Rabu, 23 September 2026

Realisasi PAD Langkat Baru 22,14 Persen hingga Juli 2026, Pajak Daerah Jadi Penyumbang Terbesar

ari tanjung - Selasa, 14 Juli 2026 17:52 WIB
Realisasi PAD Langkat Baru 22,14 Persen hingga Juli 2026, Pajak Daerah Jadi Penyumbang Terbesar
Ilustrasi diagram dan grafik pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Langkat Juli 2026 dengan dominasi penerimaan dari pajak daerah.

Topikseru.com, Langkat – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat, Sumatera Utara, menunjukkan tren positif pada tahun anggaran 2026.

Berdasarkan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, target PAD tahun ini ditetapkan sebesar Rp269,06 miliar, meningkat 6,77 persen dibandingkan target pada tahun sebelumnya.

Meski target mengalami kenaikan, capaian realisasi hingga pertengahan tahun masih berada di bawah seperempat dari total anggaran. Tercatat, selama periode Januari hingga Juli 2026, PAD yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp59,57 miliar atau sekitar 22,14 persen dari target yang telah ditetapkan.

Data tersebut menunjukkan masih terdapat ruang yang cukup besar bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan penerimaan daerah pada semester kedua tahun ini agar target PAD dapat tercapai.

Pajak Daerah Mendominasi Penerimaan PAD

Berdasarkan rincian realisasi hingga Juli 2026, Pajak Daerah menjadi sumber penerimaan terbesar dengan nilai Rp47,23 miliar. Kontribusi ini jauh melampaui komponen PAD lainnya dan menjadi penopang utama pendapatan daerah.

Sementara itu, penerimaan dari Lain-Lain PAD yang Sah tercatat sebesar Rp6,99 miliar, sedangkan Retribusi Daerah menyumbang Rp5,34 miliar.

Adapun komponen Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan belum mencatatkan realisasi atau masih berada di angka Rp0 hingga Juli 2026.

Rincian Realisasi PAD Kabupaten Langkat hingga Juli 2026

Sumber PAD Realisasi
Pajak Daerah Rp47,23 miliar
Lain-Lain PAD yang Sah Rp6,99 miliar
Retribusi Daerah Rp5,34 miliar
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Rp0

Semester Kedua Menjadi Penentu

Dengan realisasi yang baru mencapai 22,14 persen, Pemkab Langkat masih memiliki tantangan untuk mengejar sisa target PAD sebesar Rp209,49 miliar pada lima bulan terakhir tahun anggaran.

Optimalisasi pemungutan pajak daerah, peningkatan pelayanan retribusi, serta penguatan pengelolaan sumber-sumber pendapatan lainnya diperkirakan menjadi faktor penting dalam mendongkrak penerimaan daerah hingga akhir 2026.

Keberhasilan mencapai target PAD tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan fiskal daerah, tetapi juga menentukan kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan, pelayanan publik, serta berbagai program prioritas yang telah direncanakan dalam APBD 2026.

Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Tandukan Ary Maring Bungkam Lampineung, Semen Padang Curi Poin Penuh di Banda Aceh
Hutama Karya Tutup Sementara Pengoperasian Tol Fungsional Padang Tiji-Seulimeum
Enam Daerah di Sumut Diterjang Banjir, Langkat Terdampak Paling Parah
Gubsu Sampaikan Perubahan APBD 2026, Pendapatan Rp12,9 Triliun
Gempa M7,7 NTT Sebabkan 33 Orang Meninggal, Evakuasi Masih Berlangsung
Banjir Padang Meluas, BNPB Evakuasi Warga dengan Perahu, Sejumlah Kendaraan Hanyut