Selasa, 29 September 2026

Rupiah Spot Semakin Tertekan Ditutup di Level Rp16.482 Per Dolar AS

Mhd Rabbani - Selasa, 09 September 2025 18:10 WIB
Rupiah Spot Semakin Tertekan Ditutup di Level Rp16.482 Per Dolar AS
Rupiah
Topikseru.com - Pada akhir perdagangan hari ini. Selasa (9/9/2025) rupiah spot semakin tertekan ditutup di level Rp 16.482 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah anjlok 1,04% dibanding penutupan hari sebelumnya di Rp 16.310 per dolar AS. Alhasil, rupiah juga masih menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia. Di mana mata uang di kawasan bervariasi dengan kecenderungan menguat. Di mana, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah ditutup melonjak 0,39%. Selanjutnya ada yen Jepang yang menanjak 0,18% dan ringgit Malaysia yang terkerek 0,17%. Disusul, rupee India yang terangkat 0,13%. Berikutnya, dolar Singapura naik 0,07% dan yuan China terapresiasi 0,06%. Lalu ada dolar Hongkong yang menguat tipis 0,03%. Sementara itu, peso Filipina berada satu level lebih baik dari rupiah setelah ditutup koreksi 0,49%. Diikuti, won Korea Selatan yang turun 0,14%. Kemudian ada baht Thailand yang melemah tipis 0,04% terhadap the greenback di sore ini. Analis mata uang Doo Financial Futures: Rupiah Berpotensi Melemah Setelah Pergantian Sri Mulyani Rupiah ditutup menguat seiring melemahnya dolar Amerika Serikat (AS). Namun, pengumuman reshuffle kabinet Presiden Prabowo kemarin sore, Senin (8/9/2025), berpotensi melemahkan rupiah untuk perdagangan hari ini, Selasa (9/9/2025). Melansir Bloomberg, rupiah spot pada Senin (8/9/2025) ditutup menguat 0,75% ke level Rp 16.310 per dolar AS. Sedangkan mengacu Trading Economics, indeks dolar AS (DXY) pada Senin (8/9/2025) pukul 17.25 WIB berada di level 97,743 atau terkoreksi 0,02% secara harian, turun 0,03% secara mingguan, dan melemah 0,79% secara bulanan. Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, penguatan rupiah pada umumnya terjadi karena dolar AS sedang melemah. Rupiah dan mata uang regional menguat di tengah sentimen risk on oleh meningkatnya prospek pemangkasan suku bunga The Fed,” ujarnya kepada Kontan, Senin (8/9/2025). Adapun hari ini Selasa (9/9/2025), Lukman melihat rupiah akan berbalik melemah dan ditutup di kisaran Rp 16.350–Rp 16.500 per dolar AS. “Pelemahan hari ini menyusul konfirmasi reshuffle kabinet yang di mana salah satunya Ibu Sri Mulyani diganti. Ini telah menyebabkan sentimen risk off di pasar domestik,” pungkasnya.

Sumber
:
Berita Terkait
Baznas Sumut Himpun Zakat Rp11,5 Miliar
Dari Loket ke Genggaman, 81 Tahun KAI Sumut Ikuti Perubahan Cara Masyarakat Bepergian
DKPP Pecat dari Kursi Ketua Bawaslu Labuhanbatu, Dua Perkara Etik Disanksi
KPPU Kanwil I Catat 21 Laporan Masuk Sepanjang 2026
KPK Geledah Kantor PT Bela Parahiyangan, Usut Dugaan Uang HGB ATR/BPN
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dan Kodam I/Bukit Barisan Perkuat Sinergi Jaga Kelancaran Distribusi Energi