Rabu, 30 September 2026

IHSG Mencatat Kenaikan 0,6% dan Tetap Berada Dalam Tren Bullish Dalam Sepekan

Mhd Rabbani - Sabtu, 27 September 2025 08:56 WIB
IHSG Mencatat Kenaikan 0,6% dan Tetap Berada Dalam Tren Bullish Dalam Sepekan
IHSG
Topikseru.com - Pada akhir perdagangan Jumat (26/9) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 58,66 poin atau 0,73% ke level 8.099,33 di pasar spot. Dalam sepekan, IHSG mencatat kenaikan 0,6% dan tetap berada dalam tren bullish. VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, mengatakan ada dua katalis utama yang menopang IHSG dalam sepekan terakhir. Pertama, penguatan saham-saham konglomerasi setelah rebalancing indeks global seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan FTSE. Kedua, kenaikan harga komoditas, terutama logam dan bahan baku seperti emas dan tembaga. Namun, depresiasi rupiah dinilai masih menjadi risiko dalam beberapa waktu ke depan. "IHSG dalam sepekan terakhir bergerak mixed dan ditutup menguat tipis sebesar 0,6% ke level 8.099, dengan pergerakan dalam tren bullish untuk jangka pendek hingga panjang," ujar Audi kepada Kontan, Jumat (26/9). Penguatan IHSG Disertai Kenaikan Volume Beli Secara terpisah, Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menuturkan bahwa penguatan IHSG pekan lalu disertai peningkatan volume pembelian investor. Menurutnya, ada tiga faktor utama yang menggerakkan pasar saham: Harga komoditas dunia, terutama emas, yang menunjukkan tren kenaikan. Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed), yang memicu kenaikan yield US Treasury dan membuat investor berhati-hati. Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, yang menekan sebagian sektor. Proyeksi IHSG dan Level Support–Resistance Untuk perdagangan Senin (29/9), Herditya memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat terbatas. Ia memproyeksikan level support di 8.070 dan resistance di 8.109. Pergerakan indeks pada awal pekan depan diperkirakan akan dipengaruhi dua faktor dominan: harga komoditas global dan tren pelemahan nilai tukar rupiah. Rekomendasi Saham Pilihan Analis Dalam kondisi pasar saat ini, Herditya merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai menarik secara teknikal dan fundamental: PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN): Target harga: Rp 825 – Rp 875 per saham PT Sentul City Tbk (BKSL): Target harga: Rp 148 – Rp 154 per saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA): Target harga: Rp 2.170 – Rp 2.250 per saham FAQ: Info yang Banyak Dicari Pembaca 1. Apakah IHSG masih berpotensi menguat minggu depan? Ya, analis melihat ruang kenaikan terbatas selama harga komoditas menguat dan aksi beli asing tetap terjaga. 2. Sektor apa yang diuntungkan dari pelemahan rupiah dan kenaikan komoditas? Sektor tambang, metal, dan energi cenderung mendapat sentimen positif, sementara sektor berbasis impor bisa tertekan. 3. Apakah net buy asing berperan dalam penguatan IHSG? Pada perdagangan Jumat (26/9), asing mencatat net buy signifikan dan menjadi salah satu faktor penopang indeks.

Sumber
:
Berita Terkait
Baznas Sumut Himpun Zakat Rp11,5 Miliar
Dari Loket ke Genggaman, 81 Tahun KAI Sumut Ikuti Perubahan Cara Masyarakat Bepergian
DKPP Pecat dari Kursi Ketua Bawaslu Labuhanbatu, Dua Perkara Etik Disanksi
KPPU Kanwil I Catat 21 Laporan Masuk Sepanjang 2026
KPK Geledah Kantor PT Bela Parahiyangan, Usut Dugaan Uang HGB ATR/BPN
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dan Kodam I/Bukit Barisan Perkuat Sinergi Jaga Kelancaran Distribusi Energi