Minggu, 08 November 2026

Bulog Sumut Tambah 4.400 Ton Beras, Stok Tembus 41.735 Ton

Muchlis - Minggu, 20 September 2026 20:14 WIB
Bulog Sumut Tambah 4.400 Ton Beras, Stok Tembus 41.735 Ton
Bulog Sumut
Topikseru.com, Medan - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) mulai mempertebal cadangan beras menjelang periode penyaluran bantuan pangan dan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pada akhir 2026. Sebanyak 4.400 ton beras masuk ke gudang Bulog Sumut pada Sabtu (19/9/2026). Pasokan tersebut merupakan bagian dari tambahan beras pemerintah yang didatangkan secara bertahap untuk memperkuat stok pangan di Sumatera Utara. Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto mengatakan tambahan pasokan tersebut akan digunakan untuk mendukung sejumlah penugasan pemerintah, terutama bantuan pangan serta penyaluran beras SPHP melalui pasar dan jaringan mitra. "Penambahan beras itu guna memenuhi program bantuan pangan dan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar maupun mitra," kata Budi di Medan, Minggu (20/9/2026). Dengan tambahan tersebut, Bulog Sumut memiliki ruang lebih besar untuk menjaga kesinambungan distribusi beras ke masyarakat ketika kebutuhan meningkat.

Pasokan Disiapkan untuk Oktober hingga Desember

Tambahan stok beras ini datang ketika Bulog Sumut bersiap menghadapi periode penyaluran bantuan pangan berikutnya. Budi mengatakan bantuan pangan yang akan disalurkan pada periode mendatang dialokasikan untuk Oktober hingga Desember 2026. Artinya, penguatan stok dilakukan sebelum distribusi memasuki periode tersebut. Langkah ini juga sejalan dengan kebutuhan menjaga ketersediaan beras SPHP di pasar. Sebelumnya, Bulog Sumut telah menyatakan akan menerima tambahan pasokan beras dari pemerintah pusat untuk memperkuat stok pangan. Pada pertengahan September, Bulog Sumut juga menyebut tambahan pasokan diperlukan karena penyaluran SPHP dan bantuan pangan terus berjalan. Secara nasional, pemerintah juga telah menyetujui tambahan alokasi 1 juta ton beras SPHP untuk penyaluran Oktober, November, dan Desember 2026. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras selama periode tersebut.

Stok Bulog Sumut Kini 41.735 Ton

Bulog Sumut mencatat total stok beras yang berada di gudang saat ini mencapai 41.735 ton. Angka tersebut menjadi bagian penting dari cadangan yang dikelola Bulog untuk menjalankan berbagai penugasan pemerintah sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat. Pengelolaan stok tidak hanya berfokus pada jumlah beras yang tersedia. Bulog juga melakukan perawatan secara rutin untuk menjaga kualitas beras selama berada di gudang. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain fumigasi dan penyemprotan secara berkala. Dengan pengelolaan tersebut, beras yang disimpan di gudang diharapkan tetap memenuhi standar kualitas ketika nantinya disalurkan kepada masyarakat.

SPHP Tetap Disalurkan, Masyarakat Diminta Tak Borong Beras

Di tengah penambahan stok, Bulog Sumut memastikan distribusi beras SPHP tetap berjalan. Penyaluran dilakukan melalui pasar serta jaringan pengecer resmi dan mitra Bulog. Pola distribusi tersebut bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap beras SPHP sekaligus menjaga pasokan tetap tersedia di berbagai titik. Budi pun mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Menurutnya, pasokan beras SPHP terus didistribusikan secara bertahap sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan. Imbauan tersebut juga sejalan dengan langkah Bulog Sumut yang terus memperluas titik distribusi. Pada 18 September 2026, misalnya, Bulog memasok 4 ton beras SPHP untuk kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Medan Johor. Semakin banyak titik distribusi diharapkan membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan beras SPHP tanpa harus bergantung pada satu lokasi penjualan.

Harga SPHP Tetap Mengacu HET

Selain memastikan stok, Bulog Sumut juga menyatakan harga beras SPHP tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET). Untuk wilayah Sumatera Utara, harga yang disebut Bulog berada di angka Rp13.100 per kilogram. Harga tersebut menjadi salah satu instrumen dalam program stabilisasi pangan pemerintah agar masyarakat memperoleh akses terhadap beras dengan harga sesuai ketentuan. Sebelumnya, Bulog Sumut juga menyampaikan bahwa penyaluran SPHP dilakukan melalui berbagai mitra dengan intensitas yang terus disesuaikan dengan kondisi pasar.

Bulog Sumut Jaga Stok, Distribusi Jadi Kunci

Penambahan 4.400 ton beras pada 19 September bukan sekadar memperbesar angka stok di gudang. Beras tersebut dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan distribusi pada periode berikutnya, mulai dari bantuan pangan hingga program SPHP yang menyasar pasar dan masyarakat. Di sisi lain, Bulog Sumut juga terus menyerap gabah dari petani lokal. Per 15 September 2026, realisasi serapan gabah Bulog Sumut telah mencapai sekitar 45.000 ton gabah, setara dengan 22.752 ton beras. Target serapan hingga akhir 2026 mencapai sekitar 70.000 ton gabah atau setara 35.000 ton beras. Dengan kombinasi pasokan dari pemerintah dan penyerapan produksi petani, Bulog Sumut berupaya menjaga cadangan beras tetap tersedia. Kini, tantangannya bukan hanya memastikan beras ada di gudang, tetapi memastikan stok tersebut bergerak melalui jalur distribusi yang tepat hingga sampai ke masyarakat.

Sumber
:
Berita Terkait
Bulog Sumut Terima 4.434 Ton Beras dari Jawa Timur
Bulog Sumut Gandeng Kilang Padi Jamin Pasokan Beras Premium Rp 15.400 per Kg
Prabowo Perpanjang Bantuan Beras untuk 33,2 Juta Keluarga hingga Desember 2026
Bulog Sumut Buka Penjualan Beras SPHP di 13 Gudang, Harga Mulai Rp11.500 per Kg
10 Daerah Lumbung Padi di Sumut, Dua Wilayah Tetangga Ini Paling Banyak
Warga Medan Bisa Minta Bansos PKH dan BPNT di Portal Perlinsos Digital