Kamis, 24 September 2026

PNM Bawa 12 Petani Karo Belajar Hidroponik, Dorong Usaha Pertanian Naik Kelas

Muchlis - Senin, 17 Agustus 2026 20:31 WIB
PNM Bawa 12 Petani Karo Belajar Hidroponik, Dorong Usaha Pertanian Naik Kelas
Petani Karo mengikuti studi banding hidroponik bersama PNM Kabanjahe di Medan
Topikseru.com, Karo - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Kabanjahe mendorong pelaku usaha pertanian di Kabupaten Karo untuk mulai mengadopsi metode budidaya yang lebih modern. Sebanyak 12 nasabah petani asal Kabupaten Karo diajak mengikuti studi banding ke Syifa Hidroponik Medan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda pemberdayaan PNM untuk memperkuat kemampuan usaha nasabah, khususnya di sektor pertanian. Bukan sekadar kunjungan, para petani mendapatkan kesempatan mempelajari langsung penerapan hidroponik dan konsep pertanian terpadu (integrated farming) yang dapat dikembangkan sesuai kondisi di daerah masing-masing.

Petani Karo Dikenalkan dengan Pertanian Terpadu

Pemimpin Cabang PNM Kabanjahe Ronald Manurung mengatakan studi banding tersebut merupakan agenda tahunan yang dirancang agar nasabah memperoleh pengalaman langsung dari praktik usaha yang sudah berjalan. Menurut dia, pengetahuan yang diperoleh di lapangan diharapkan dapat menjadi modal tambahan bagi petani untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengembangkan sumber pendapatan. Para peserta tidak hanya diperkenalkan pada sistem hidroponik. Mereka juga mempelajari bagaimana sejumlah aktivitas pertanian dan peternakan dapat dikombinasikan dalam konsep integrated farming. Salah satu praktik yang dipelajari adalah teknik beternak ayam dengan pengelolaan yang dapat meminimalkan bau. Para petani juga melihat bagaimana air dari kolam ikan dapat dimanfaatkan dan diintegrasikan dengan sistem tanaman hidroponik. Konsep tersebut memungkinkan berbagai kegiatan usaha pertanian saling mendukung sehingga sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

PNM Dorong Ilmu dari Medan Dibawa ke Karo

Ronald berharap pengalaman yang diperoleh para peserta tidak berhenti sebagai pengetahuan selama studi banding. PNM ingin para petani membawa pulang praktik yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan dan kondisi usaha masing-masing di Kabupaten Karo. "Lewat agenda tahunan ini, kami ingin para petani dari Karo bisa membawa pulang ilmu praktis. Kami berharap ilmu ini bisa diterapkan di daerah asal untuk meningkatkan perekonomian keluarga," ujar Ronald. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi pemberdayaan PNM yang tidak hanya berorientasi pada akses pembiayaan. Nasabah juga diberikan pendampingan dan kesempatan memperoleh pengetahuan yang dapat mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan.

Nasabah PNM Mekaar: Banyak Ilmu Baru

Antusiasme mengikuti kegiatan tersebut turut disampaikan Betesda Sitepu, nasabah PNM Mekaar dari Unit Barusjahe. Menurutnya, kunjungan ke Syifa Hidroponik Medan memberikan pengalaman yang berbeda karena peserta dapat melihat secara langsung penerapan teknologi dan metode pertanian yang sebelumnya belum banyak diketahui. "Saya senang sekali bisa ikut. Banyak ilmu baru yang didapat, seperti cara ternak ayam tanpa bau dan memanfaatkan air kolam untuk tanaman. Ini jadi motivasi baru buat saya untuk dicoba di Barusjahe," kata Betesda. Bagi petani, pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan model usaha yang lebih efisien dengan memanfaatkan sumber daya yang sudah tersedia.

PNM Tak Hanya Berikan Pembiayaan

Program studi banding tersebut memperlihatkan pendekatan PNM dalam memberdayakan nasabah melalui kombinasi pembiayaan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas usaha. Khusus bagi nasabah di sektor pertanian, tambahan pengetahuan mengenai teknologi budidaya dapat menjadi salah satu faktor pendukung untuk meningkatkan produktivitas. PNM Cabang Kabanjahe berharap kegiatan seperti ini dapat mendorong semakin banyak nasabah untuk mengembangkan usaha secara mandiri. Dengan kemampuan usaha yang semakin kuat, nasabah diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperbesar kontribusinya terhadap perekonomian keluarga. Bagi petani Kabupaten Karo, pengenalan hidroponik dan integrated farming juga membuka peluang untuk mengembangkan model pertanian yang lebih beragam, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan pasar.
Sumber
:
Berita Terkait
BMKG Ingatkan Sumut Diguyur Hujan Rabu, Sejumlah Perairan Berpotensi Gelombang 2,5 Meter
Polrestabes Medan Buru Pemasok Vape Narkoba Jaringan DJ Kamboja
PUD Pasar Kota Medan Bidik Pasar Petisah Jadi Ikon Kuliner Kota Medan
PSMS Medan Menggila di Kandang, Persiku Kudus Dihantam 6-0
PSMS Medan vs Persiku Kudus: Tiga Poin Jadi Target di Kandang Perdana
Super Air Jet Buka Rute Kualanamu–Bandung, Akses Konektivitas Terusan ke Bali Makin Mudah