Sabtu, 26 September 2026

Massa Bakar Fasilitas PT Angrinas Palma Nusantara, Dipicu Kematian Luis David Hutabarat

Ameq - Kamis, 18 Juni 2026 17:55 WIB
Massa Bakar Fasilitas PT Angrinas Palma Nusantara, Dipicu Kematian Luis David Hutabarat
PT Angrinas Palma Nusantara
Topikseru.com, Labuhanbatu Utara - Amarah warga memuncak setelah kematian Luis David Hutabarat, seorang pekerja penimbang buah sawit yang ditemukan meninggal dunia di area perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara. Peristiwa tersebut berujung pada aksi pembakaran sejumlah fasilitas milik PT Angrinas Palma Nusantara Regional I yang berada di Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, Kamis (18/6/2026). Dalam insiden itu, beberapa bangunan yang digunakan sebagai rumah dan kantor perusahaan dilaporkan mengalami kerusakan hingga terbakar. Selain itu, tujuh unit sepeda motor hangus dilalap api dan empat unit kendaraan roda dua lainnya dilaporkan hilang dari lokasi kejadian. Aksi massa tersebut diduga dipicu oleh kemarahan warga atas meninggalnya Luis David Hutabarat yang belakangan menjadi sorotan publik. Kematian korban memunculkan dugaan adanya tindak penganiayaan yang disebut-sebut melibatkan oknum personel TNI dan petugas keamanan perusahaan.

Tiga Rumah Terbakar, Dua Bangunan Rusak

Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya membenarkan adanya peristiwa pembakaran dan perusakan yang terjadi di lingkungan perusahaan perkebunan tersebut. Menurut Wahyu, kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan karena beberapa bangunan menjadi sasaran amuk massa. "Akibat peristiwa itu ada tiga rumah dalam kondisi terbakar. Kemudian dua rumah mengalami perusakan, beberapa kaca pecah akibat dilempar masyarakat," ujar Wahyu, Kamis (18/6/2026). Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan pendataan terkait total kerugian yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.

Polisi Belum Berkomentar Soal Dugaan Keterlibatan Oknum TNI

Terkait dugaan keterlibatan oknum TNI dan petugas keamanan perusahaan dalam kasus kematian Luis David Hutabarat, Kapolres Labuhanbatu belum memberikan keterangan lebih lanjut. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia. Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena muncul berbagai spekulasi mengenai penyebab kematian korban yang sehari-hari bekerja sebagai penimbang buah sawit di kawasan perkebunan tersebut.

PT Angrinas Palma Nusantara Menunggu Hasil Autopsi

Sementara itu, pihak PT Angrinas Palma Nusantara Regional I menyatakan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum. Humas PT Angrinas Palma Nusantara Regional I, Suhendri, mengatakan perusahaan mendukung proses penyelidikan yang sedang berjalan dan berharap seluruh fakta dapat terungkap secara transparan. "Kami menunggu hasil autopsi dan menyerahkan seluruh proses penyelidikan kepada pihak berwajib sehingga seluruh fakta dapat diungkap secara transparan," kata Suhendri. Dia menegaskan perusahaan akan menghormati proses hukum yang sedang dilakukan oleh aparat terkait.

Kematian Luis David Hutabarat Jadi Sorotan

Diketahui, Luis David Hutabarat ditemukan meninggal dunia di areal perkebunan kelapa sawit Dusun Lubuk Pinang, Desa Sukarame Baru, Kabupaten Labuhanbatu Utara, pada Selasa malam (16/6/2026). Sejak kabar tersebut mencuat, perhatian publik terus tertuju pada proses penyelidikan yang dilakukan aparat penegak hukum. Masyarakat berharap penyebab kematian korban dapat segera terungkap secara jelas dan objektif, sehingga tidak menimbulkan spekulasi yang berkepanjangan di tengah masyarakat. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kematian korban maupun insiden pembakaran fasilitas perusahaan yang terjadi setelahnya.

Sumber
:
Berita Terkait
BMKG Ingatkan Sumut Diguyur Hujan Rabu, Sejumlah Perairan Berpotensi Gelombang 2,5 Meter
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Sumut: Hujan Petir dan Gelombang 4 Meter
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Sumut: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Sabtu Ini
Pemprov Sumut Genjot Kawasan Unggulan Perikanan Tangkap & Budi Daya Integrasi Hulu-Hilir
BMKG Ungkap Potensi Hujan Meluas di Sumut 17 September, Banjir dan Longsor Mengintai
Banjir Rendam 7 Desa di Nias Barat, Ketinggian Air Capai 2 Meter