Rabu, 30 September 2026

Bobby Dorong UMKM Sumut Tembus Pasar Lebih Luas, Transaksi Jatim Capai Rp 2,5 Triliun

Muchlis - Rabu, 30 September 2026 07:05 WIB
Bobby Dorong UMKM Sumut Tembus Pasar Lebih Luas, Transaksi Jatim Capai Rp 2,5 Triliun
Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution (kiri) memasangkan ulos kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam Misi Dagang dan Investasi bertema "Meningkatkan Jejaring Konektivitas antara Jawa Timur dan Sumatera Utara" di Medan, Sumut, Selasa (29/9/2026).

Topikseru.com, Medan - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mendorong kerja sama perdagangan dengan Jawa Timur tidak berhenti pada transaksi bisnis. Misi dagang tersebut diarahkan menjadi pintu bagi pelaku UMKM Sumut untuk memperluas pasar dan membangun jaringan usaha hingga tingkat nasional.

Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution mengatakan penguatan perdagangan antardaerah menjadi semakin penting di tengah tekanan dan ketidakpastian ekonomi global.

Menurutnya, ketika investasi dari luar negeri menghadapi berbagai tantangan, potensi pasar domestik perlu dimaksimalkan. Salah satu sektor yang dinilai memiliki ruang besar untuk dikembangkan adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga:

Hal itu disampaikan Bobby saat menghadiri Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Sumatera Utara bertema "Meningkatkan Jejaring Konektivitas antara Jawa Timur dan Sumatera Utara" di Medan, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah, organisasi perdagangan, dan pelaku usaha dari kedua provinsi.

Bukan Sekadar Jual Beli, UMKM Jadi Fokus

Bobby melihat misi dagang Jawa Timur-Sumatera Utara memiliki peluang lebih besar apabila tidak hanya mengejar nilai transaksi dalam satu kegiatan.

Kerja sama antardaerah, kata dia, perlu diteruskan menjadi hubungan bisnis yang berkelanjutan. Dengan cara tersebut, produk UMKM dari Sumut maupun Jawa Timur dapat memperoleh akses pasar yang lebih luas.

"Yang punya potensi besar adalah sektor UMKM. Karenanya Sumatera Utara mencoba mengganti pendekatan kepada para pelaku UMKM," ujar Bobby.

Pendekatan tersebut mencakup pengenalan produk, penguatan jaringan pelaku usaha hingga upaya meningkatkan kapasitas UMKM agar mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Bobby juga meminta perangkat daerah terkait memastikan kerja sama perdagangan dapat berdampak terhadap peningkatan neraca perdagangan Sumut.

Nilai Transaksi Tembus Rp 2,5 Triliun

Misi dagang Jatim-Sumut di Medan tidak sekadar menghasilkan pembicaraan mengenai peluang kerja sama.

Pemprov Sumut mencatat nilai transaksi dalam kegiatan tersebut telah mencapai sekitar Rp 2,5 triliun hingga sekitar pukul 12.30 WIB. Sebelumnya, nilai transaksi yang tercatat pada sekitar pukul 10.00 WIB telah mencapai Rp 2,288 triliun.

Bobby kemudian memasang target lebih tinggi untuk kegiatan misi dagang berikutnya.

Dia berharap nilai perdagangan yang sebelumnya berada di kisaran Rp 2 triliun dapat ditingkatkan menjadi Rp4 triliun.

"Kalau bisa berikutnya, angka Rp 2 triliun bisa meningkat menjadi Rp 4 triliun," kata Bobby.

Target tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah daerah ingin menjadikan misi dagang sebagai bagian dari strategi memperbesar aktivitas ekonomi antardaerah.

Sumut Punya 1,4 Juta UMKM

Besarnya perhatian terhadap UMKM tidak terlepas dari jumlah pelaku usaha di Sumatera Utara.

Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Provinsi Sumut tahun 2025 yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, terdapat sekitar 1,4 juta unit UMKM di Sumut.

Dari jumlah tersebut, sekitar 98,9 persen merupakan pelaku usaha mikro dan kecil.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan akses pasar menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan ekonomi daerah.

