Kamis, 29 Oktober 2026

Salam Tiga Jari Ramai di Indonesia, Bukan Sekadar Gestur tetapi Simbol Perlawanan

Rizky Aisyah - Kamis, 29 Oktober 2026 11:55 WIB
Salam Tiga Jari Ramai di Indonesia, Bukan Sekadar Gestur tetapi Simbol Perlawanan
Radar Solo
Bukan sekadar gaya tangan! Salam tiga jari memiliki sejarah panjang sebagai simbol solidaritas, kebebasan, dan perlawanan.

Topikseru.com -Salam tiga jari kembali menjadi sorotan setelah digunakan dalam aksi mahasiswa dan masyarakat sipil pada 28 Oktober 2026. Gestur yang dikenal dengan istilah three-finger salute ini terlihat dalam gerakan #IndonesiaSadar yang berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Simbol tersebut menarik perhatian karena memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar gerakan tangan. Dalam konteks aksi sosial dan politik, salam tiga jari kerap digunakan untuk menunjukkan solidaritas, menyampaikan kritik, serta mengekspresikan perlawanan terhadap kekuasaan yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat.

Dalam aksi #IndonesiaSadar, salam tiga jari muncul bersama slogan "Sadar Dipalak, Sadar Dibakar, Sadar Dimiskinkan". Pesan tersebut digunakan peserta aksi untuk menyuarakan keresahan terhadap berbagai persoalan sosial, lingkungan, ekonomi, penegakan hukum, dan kebebasan sipil.

Baca Juga:

Gerakan ini menjadi salah satu bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa dan masyarakat sipil. Namun, makna simbol tersebut tetap perlu dipahami berdasarkan konteks gerakan yang menggunakannya.

Apa Makna Salam Tiga Jari?

Salam tiga jari dapat dimaknai sebagai simbol solidaritas dan perlawanan. Ketika digunakan dalam demonstrasi, gestur ini menjadi cara untuk menunjukkan dukungan terhadap suatu gerakan atau menyampaikan sikap terhadap persoalan yang sedang diperjuangkan.

Simbol tersebut juga kerap dikaitkan dengan nilai kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan. Maknanya dapat berbeda sesuai dengan latar belakang gerakan dan pesan yang ingin disampaikan oleh penggunanya.

Salah satu kekuatan salam tiga jari terletak pada bentuknya yang sederhana dan mudah dikenali. Tanpa harus membawa tulisan panjang, seseorang dapat menggunakan gestur tersebut untuk menunjukkan dukungan terhadap suatu gerakan.

Ketika foto dan video aksi tersebar di media sosial, makna simbol ini juga ikut menyebar kepada masyarakat yang tidak hadir secara langsung di lokasi demonstrasi.

Berawal dari The Hunger Games

Salam tiga jari dikenal luas melalui seri novel dan film The Hunger Games karya Suzanne Collins.

Dalam cerita tersebut, masyarakat menggunakan salam tiga jari sebagai tanda penghormatan, rasa terima kasih, kekaguman, dan perpisahan. Seiring berkembangnya cerita, gestur tersebut berubah menjadi simbol solidaritas dan perlawanan terhadap kekuasaan Capitol yang menindas masyarakat.

Perubahan makna ini membuat salam tiga jari tidak hanya dikenal sebagai bagian dari budaya populer, tetapi juga diadopsi dalam gerakan sosial di dunia nyata.

Sejumlah gerakan pro-demokrasi di Asia Tenggara, termasuk di Thailand dan Myanmar, pernah menggunakan simbol serupa untuk menyampaikan aspirasi mengenai kebebasan dan demokrasi.

Mengapa Salam Tiga Jari Digunakan dalam Aksi di Indonesia?

Di Indonesia, penggunaan salam tiga jari kembali mendapat perhatian melalui aksi #IndonesiaSadar pada 28 Oktober 2026.

Dalam aksi tersebut, simbol ini menjadi bagian dari pesan yang dibawa mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil untuk menyuarakan kritik terhadap sejumlah persoalan nasional.

Slogan "Sadar Dipalak, Sadar Dibakar, Sadar Dimiskinkan" menggambarkan keresahan yang ingin disampaikan peserta aksi. Kritik tersebut berkaitan dengan berbagai persoalan yang mereka soroti, termasuk kondisi sosial, eksploitasi alam, penegakan hukum, dan kebebasan sipil.

Dengan demikian, salam tiga jari dalam aksi tersebut dapat dipahami sebagai simbol penyampaian aspirasi dan solidaritas. Penggunaannya tidak otomatis menunjukkan bahwa semua orang yang mengangkat tiga jari memiliki pandangan atau tuntutan yang sama.

Bukan Sekadar Tren di Media Sosial

Ramainya salam tiga jari di media sosial menunjukkan bagaimana sebuah simbol dapat menyebarkan pesan secara luas. Gestur yang terlihat sederhana bisa membawa makna sosial dan politik ketika digunakan dalam konteks tertentu.

Meski demikian, memahami simbol ini tidak cukup hanya dengan melihat bentuk tangannya. Konteks aksi, slogan yang menyertainya, serta pihak yang menggunakannya turut menentukan pesan yang ingin disampaikan.

Salam tiga jari pada akhirnya menjadi contoh bagaimana budaya populer dapat berkembang menjadi bahasa visual dalam gerakan sosial. Di tengah penyebaran informasi melalui media sosial, simbol ini digunakan untuk menyampaikan solidaritas, kritik, dan aspirasi tanpa harus selalu mengandalkan kata-kata.

Bagi masyarakat, memahami makna salam tiga jari juga menjadi pengingat pentingnya melihat konteks sebelum menyimpulkan pesan di balik sebuah gestur.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Hadirkan Kemudahan Perjalanan, KAI Sumut Perkuat Peran Garda Terdepan Layanan Pelanggan
Pembalut Kena PPN, Beras dan Telur Bebas Pajak? Ini Aturan yang Berlaku
Alvin Tedjo, Keturunan Indonesia yang Menang Pilwalkot Mississauga, Kalahkan Petahana dan Mantan Wali Kota
Dramatis! Indonesia U-15 Singkirkan Moldova 9-8 Lewat Adu Penalti, Panama Menanti di 16 Besar
BEI Tebar Dividen Khusus Rp 1,564 Triliun, Bidik Transaksi Harian Rp 21 Triliun pada 2027
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, Mengapa Sebagian Masyarakat Masih Merasa Hidup Makin Sulit?