Kamis, 24 September 2026

Bitcoin Rebound ke US$78.500, Terdorong Kinerja Big Tech AS dan Sentimen AI

Muchlis - Jumat, 01 Mei 2026 22:41 WIB
Bitcoin Rebound ke US$78.500, Terdorong Kinerja Big Tech AS dan Sentimen AI
Bitcoin hari ini
Topikseru.com - Harga Bitcoin kembali menguat ke level US$78.500, seiring pulihnya sentimen pasar global terhadap aset berisiko. Penguatan ini terjadi bersamaan dengan reli di pasar saham, khususnya setelah sejumlah raksasa teknologi Amerika Serikat merilis laporan keuangan yang solid dan melampaui ekspektasi. [irp posts="42168" ]

Laporan Big Tech Jadi Katalis

Kenaikan Bitcoin dipicu oleh laporan kinerja dari perusahaan teknologi besar seperti Apple, yang menyusul hasil positif dari:
  • Alphabet
  • Microsoft
  • Meta
  • Amazon
Perusahaan-perusahaan tersebut mencatat pertumbuhan pendapatan dua digit, yang memperkuat narasi ekspansi sektor kecerdasan buatan (AI) dan menarik kembali minat investor ke saham teknologi dan kripto. Namun, analis menilai penguatan ini lebih mencerminkan relief rally ketimbang sinyal dimulainya tren bullish jangka panjang.

Tekanan Masih Membayangi Pasar

Menurut catatan Mercado Bitcoin, pasar kripto masih menghadapi sejumlah tekanan struktural dalam jangka pendek. Faktor-faktor tersebut meliputi:
  • Menurunnya ekspektasi pemangkasan suku bunga
  • Arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot (lebih dari US$400 juta)
  • Risiko geopolitik yang meningkat
Kondisi ini membuat pasar tetap rentan terhadap volatilitas tinggi.

Minyak dan Inflasi Jadi Risiko Tambahan

Kenaikan harga minyak global akibat konflik di kawasan Iran serta gangguan di Selat Hormuz menjadi faktor penting yang perlu dicermati. Harga energi yang tinggi berpotensi mendorong inflasi, sehingga bank sentral cenderung menahan suku bunga tinggi lebih lama. Dampaknya, aset berisiko seperti kripto bisa tertekan karena investor beralih ke instrumen yang lebih aman seperti obligasi.

Sikap The Fed dan Dampaknya ke Kripto

Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%. Meski demikian, terdapat perbedaan pandangan internal yang cukup besar, dengan jumlah dissenting votes tertinggi sejak 1992. Kepala riset Mercado Bitcoin, Rony Szuster, menyebut pasar kini tengah menyesuaikan ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter. "Dalam jangka pendek, pasar akan tetap volatil dan sangat responsif terhadap data ekonomi," ujarnya. [irp posts="38713" ]

Pergantian Kepemimpinan The Fed Jadi Sorotan

Masa jabatan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed akan berakhir pada 15 Mei. Sementara itu, Kevin Warsh menurut informasi akan memimpin rapat FOMC pada Juni. Preferensi Warsh terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat berpotensi menjadi katalis volatilitas tambahan di pasar.

Level Kunci: US$80.000

Secara teknikal, level US$80.000 menjadi titik krusial bagi Bitcoin. Jika berhasil ditembus → berpotensi menarik gelombang pembeli baru Jika gagal → risiko aksi jual meningkat, terutama dari posisi leverage Dengan berbagai faktor yang masih bergejolak, investor harus tetap waspada terhadap dinamika pasar dalam waktu dekat.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Pergerakan Valas Masih Dipengaruhi Divergensi Bank Sentral dan Geopolitik
Harga Emas Spot Kembali Menguat dan Mencapai Level Tertinggi dalam Sepekan
The Fed Kerek Suku Bunga 25 Bps, Tokocrypto Peringatkan Risiko Pasar Kripto
Analis Pasar: IHSG Diperkirakan Masih Berada dalam Fase Konsolidasi
Rupiah Anjlok ke Rp 17.753/US$, Tertekan Suku Bunga The Fed dan Ketegangan Trump-Warsh
Harga Emas Spot Terkoreksi 0,74% Tersudut di Level US$ 4.376,10 per Ons Troi