,5 Meter
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Sumut: Hujan Petir dan Gelombang 4 Meter
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Sumut: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Sabtu Ini
BMKG Ungkap Potensi Hujan Meluas di Sumut 17 September, Banjir dan Longsor Mengintai
BMKG Rilis Peringatan Ganda di Sumut: Gelombang 4 Meter di Nias dan Bahaya Kabut Asap