Rabu, 23 September 2026

Kualanamu Sempat Ditutup akibat Abu Vulkanik Sinabung, Puluhan Penerbangan Terdampak

Muchlis - Rabu, 02 September 2026 11:59 WIB
Kualanamu Sempat Ditutup akibat Abu Vulkanik Sinabung, Puluhan Penerbangan Terdampak
penerbangan Kualanamu
Topikseru.com - Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mulai memberi dampak signifikan terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang. Sedikitnya 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu dibatalkan akibat kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Sinabung. Sejumlah penerbangan lainnya juga mengalami keterlambatan serta perubahan jadwal. PT Angkasa Pura Aviasi selaku pengelola Bandara Internasional Kualanamu memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional. Plt Director of Operation and Services PT Angkasa Pura Aviasi Dedy Sri Cahyono mengatakan aktivitas erupsi Gunung Sinabung pada Senin (31/8) berdampak terhadap sejumlah penerbangan. "Data sementara hingga hari ini tercatat ada 21 penerbangan dari dan menuju Kualanamu dibatalkan, sejumlah penerbangan lainnya mengalami keterlambatan, dan penyesuaian jadwal," kata Dedy di Deli Serdang, Selasa (1/9/2026).

Abu Vulkanik Sinabung Bikin Jadwal Penerbangan Berubah

Dampak erupsi Gunung Sinabung tidak hanya berupa pembatalan penerbangan. Maskapai juga melakukan berbagai penyesuaian operasional, mulai dari keterlambatan hingga perubahan jadwal penerbangan. Penyesuaian tersebut terjadi pada penerbangan domestik maupun internasional yang memiliki jadwal keberangkatan atau kedatangan di Bandara Kualanamu. Menurut Dedy, jumlah penerbangan yang terdampak masih dapat berubah. Kondisi tersebut bergantung pada perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Sinabung serta keputusan operasional masing-masing maskapai. Dengan kondisi abu vulkanik yang dinamis, calon penumpang diminta tidak hanya mengandalkan jadwal penerbangan yang telah mereka terima sebelumnya.

Kualanamu Sempat Ditutup Sementara

Gangguan terhadap operasional penerbangan juga diperkuat dengan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) A3250/26 oleh AirNav Indonesia. Melalui NOTAM tersebut, Bandara Internasional Kualanamu diinformasikan mengalami penutupan sementara sebagai langkah antisipasi terhadap keselamatan penerbangan akibat dampak abu vulkanik Gunung Sinabung. Dedy menyebut penutupan sementara berlangsung mulai pukul 10.50 WIB hingga 12.45 WIB. "Terhitung hari ini Kualanamu ditutup sementara mulai pukul 10.50 WIB hingga pukul 12.45 WIB, akibat dampak abu vulkanik Sinabung," ujarnya. Namun, kondisi operasional bandara dapat berubah sewaktu-waktu. Informasi mengenai pembukaan kembali maupun kemungkinan perubahan jadwal akan menyesuaikan perkembangan terbaru terkait sebaran abu vulkanik di wilayah udara sekitar Bandara Kualanamu.

Keselamatan Jadi Prioritas

PT Angkasa Pura Aviasi bersama AirNav Indonesia, maskapai penerbangan dan pemangku kepentingan terkait terus memantau perkembangan kondisi Gunung Sinabung dan dampaknya terhadap operasional penerbangan. Koordinasi dilakukan secara intensif untuk menentukan langkah yang dianggap paling aman bagi penerbangan dan penumpang. Bagi operator bandara, kondisi cuaca dan sebaran abu vulkanik merupakan faktor penting yang harus diperhitungkan sebelum penerbangan diizinkan beroperasi. Karena itu, perubahan jadwal maupun pembatalan penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan.

Penumpang Diminta Cek Status Penerbangan

Di tengah kondisi penerbangan yang masih dinamis, calon penumpang yang memiliki jadwal perjalanan melalui Bandara Kualanamu diminta aktif memantau informasi terbaru. Dedy mengimbau penumpang yang akan berangkat dari maupun menuju Kualanamu untuk memeriksa status penerbangannya secara berkala melalui kanal resmi maskapai. "Kami mengimbau calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari dan menuju Kualanamu secara berkala memastikan status penerbangannya melalui kanal informasi resmi maskapai," kata Dedy. Dengan kondisi Gunung Sinabung yang masih aktif, perubahan operasional penerbangan dapat terjadi kembali apabila sebaran abu vulkanik kembali memengaruhi ruang udara di sekitar Bandara Kualanamu. Penumpang juga disarankan mempersiapkan kemungkinan perubahan waktu keberangkatan dan mengikuti arahan maskapai apabila penerbangan terdampak.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Diplomasi Lintas Lembaga Berhasil Pulangkan 13 Nelayan Aceh dari Thailand
Super Air Jet Buka Rute Kualanamu–Bandung, Akses Konektivitas Terusan ke Bali Makin Mudah
Keterangan Tak Sinkron, Imigrasi Kualanamu Tolak Masuk WN Pakistan
Ruang Udara Aman, Penerbangan Kualanamu ke Jakarta dan Bandung Kembali Beroperasi
Imbas Erupsi Anak Krakatau: 49 Penerbangan Kualanamu Dibatalkan, Bandara Beroperasi Normal
418 Warga Kuta Tengah Terdampak Erupsi Gunung Sinabung Dipulangkan dari Pengungsian