Topikseru.com, Medan - Warga Sumatera Utara diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga sangat lebat yang diprakirakan terjadi di sejumlah daerah selama sepekan ke depan. Hujan tersebut berpeluang disertai petir dan angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, kondisi atmosfer yang berkembang saat ini mendukung pembentukan awan hujan di berbagai wilayah Sumatera Utara, termasuk Medan dan daerah sekitarnya.
Ketua Tim Meteorologi Early Warning System BMKG, Martha Rosefina, mengatakan salah satu faktor yang memengaruhi dinamika atmosfer tersebut adalah keberadaan Bibit Siklon Tropis 98B di Teluk Benggala.
Baca Juga:
Fenomena itu memicu terbentuknya belokan angin atau shearline serta daerah konvergensi, yakni wilayah pertemuan atau perlambatan angin yang dapat mendukung pertumbuhan awan hujan.
"Atas kondisi tersebut cuaca di Sumatera Utara dalam sepekan ke depan umumnya didominasi oleh kondisi hujan sedang hingga sangat lebat," kata Martha di Medan, Senin (26/10/2026).
BMKG juga menjelaskan bahwa aktifnya gelombang atmosfer dan tingginya labilitas udara memperkuat peluang terbentuknya awan konvektif yang menghasilkan hujan.
Wilayah yang masuk dalam daftar tersebut meliputi:
Masyarakat tetap perlu memperhatikan prakiraan dan peringatan dini yang diperbarui BMKG sesuai perkembangan kondisi atmosfer.
Belokan angin atau shearline dapat memengaruhi pergerakan massa udara, sedangkan konvergensi menjadi area tempat aliran udara bertemu atau mengalami perlambatan.
Kondisi tersebut dapat membantu udara naik dan membentuk awan konvektif ketika didukung faktor atmosfer lainnya.
Aktivitas gelombang atmosfer dan labilitas udara yang tinggi turut meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan. Kombinasi faktor itu membuat hujan berpotensi turun dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.
BMKG memperingatkan bahwa hujan juga dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang yang bersifat lokal. Potensi tersebut terutama perlu diperhatikan pada siang hingga malam hari.
Karena kondisi cuaca dapat berubah dalam waktu relatif singkat, masyarakat disarankan tidak hanya mengandalkan perkiraan umum, tetapi juga memeriksa peringatan dini untuk wilayah tempat tinggal dan tujuan perjalanan.
Saat hujan turun deras, pengendara disarankan mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan menggunakan lampu kendaraan sesuai kondisi.
Jika jarak pandang memburuk atau hujan disertai petir dan angin kencang, masyarakat sebaiknya mencari tempat berlindung yang aman.
Warga juga perlu memperhatikan lingkungan sekitar, khususnya apabila berada di daerah yang rawan genangan, banjir, atau longsor. Hindari berteduh di bawah pohon maupun dekat papan reklame ketika angin kencang dan petir terjadi.
Langkah antisipasi perlu disesuaikan dengan kondisi setempat. Hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat dapat menimbulkan gangguan meskipun tidak terjadi secara merata di seluruh wilayah.
Pemerintah kabupaten dan kota juga diharapkan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, serta Polri untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan dampak cuaca buruk.
Koordinasi tersebut diperlukan agar informasi peringatan dini dapat diteruskan kepada masyarakat dan langkah penanganan bisa disiapkan apabila terjadi keadaan darurat.
Masyarakat dapat mengikuti pembaruan informasi dari Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I Medan melalui akun media sosial @infobmkgsumut.
Untuk informasi lebih lanjut, warga juga dapat menghubungi layanan Balai Besar MKG Wilayah I Medan melalui nomor 0821-6804-3653 atau mengirimkan pertanyaan ke alamat surel bbmkg1@bmkg.go.id.
Dengan potensi hujan yang meluas dan kemungkinan munculnya petir serta angin kencang, kewaspadaan masyarakat dan kesiapan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko gangguan aktivitas maupun bencana hidrometeorologi.