Rabu, 23 September 2026

Sensus Ekonomi 2026 di Sumut Butuh 13.000 Petugas

Agus Supratman - Jumat, 06 Maret 2026 15:44 WIB
Sensus Ekonomi 2026 di Sumut Butuh 13.000 Petugas
Topikseru.com, Medan – Sensus Ekonomi 2026 di Sumut diperkirakan membutuhkan sekitar 13.000 petugas. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Hasil sensus tersebut diharapkan dapat membantu perencanaan dan penyelenggaraan pembangunan di Sumut secara lebih terarah dan berbasis data. Hal itu dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Asim Saputra saat berkunjung ke Pemprov Sumut , Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (6/3/2026). Saat ini BPS tengah menyiapkan petugas sensus. Secara nasional dibutuhkan sekitar 190.000 petugas Sensus Ekonomi 2026, sedangkan di Sumut diperkirakan membutuhkan sekitar 13.000 petugas. Petugas sensus tersebut akan direkrut dari kalangan mahasiswa, dosen, akademisi, serta masyarakat umum yang memenuhi persyaratan. Program ini juga menjadi bagian dari kegiatan padat karya. “Perekrutan petugas sensus ekonomi dimulai pada April. Mereka akan mendapatkan pelatihan selama tiga minggu secara kontiniu. Sensus ekonomi akan dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2026,” kata Asim. Untuk itu, BPS Sumut mengharapkan dukungan penuh dari Pemprov Sumut guna memastikan partisipasi aktif masyarakat dan para pelaku usaha. Data akurat dari sensus ini akan menjadi fondasi bagi pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota dalam menyusun strategi pembangunan ekonomi yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Sensus ini akan memotret seluruh unit usaha nonpertanian. Tujuannya untuk mengetahui sektor ekonomi unggulan di setiap kabupaten/kota, mengidentifikasi penyebaran pelaku usaha mulai dari skala kecil (UMKM) hingga besar, serta menjadi bahan evaluasi dan tolok ukur terhadap kebijakan ekonomi yang telah berjalan. Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Sulaiman Harahap mengatakan, melalui sensus ekonomi, kata Sulaiman, akan diperoleh gambaran kondisi riil dunia usaha, mulai dari usaha mikro hingga usaha besar. Data yang dihasilkan dari sensus ini dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah yang akurat, mulai dari tingkat desa hingga provinsi. “Pada prinsipnya kami mendukung Sensus Ekonomi 2026, karena dalam pembangunan memang membutuhkan data. Pemprov Sumut siap bersinergi dengan BPS Sumut dalam hal sumber daya manusia dan juga publikasi untuk menyukseskan terselenggaranya Sensus Ekonomi 2026,” ujar Pj Sekda. Diketahui, Sensus Ekonomi dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Hasil pendaftaran Sensus Ekonomi 2016 menunjukkan terdapat 1,18 juta usaha/perusahaan nonpertanian di Sumut yang dikelompokkan dalam 13 kategori lapangan usaha sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2015.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Gubsu Ajak Masyarakat dan Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Pertumbuhan Ekonomi Padang Sidimpuan Tumbuh 4,82 Persen, Jasa Pendidikan Jadi Motor Utama
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Padang Lawas Turun Jadi 4,69 Persen pada 2025, Terendah di Sumut
Realisasi PAD Langkat Baru 22,14 Persen hingga Juli 2026, Pajak Daerah Jadi Penyumbang Terbesar
Rata-Rata Lama Sekolah di Padang Lawas Naik Jadi 9,64 Tahun pada 2025, Masih di Bawah Rata-rata Sumut
Tingkat Pengangguran Sumut Meningkat, Ini Daftar Kabupaten dan Kota dengan TPT Tertinggi