Senin, 26 Oktober 2026

Jalinsum Terendam Banjir hingga 30 Cm, Kemacetan di Labuhanbatu Utara Mencapai 2 Kilometer

Rizky Aisyah - Senin, 26 Oktober 2026 11:34 WIB
Jalinsum Terendam Banjir hingga 30 Cm, Kemacetan di Labuhanbatu Utara Mencapai 2 Kilometer
Antara
Hujan deras menyebabkan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di kawasan Bandar Durian, Labuhanbatu Utara, terendam banjir pada 24 Oktober 2026. Ketinggian air mencapai 30 sentimeter dan memicu kemacetan hingga 2 kilometer.

Topikseru.com, Labuhanbatu Utara -Hujan deras yang mengguyur wilayah Sumatera Utara menyebabkan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Dusun Suka Maju, Desa Bandar Durian, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara, terendam banjir pada Sabtu (24/10/2026).

Genangan air mencapai ketinggian sekitar 30 sentimeter dan membentang sepanjang kurang lebih 50 meter. Kondisi tersebut menghambat arus kendaraan hingga menimbulkan kemacetan sepanjang sekitar 2 kilometer.

Berdasarkan laporan BPBD Sumatera Utara yang dikutip Sumut Pos pada Minggu (25/10/2026), banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Hingga laporan disampaikan, genangan masih mencapai 30 sentimeter dan lalu lintas belum sepenuhnya lancar.

Baca Juga:

Genangan Hambat Perjalanan di Jalur Utama

Jalinsum merupakan jalur penting yang menghubungkan sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Genangan di kawasan Bandar Durian membuat kendaraan harus melintas dengan hati-hati, sehingga perjalanan pengendara menjadi lebih lambat.

Kemacetan sepanjang 2 kilometer juga berpotensi mengganggu perjalanan kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan pengangkut barang yang melintasi jalur tersebut.

BPBD Sumut berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk menangani kondisi banjir dan memantau situasi di lokasi terdampak. Pengendara diimbau berhati-hati ketika melintasi jalan yang masih tergenang.

Banjir Juga Melanda Sejumlah Wilayah Sumut

Banjir di Labuhanbatu Utara bukan satu-satunya kejadian yang dilaporkan pada akhir pekan tersebut. Cuaca ekstrem juga menyebabkan banjir di Kabupaten Labuhanbatu dan Tapanuli Selatan, serta longsor di sejumlah wilayah lainnya.

Di Kota Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, sedikitnya 100 rumah warga di Kecamatan Rantau Utara dan Rantau Selatan dilaporkan terendam banjir. Sementara itu, banjir di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, sebelumnya merendam tiga rumah dan satu tempat usaha sebelum air surut.

Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa hujan deras dapat mengganggu permukiman sekaligus akses transportasi yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas.

Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem

BMKG Wilayah I Medan memperingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumatera Utara hingga 27 Oktober 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, petir, dan angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah kawasan.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko banjir dan longsor, terutama di wilayah yang rawan genangan atau berada di sekitar aliran sungai.

Masyarakat yang hendak melakukan perjalanan antardaerah disarankan memantau informasi cuaca dan kondisi jalan sebelum berangkat. Jika menemukan genangan yang cukup tinggi atau arus air yang deras, pengendara sebaiknya tidak memaksakan diri melintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Lahan Terbakar di Sumut Capai 308,87 Hektare, Labuhanbatu Jadi Wilayah Paling Terdampak
Mengapa Sarang Burung Walet Bisa Bernilai Mahal? Ini Rahasia di Balik Harganya
Medan Waspada Banjir 24–25 Oktober, 53 Personel BPBD Disiagakan
Tersembunyi di Balik Perkampungan, Paepira Lakeside Menawarkan Sudut Danau Toba yang Berbeda
Mengenal Kidu-Kidu, Kuliner Khas Karo yang Tidak Semua Orang Berani Mencobanya
Kuliner Khas Medan yang Mulai Jarang Ditemukan, Masih Ingat Kuliner Ini?