Kamis, 24 September 2026

Mengulik Makna Film Esok Tanpa Ibu Karya Gina S Noer, Angkat Anticipatory Grief

Muchlis - Selasa, 16 Desember 2025 00:10 WIB
Mengulik Makna Film Esok Tanpa Ibu Karya Gina S Noer, Angkat Anticipatory Grief
Film Esok Tanpa Ibu
Topikseru.com - Penulis dan sineas Gina S. Noer mengungkapkan bahwa film Esok Tanpa Ibu mengolah tema duka dari sudut pandang yang jarang diangkat dalam sinema Indonesia, yakni anticipatory grief atau duka yang hadir sebelum kehilangan benar-benar terjadi. Gina, yang menggarap skenario film tersebut bersama Diva Apresya dan Melarissa Sjarief, menyebut anticipatory grief sebagai bentuk “perfect grief”, karena perasaan kehilangan sudah dirasakan sejak seseorang menyadari bahwa perpisahan suatu saat tak terelakkan. "Ini adalah duka yang jarang dibahas, yaitu perasaan berduka karena kita tahu sesuatu akan terjadi, misalnya orang terdekat sakit atau orang tua semakin menua," kata Gina saat konferensi pers peluncuran poster dan cuplikan film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) di kawasan Senayan, Jakarta, Senin.

Sci-Fi yang Memilih Optimisme

Berbeda dengan film fiksi ilmiah (science fiction) yang kerap menggambarkan masa depan secara kelam, Gina menjelaskan Esok Tanpa Ibu justru menawarkan pandangan optimistis tentang masa depan. Optimisme tersebut tercermin lewat karakter Laras dan orang-orang yang memiliki semangat serupa, yang tetap berharap dan berjuang demi generasi mendatang meski harus berhadapan dengan alam yang rusak. "Mereka tetap mencoba menumbuhkan bunga-bunga, meskipun dunia sedang berada dalam kondisi yang tidak ideal," ujar Gina. Menurut Gina, pendekatan tersebut terinspirasi dari sosok Rendy Aditya, seorang pengolah limbah di Parongpong, Bandung. Rendy mempertanyakan mengapa cerita fiksi ilmiah kerap terasa suram, seolah tak memberi ruang bagi manusia yang mencintai bumi dan berusaha menggunakan teknologi demi masa depan lingkungan yang lebih baik. Menariknya, Gina menyebut nama anak Rendy, Rama, sama dengan nama tokoh utama dalam film Esok Tanpa Ibu yang diperankan oleh Ali Fikry.

Duka sebagai Benih Harapan

Penulis sekaligus sutradara Diva Apresya menambahkan bahwa film ini diharapkan dapat mengajak penonton berpikir lebih jauh, tidak hanya larut dalam kesedihan, tetapi juga mempertanyakan peran masing-masing individu terhadap masa depan bumi. "Duka yang dialami saat pandemi bisa menjadi pelajaran, seperti biji yang tertutup tanah, terkena hujan, lalu tumbuh kembali," kata Diva. Menurutnya, pesan utama film ini adalah harapan akan selalu ada, selama manusia mau mengakui duka dan bersedia bergandengan tangan menghadapi masa depan.

Dian Sastrowardoyo Perankan AI Bernama i-BU

Sementara itu, Dian Sastrowardoyo, yang berperan sebagai Laras sekaligus karakter kecerdasan artifisial (AI) bernama i-BU, menjelaskan bahwa film ini menampilkan evolusi AI dalam berbagai tahap kecanggihan. "Yang nanti ditonton di bioskop pada 22 Januari 2026 adalah AI yang lebih canggih lagi. Itu sudah lebih menyerupai manusia, dan itu yang mungkin terasa lebih menyeramkan karena kita belum pernah benar-benar berhadapan dengan yang seperti itu," ujar Dian. Dia berharap karakter i-BU dapat menjadi refleksi bagi para orang tua mengenai pentingnya komunikasi dengan anak, serta kesiapan untuk terus memperbarui diri agar tetap relevan dalam merespons dinamika kehidupan anak-anak mereka. "Orang tua tidak pernah tahu sampai kapan waktu yang dimiliki untuk bisa bersama anak-anaknya. Kesadaran itu penting," kata Dian. Film Esok Tanpa Ibu dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 22 Januari 2026.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Film Solata Gagal Bersinar di Festival Film Bandung, Justru Panen Penghargaan Internasional di Eropa
Film Cek Khodam Siap Tayang, Kisah Dunia Gaib yang Kalah oleh Konten Viral Media Sosial
Iko Uwais Angkat Pencak Silat Lewat Film “Ikatan Darah”, Siap Tayang 30 April 2026
Daftar Situs Film Indonesia Ilegal yang Masih Aktif di Akhir 2025, Jangan Sampai Terkecoh!
Yandex RU 24: Solusi Praktis Streaming Film Favorit Tanpa Hambatan Akses dan VPN
Deretan Film Indonesia, Barat dan Korea yang Tayang di Bioskop Indonesia Sepanjang Juli 2025