Produk yang dihasilkan pelaku usaha lokal tidak cukup hanya tersedia, tetapi juga membutuhkan jaringan distribusi, pembeli, standar produk, serta akses pasar yang lebih luas.

Karena itu, misi dagang Sumut-Jatim dapat menjadi salah satu sarana mempertemukan kebutuhan tersebut dengan calon mitra usaha.

Bobby Minta UMKM Dikurasi Sebelum Perluas Pasar

Selain memperbesar transaksi, Bobby menyoroti pentingnya kurasi UMKM.

Menurutnya, pelaku usaha perlu disiapkan agar mampu memenuhi standar dan kebutuhan pasar yang dituju. Proses tersebut dapat mencakup seleksi produk, peningkatan kapasitas, pelatihan, hingga pemahaman terhadap karakter pasar.

Pemprov Sumut menilai kurasi menjadi bagian penting agar ekspansi pasar tidak hanya menghasilkan transaksi sesaat, tetapi menciptakan hubungan bisnis yang dapat berlanjut.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga menyatakan Sumut akan membawa misi dagang dan investasi serupa ke Jawa Timur dalam waktu mendatang.

Khofifah Soroti Potensi Kopi Sidikalang

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai kerja sama perdagangan Sumut-Jatim dapat memberikan nilai tambah bagi kedua daerah.

Menurut Khofifah, hubungan perdagangan idealnya berjalan dua arah. Pelaku usaha Jawa Timur dapat memasarkan produknya di Sumut, sementara produk unggulan Sumatera Utara juga memiliki peluang masuk ke pasar Jawa Timur.

Salah satu produk yang disorot Khofifah adalah kopi Sidikalang.

Dia menilai kopi asal Sumut tersebut sudah memiliki nama yang kuat sehingga peluang pengembangannya masih terbuka, terutama apabila kapasitas produksi dapat ditingkatkan.

"Bayangkan saya, kopi Sidikalang brand-nya luar biasa. Nah, pekerjaan rumah kita sama-sama Pak Gubernur, bagaimana produksi kita ditingkatkan," ujar Khofifah.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kerja sama perdagangan tidak hanya berkaitan dengan mempertemukan penjual dan pembeli, tetapi juga menyentuh persoalan kapasitas produksi.

Jatim Tunggu Kunjungan Balasan Sumut

Khofifah juga menyampaikan bahwa Jawa Timur menunggu kunjungan balasan dari Sumatera Utara dengan membawa misi perdagangan yang sama.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat jejaring antarpelaku usaha kedua provinsi sekaligus membuka peluang pertukaran komoditas.

Kerja sama tersebut sebelumnya juga diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama perdagangan yang melibatkan pemerintah, organisasi perdagangan, dan pelaku usaha dari Sumut serta Jatim.

Bagi Sumatera Utara, keberlanjutan kerja sama menjadi penting karena jumlah UMKM yang besar membutuhkan akses pasar yang juga besar.

Dari Transaksi ke Ekspansi Pasar

Misi dagang Sumut-Jatim pada akhirnya menghadirkan dua target sekaligus.

Pertama, meningkatkan nilai transaksi perdagangan antardaerah. Kedua, menjadikan kerja sama tersebut sebagai jalur ekspansi bagi pelaku UMKM.

Dengan nilai transaksi sekitar Rp 2,5 triliun pada kegiatan di Medan dan target berikutnya mencapai Rp 4 triliun, tantangan selanjutnya bukan sekadar meningkatkan angka transaksi.

UMKM Sumut perlu memastikan produk yang ditawarkan memiliki kapasitas produksi, kualitas, standar, dan kontinuitas pasokan untuk memenuhi permintaan pasar.

Jika kerja sama tersebut dapat dilanjutkan secara konsisten, misi dagang tidak hanya menjadi agenda temu bisnis, tetapi juga menjadi salah satu jalur bagi produk lokal Sumatera Utara untuk bergerak dari pasar daerah menuju pasar nasional.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait