Kamis, 24 September 2026

Siswa SMP di Deli Serdang Buang Makanan MBG Diduga Basi, BGN Sumut Buka Suara

Ameq - Sabtu, 02 Mei 2026 21:38 WIB
Siswa SMP di Deli Serdang Buang Makanan MBG Diduga Basi, BGN Sumut Buka Suara
MBG Deli Serdang
Topikseru.com, Deli Serdang - Insiden pembuangan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh siswa SMP Negeri 1 Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menjadi sorotan publik. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (30/4/2026), saat sejumlah siswa terlihat membuang makanan di depan sekolah. Aksi itu dipicu dugaan bahwa makanan yang diterima dalam kondisi tidak layak konsumsi atau basi. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Utara, T Agung Kurniawan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut makanan yang dibagikan memang terindikasi kurang layak dikonsumsi. [irp posts="40143" ] "SPPG sebenarnya sudah meminta makanan itu dikembalikan untuk diganti. Namun pihak sekolah menolak, dan akhirnya siswa bertindak seperti itu," ujar Agung saat dikonfirmasi, Sabtu (2/5/2026).

Siswa Dinilai Bertindak Tidak Etis

Agung menyayangkan tindakan para siswa yang memilih membuang makanan. Menurutnya, permasalahan tersebut seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik. "Kalau kecewa, harusnya tidak seperti itu. Masih bisa dibicarakan, apalagi SPPG sudah siap menarik makanan tersebut," katanya. Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan keracunan makanan dari sekolah lain yang menerima distribusi MBG.

Hasil Uji Sampel Belum Keluar

BGN Sumut menyebut sampel makanan telah diambil untuk diperiksa oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang. Namun, hasil uji laboratorium hingga kini masih belum keluar. Agung menambahkan, pihaknya belum dapat mengambil langkah tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia makanan. "Kami belum bisa memberi sanksi sebelum hasil pemeriksaan resmi keluar," ujarnya. [irp posts="39119" ]

Dinkes Akui Kesulitan Lakukan Pemeriksaan

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang mengaku mengalami kendala dalam proses pengecekan. Ketua Tim Kerja Kesehatan Lingkungan, Veronica Margaret, mengatakan makanan sudah terlanjur dibuang oleh siswa. "Bagaimana mau dicek kalau sampelnya sudah tidak ada," katanya. Veronica menjelaskan, makanan tersebut sejatinya merupakan jatah hari Jumat yang dimajukan ke hari Kamis karena bertepatan dengan libur nasional. "Karena dimasak sejak pagi, sangat mungkin kualitasnya menurun saat dibagikan," ujarnya.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
BMKG Ingatkan Sumut Diguyur Hujan Rabu, Sejumlah Perairan Berpotensi Gelombang 2,5 Meter
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Sumut: Hujan Petir dan Gelombang 4 Meter
BGN Tutup Permanen Dapur SPPG Karo usai Keracunan 353 Siswa, Ini Alasannya
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Sumut: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Sabtu Ini
Pemprov Sumut Genjot Kawasan Unggulan Perikanan Tangkap & Budi Daya Integrasi Hulu-Hilir
BMKG Ungkap Potensi Hujan Meluas di Sumut 17 September, Banjir dan Longsor Mengintai