Sabtu, 26 September 2026
WICE 2026

Siswa MAN Karo Ubah Eceng Gondok dan Ikan Red Devil Jadi Pelet, Raih Emas di Malaysia

Muchlis - Sabtu, 26 September 2026 06:35 WIB
Siswa MAN Karo Ubah Eceng Gondok dan Ikan Red Devil Jadi Pelet, Raih Emas di Malaysia
Foto: Kemenag Sumut
Harsona Sinurat (tengah) bersama kelima siswa MAN Karo merebut medali emas ajang World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2026 di SEGi University, Malaysia, Kamis (24/9/2026).

Topikseru.com, Medan - Persoalan lingkungan di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, justru menjadi sumber ide bagi lima siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Karo untuk menciptakan inovasi.

Mereka mengolah eceng gondok dan ikan red devil menjadi bahan dasar pelet ikan melalui inovasi bernama Ecored. Karya tersebut membawa lima siswa MAN Karo meraih medali emas dalam World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2026 di Malaysia.

Kompetisi internasional tersebut berlangsung pada 20-24 September 2026 di SEGi University, Malaysia.

Baca Juga:

Kepala MAN Karo Ashari Fahmi mengatakan Ecored dikembangkan dengan memanfaatkan sumber daya yang selama ini menjadi persoalan di lingkungan Danau Toba.

"Karya inovasi Ecored, yaitu produk pelet ikan berbahan limbah eceng gondok dan hama ikan red devil di Danau Toba," ujar Ashari di Medan, Jumat (25/9/2026).

Lima Siswa MAN Karo di Balik EcoredInovasi pelet ikan tersebut dikembangkan oleh lima siswa MAN Karo, yakni Piyana, Talitha Putri Br Ginting Suka, Salsa Nabila, Quinsa Dikta Arisya, dan Levina Br Karo.

Mereka melihat keberadaan eceng gondok dan ikan red devil bukan hanya sebagai persoalan ekologis, tetapi juga sebagai sumber bahan yang dapat dimanfaatkan menjadi produk baru.

Melalui Ecored, kedua jenis sumber daya tersebut diolah menjadi pelet ikan yang ditujukan sebagai alternatif pakan yang lebih ramah lingkungan.

Gagasan itu kemudian dibawa ke ajang WICE 2026 dan mendapatkan apresiasi hingga akhirnya meraih medali emas.

Modal Nol Rupiah, Bahan Baku dari Lingkungan SekitarSalah satu hal yang menjadi perhatian dalam inovasi Ecored adalah konsep pembuatannya yang diklaim tidak membutuhkan modal untuk memperoleh bahan utama.

Ashari mengatakan bahan dasar Ecored tersedia di lingkungan sekitar sehingga para siswa mengembangkan produk tersebut dengan konsep modal nol rupiah.

"Inovasi Ecored ini dirancang bermodal nol rupiah, karena bahan utama berasal dari sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar," katanya.

Konsep tersebut membuat inovasi Ecored tidak berhenti sebagai proyek kompetisi. Produk itu juga diarahkan agar dapat dikembangkan masyarakat di sekitar Danau Toba.

Ecored Bawa Dua Manfaat SekaligusPemanfaatan eceng gondok dan ikan red devil sebagai bahan pelet membawa gagasan penyelesaian dua persoalan sekaligus.

Di satu sisi, masyarakat dapat memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar mereka untuk menghasilkan pakan ikan secara mandiri.

Di sisi lain, pemanfaatan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi keberadaan eceng gondok dan ikan red devil yang berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.

MAN Karo berharap inovasi tersebut dapat diterapkan masyarakat sehingga ketergantungan terhadap pembelian bahan baku pakan ikan dapat ditekan.

Dengan pendekatan itu, Ecored menghubungkan pendidikan, inovasi, ekonomi dan pelestarian lingkungan Danau Toba dalam satu produk.

Prestasi Internasional Tak Berhenti di MedaliKeberhasilan meraih emas di Malaysia menjadi pencapaian tersendiri bagi MAN Karo. Namun, pihak madrasah berharap penghargaan tersebut menjadi titik awal bagi pengembangan inovasi siswa.

Ashari mengatakan pihaknya ingin para siswa tidak hanya mengejar prestasi dalam kompetisi, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang menjawab persoalan di daerah.

"Kami sangat bangga karena anak-anak MAN Karo membawa karya dari persoalan lingkungan di daerah kita hingga tampil, dan mendapat apresiasi di tingkat internasional," ujar Ashari.

Dia berharap prestasi tersebut dapat mendorong lebih banyak siswa MAN Karo untuk berani melakukan penelitian dan menciptakan inovasi yang memiliki manfaat nyata.

"Saya berharap prestasi ini tak berhenti pada raihan medali saja. Kita ingin siswa MAN Karo tidak hanya berprestasi, tetapi juga memberikan solusi atas persoalan di lingkungan sekitar," tuturnya.

Dari Persoalan Danau Toba Jadi Karya DuniaKisah Ecored menunjukkan bagaimana persoalan di lingkungan sekitar dapat menjadi bahan pembelajaran sekaligus sumber inovasi bagi pelajar.

Eceng gondok dan ikan red devil yang selama ini menjadi perhatian dalam konteks ekosistem perairan dimanfaatkan oleh siswa MAN Karo untuk menciptakan produk pakan ikan.

Karya tersebut kemudian dibawa ke panggung kompetisi internasional di Malaysia dan berujung pada medali emas.

Bagi MAN Karo, pencapaian itu bukan hanya soal kemenangan dalam WICE 2026, tetapi juga pembuktian bahwa persoalan lokal dapat melahirkan gagasan yang mendapat perhatian di tingkat internasional.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
APBD Sumut 2026 Sudah Terealisasi Rp 8,9 Triliun, Belanja Baru 51,8 Persen
BMKG Ingatkan Hujan Petir dan Gelombang 2,5 Meter Mengintai Sumut 24 September
Dirujuk ke RSCM Jakarta, Dua Korban Keracunan MBG Karo Diberangkatkan Bobby Nasution
Polisi Gerebek Diduga Sarang Narkoba di Kandibata
Lahar Dingin Sinabung Mengalir ke Sungai Lau Borus, Warga Diminta Waspada
Zona Bahaya Menyusut, Pertamina Sumbagut Pacu Pemulihan Ekonomi Pasca-Erupsi Sinabung