Rabu, 23 September 2026

Lahar Dingin Sinabung Mengalir ke Sungai Lau Borus, Warga Diminta Waspada

Muchlis - Rabu, 09 September 2026 07:08 WIB
Lahar Dingin Sinabung Mengalir ke Sungai Lau Borus, Warga Diminta Waspada
Aliran lahar dingin Gunung Sinabung menuju Sungai Lau Borus di Kabupaten Karo
Topikseru.com, Karo - Hujan deras yang mengguyur kawasan Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, memicu munculnya aliran lahar dingin di sejumlah wilayah sekitar gunung api tersebut. Aliran material vulkanik itu terpantau bergerak menuju Sungai Lau Borus setelah hujan dengan intensitas tinggi terjadi sejak Selasa (8/9/2026) pagi. Kepala Pos Pantau Gunungapi Sinabung (PPGA) Armen Putra membenarkan adanya aliran lahar dingin tersebut ketika dikonfirmasi pada Selasa malam. Menurut laporan yang diterima, aliran lahar dingin melintas di sekitar Desa Perbaji dan Desa Suka Tendel, termasuk kawasan sekitar Desa Mardinding, Kecamatan Tiga Nderket, Kabupaten Karo. Material yang terbawa aliran tersebut memiliki ketinggian sekitar 50 sentimeter dan terlihat membawa potongan kayu berukuran kecil.

Hujan Deras di Lereng Sinabung Jadi Pemicu

Munculnya lahar dingin berkaitan dengan tingginya curah hujan di kawasan puncak dan lereng Gunung Sinabung. Air hujan yang mengalir di lereng gunung dapat membawa material vulkanik yang sebelumnya berada di kawasan hulu. Material tersebut kemudian masuk ke jalur sungai dan membentuk aliran lahar dingin. Armen mengatakan kondisi hujan di sekitar puncak dan lereng Sinabung masih cukup tinggi. "Saat ini intensitas curah hujan masih cukup tinggi di kawasan puncak dan lereng Sinabung, sehingga masyarakat di sekitar aliran sungai diminta tetap waspada," ujar Armen. Kondisi tersebut membuat potensi aliran material vulkanik perlu terus diantisipasi, terutama apabila hujan deras kembali terjadi.

Warga Diminta Menjauh dari Aliran Sungai

Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diimbau tidak melakukan aktivitas di sungai ketika hujan turun atau kondisi cuaca mulai memburuk. Jarak aman dari aliran sungai juga perlu dijaga. Sebab, material vulkanik dari kawasan lereng dapat kembali terbawa arus ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Gunung Sinabung. Kondisi cuaca berawan yang disertai hujan lebat juga menjadi situasi yang perlu diwaspadai oleh masyarakat di sekitar jalur aliran sungai.

Material Vulkanik Bisa Kembali Terbawa Arus

Aliran lahar dingin Gunung Sinabung tidak hanya membawa air. Material seperti potongan kayu kecil yang terlihat dalam aliran menunjukkan adanya material dari kawasan hulu yang ikut terbawa arus. Karena itu, perubahan volume maupun kecepatan aliran perlu terus diperhatikan. Masyarakat di sekitar Sungai Lau Borus dan jalur sungai yang terhubung dengan kawasan lereng Sinabung diminta tidak mendekati aliran untuk melihat kondisi secara langsung. Pihak berwenang juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan lahar dingin Sinabung di lapangan. Pemantauan menjadi penting untuk mengantisipasi apabila hujan deras kembali meningkatkan debit air dan membawa material vulkanik dalam jumlah lebih besar.

Warga Karo Diminta Tetap Waspada

Munculnya lahar dingin menjadi salah satu dampak yang perlu diantisipasi ketika curah hujan tinggi terjadi di kawasan Gunung Sinabung. Terlebih, material vulkanik yang berada di lereng dan kawasan aliran sungai dapat terbawa air hujan secara tiba-tiba. Karena itu, warga Karo yang tinggal di sekitar aliran sungai diminta mengikuti informasi dan arahan petugas serta menghindari aktivitas di sungai ketika hujan deras berlangsung. Dengan kondisi hujan yang masih cukup tinggi di kawasan puncak dan lereng Sinabung, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci untuk mengurangi risiko apabila aliran lahar dingin kembali terjadi.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
BMKG Ingatkan Sumut Diguyur Hujan Rabu, Sejumlah Perairan Berpotensi Gelombang 2,5 Meter
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Sumut: Hujan Petir dan Gelombang 4 Meter
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Sumut: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Sabtu Ini
Pemprov Sumut Genjot Kawasan Unggulan Perikanan Tangkap & Budi Daya Integrasi Hulu-Hilir
BMKG Ungkap Potensi Hujan Meluas di Sumut 17 September, Banjir dan Longsor Mengintai
Banjir Rendam 7 Desa di Nias Barat, Ketinggian Air Capai 2 Meter