Kamis, 24 September 2026

Diduga Keracunan MBG, Sejumlah Siswa SMA Negeri 1 Berastagi Dilarikan ke Rumah Sakit

Muchlis - Kamis, 13 Agustus 2026 15:48 WIB
Diduga Keracunan MBG, Sejumlah Siswa SMA Negeri 1 Berastagi Dilarikan ke Rumah Sakit
Keracunan MBG Berastagi
Topikseru.com, Karo - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat sorotan. Sejumlah siswa SMA Negeri 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap makanan dari program tersebut pada Kamis (13/8/2026). Para siswa yang mengalami keluhan kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis. Salah satu fasilitas kesehatan yang menjadi tujuan penanganan adalah Rumah Sakit Efarina. Informasi mengenai jumlah pasti siswa yang terdampak maupun kondisi terkini para korban masih dalam pendataan. Peristiwa di Berastagi ini menambah daftar kejadian dugaan gangguan kesehatan yang dikaitkan dengan konsumsi makanan MBG di sejumlah daerah selama Agustus 2026.

Siswa Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan

Setelah menyantap makanan MBG, sejumlah siswa SMA Negeri 1 Berastagi dilaporkan mengalami gangguan kesehatan. Para korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk memperoleh pertolongan medis. Hingga berita ini ditulis, belum terdapat informasi terperinci mengenai jenis makanan yang diduga menjadi penyebab maupun hasil pemeriksaan medis terhadap para siswa. Penyebab pasti kejadian juga masih perlu menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi dari pihak berwenang.

Kasus Serupa Terjadi di Dumai

Kejadian di Kabupaten Karo terjadi di tengah munculnya sejumlah laporan dugaan keracunan makanan MBG di berbagai daerah. Di Kota Dumai, Riau, kasus serupa sebelumnya dilaporkan terjadi di SMAN 2 Dumai pada 4 Agustus 2026. Puluhan siswa disebut mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program MBG. Belum selesai menjadi perhatian, laporan baru kembali muncul pada Kamis (13/8/2026). Sekitar 36 siswa SD Negeri 013 Dumai dilaporkan mengalami kondisi serupa setelah mengonsumsi makanan MBG. Rangkaian kejadian tersebut membuat keamanan dan kualitas makanan dalam pelaksanaan program MBG kembali menjadi sorotan.

Ratusan Pelajar di Jayapura Juga Terdampak

Kasus dugaan gangguan kesehatan setelah konsumsi MBG juga terjadi di Kabupaten Jayapura, Papua, pada 4–5 Agustus 2026. Ratusan pelajar dilaporkan harus mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Yowari, setelah menyantap paket makanan MBG. Peristiwa tersebut bahkan memicu reaksi masyarakat. Warga dan pihak sekolah di wilayah Depapre dilaporkan melakukan protes serta menyuarakan penolakan terhadap distribusi makanan MBG berikutnya. Kondisi itu menunjukkan bahwa persoalan keamanan pangan menjadi salah satu tantangan penting dalam pelaksanaan program MBG, khususnya ketika makanan didistribusikan dalam jumlah besar kepada peserta didik.

Investigasi di Blora Temukan Bakteri E. coli

Sementara itu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, juga mencatat perkembangan penting terkait kasus dugaan keracunan MBG. Pada 11 Agustus 2026, Dinas Kesehatan mengumumkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap kasus yang sebelumnya terjadi pada Juli 2026 di SDN Sendangrejo, Kecamatan Ngawen. Hasil pengujian menunjukkan adanya kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) pada sampel makanan dan air. Temuan laboratorium tersebut menjadi salah satu bukti penting dalam proses investigasi keamanan pangan, meskipun penyebab setiap kejadian harus tetap ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan masing-masing kasus.

Keamanan Pangan Jadi Sorotan

Berulangnya laporan dugaan keracunan yang dikaitkan dengan makanan MBG membuat pengawasan keamanan pangan menjadi perhatian serius. Dalam program dengan jumlah penerima yang besar, kualitas bahan baku, proses pengolahan, kebersihan dapur, penyimpanan, pengemasan, hingga distribusi makanan menjadi faktor yang harus diperhatikan. Kasus di SMA Negeri 1 Berastagi saat ini masih membutuhkan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan apakah gangguan kesehatan yang dialami siswa memang berkaitan dengan makanan MBG. Pihak terkait diharapkan segera melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan, air, maupun lingkungan pengolahan serta memberikan informasi yang transparan mengenai kondisi para siswa. Status kejadian di Berastagi masih berupa dugaan. Penyebab keracunan dan kaitannya dengan makanan MBG belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan medis dan laboratorium keluar.
Sumber
:
Berita Terkait
BGN Tutup Permanen Dapur SPPG Karo usai Keracunan 353 Siswa, Ini Alasannya
Dirujuk ke RSCM Jakarta, Dua Korban Keracunan MBG Karo Diberangkatkan Bobby Nasution
BGN Larang Susu Kental Manis di Menu MBG
Polisi Gerebek Diduga Sarang Narkoba di Kandibata
Lahar Dingin Sinabung Mengalir ke Sungai Lau Borus, Warga Diminta Waspada
Zona Bahaya Menyusut, Pertamina Sumbagut Pacu Pemulihan Ekonomi Pasca-Erupsi Sinabung