Topikseru.com - Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) terpantau berada dalam kategori baik hingga sedang. Meski demikian, masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut perlu meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi gelombang setinggi 2,5 meter di sejumlah perairan Sumut pada 21–24 Oktober 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa pemantauan citra satelit hingga 20 Oktober 2026 pukul 12.00 WIB tidak menemukan titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera Utara.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengatakan hasil pemantauan tersebut menjadi bagian dari informasi kondisi lingkungan dan cuaca yang perlu diperhatikan masyarakat.
Baca Juga:
"Sementara hasil pemantauan citra satelit pada 20 Oktober 2026 hingga pukul 12.00 WIB, tidak terdapat titik panas di wilayah Sumatera Utara," kata Hendro di Medan, Selasa (20/10/2026).
BMKG menyebut kualitas udara di sejumlah wilayah berada dalam kategori baik hingga sedang. Meski begitu, masyarakat tetap perlu mengikuti perkembangan informasi cuaca dan kualitas udara, terutama apabila terjadi perubahan kondisi atmosfer.
Tidak ditemukannya titik panas dalam pemantauan satelit pada waktu tersebut juga tidak berarti risiko kebakaran hutan dan lahan telah sepenuhnya hilang. Kondisi dapat berubah sehingga pemantauan secara berkala tetap diperlukan.
Masyarakat dapat mengikuti informasi resmi melalui akun media sosial BBMKG Wilayah I Medan, @infobmkgsumut. Layanan informasi juga tersedia melalui nomor 082168043653 atau email bbmkg1@bmkg.go.id.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Dasmian Sulviani, menyampaikan bahwa potensi gelombang tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat yang beraktivitas di laut.
Wilayah perairan yang berpotensi mengalami gelombang setinggi 1,25–2,5 meter meliputi:
Kecepatan Angin Mencapai 20 Knot
BMKG mencatat pola angin di wilayah utara Sumatera umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan berkisar 8–20 knot.
Kecepatan dan arah angin menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi gelombang laut. Karena itu, masyarakat yang beraktivitas di perairan diminta tidak hanya memperhatikan tinggi gelombang, tetapi juga memperbarui informasi cuaca maritim sesuai wilayah pelayaran masing-masing.
Potensi gelombang 1,25–2,5 meter tidak berarti seluruh perairan akan mengalami kondisi yang sama sepanjang periode tersebut. Keadaan laut dapat berbeda menurut lokasi dan waktu, sehingga informasi terbaru dari BMKG perlu menjadi acuan sebelum melakukan perjalanan.
Masyarakat dapat mengakses pembaruan melalui kanal resmi BBMKG Wilayah I Medan dan BMKG Maritim Belawan sesuai kebutuhan informasi.
Dengan pemantauan kondisi lingkungan dan cuaca secara berkala, masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah antisipasi yang tepat, terutama bagi nelayan dan pengguna transportasi laut yang beraktivitas di wilayah perairan Sumatera Utara.