Selasa, 03 November 2026

Vape Diduga Ganggu Produksi Insulin, Temuan BRIN Jadi Peringatan Serius bagi Pengguna

Rizky Aisyah - Selasa, 03 November 2026 20:18 WIB
Vape Diduga Ganggu Produksi Insulin, Temuan BRIN Jadi Peringatan Serius bagi Pengguna
AI
Ilustrasi penggunaan vape. Penelitian BRIN menemukan potensi gangguan pada sel penghasil insulin dalam pengujian laboratorium. Meski belum membuktikan vape menyebabkan diabetes pada manusia, temuan ini menjadi peringatan tentang risiko rokok elektronik bagi kesehatan.

Topikseru.com - Penggunaan vape atau rokok elektronik tidak bisa lagi dianggap sebagai kebiasaan yang bebas risiko. Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan adanya dampak negatif cairan vape terhadap sel penghasil insulin dalam pengujian laboratorium.

Dalam penelitian tersebut, sebanyak 13 sampel cairan vape diuji menggunakan sel beta pankreas tikus yang dikenal sebagai model MIN6. Hasilnya, sekitar 69 persen sampel menunjukkan efek toksik terhadap sel yang berperan dalam produksi insulin.

Peneliti juga melaporkan penurunan produksi insulin sekitar 20 persen serta gangguan sekresi insulin pada seluruh sampel yang diuji.

Baca Juga:

Temuan ini menjadi peringatan penting, terutama bagi pengguna vape yang menganggap rokok elektronik sepenuhnya aman dibandingkan rokok konvensional.

Sel Penghasil Insulin Mengalami Gangguan

Insulin merupakan hormon yang membantu tubuh mengatur kadar gula darah. Hormon ini diproduksi oleh sel beta di pankreas. Ketika fungsi sel tersebut terganggu, kemampuan tubuh dalam mengendalikan gula darah berpotensi ikut terdampak.

Hasil penelitian BRIN menunjukkan bahwa paparan cairan vape dalam kondisi pengujian laboratorium dapat menimbulkan efek toksik pada sel beta pankreas dan mengganggu fungsi yang berkaitan dengan produksi serta pelepasan insulin.

Meski demikian, hasil tersebut belum membuktikan bahwa pengguna vape pasti akan mengalami diabetes. Penelitian pada sel di laboratorium berbeda dengan penelitian yang mengamati kejadian diabetes pada manusia dalam jangka panjang.

Namun, temuan ini cukup menjadi alasan untuk tidak menganggap vape sebagai produk yang aman bagi kesehatan.

Apakah Vape Bisa Menyebabkan Diabetes?

Pertanyaan ini perlu dijawab secara hati-hati. Penelitian BRIN memberikan bukti awal mengenai potensi gangguan pada sel penghasil insulin, tetapi belum dapat memastikan bahwa vape secara langsung menyebabkan diabetes pada manusia.

Risiko diabetes dipengaruhi berbagai faktor, termasuk keturunan, pola makan, aktivitas fisik, berat badan, dan kondisi kesehatan seseorang. Untuk memastikan hubungan sebab-akibat antara vape dan diabetes, masih dibutuhkan penelitian lanjutan pada manusia.

Artinya, tidak tepat menyimpulkan bahwa setiap pengguna vape akan terkena diabetes. Sebaliknya, tidak tepat pula menggunakan keterbatasan bukti tersebut untuk menyatakan bahwa vape aman.

Vape Bukan Tanpa Risiko

Anggapan bahwa vape hanya menghasilkan uap biasa juga perlu diluruskan. Aerosol rokok elektronik dapat mengandung nikotin dan berbagai bahan kimia, bergantung pada komposisi cairan serta perangkat yang digunakan.

Dampaknya tidak bisa dinilai hanya dari aroma, rasa, atau sensasi saat digunakan. Produk yang terasa ringan belum tentu bebas dari zat yang berpotensi membahayakan tubuh.

Temuan mengenai sel pankreas menambah alasan untuk meneliti dampak rokok elektronik secara lebih menyeluruh, bukan hanya terhadap sistem pernapasan, tetapi juga terhadap fungsi organ lain.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Pegawai Lapas Medan Ditangkap Bawa 599 Vape Diduga Berisi Narkoba, Dijanjikan Upah Rp 20 Juta
Polisi Dilarang Pakai Vape dan Berlaku di Luar Jam Kerja, Ini Aturannya!
ASN Dilarang Menggunakan Vape? Ini Alasan dan Dampak Aturan yang Jadi Sorotan
Larangan Pakai Vape di Lingkungan ASN Sumut Diapresiasi Kapolri
Bengkel Jadi Gudang Penyimpanan 1.152 Vape Narkoba di Percut Sei Tuan Digerebek Polrestabes Medan
Polrestabes Medan Tangkap 2 Perempuan Pengguna Narkoba Vape