TOPIKSERU.COM - Mata ikan atau clavus adalah penebalan kulit berbentuk bulat dengan inti keras di tengah yang terasa nyeri saat ditekan atau ketika berjalan.
Kondisi ini biasanya muncul di telapak kaki, tumit, atau sela jari akibat gesekan atau tekanan berulang.
Ditinjau secara medis oleh: dr. R. Andika Prasetyo, SpKK – Dokter Spesialis Kulit & Kelamin, anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI).
Mata ikan sering disalahartikan sebagai kapalan (callus), padahal berbeda. Kapalan lebih lebar, tidak terlalu nyeri, dan tidak memiliki inti keras seperti mata ikan.
Menurut American Academy of Dermatology (AAD), meski tidak berbahaya, mata ikan dapat sangat mengganggu aktivitas, terutama bagi orang yang banyak berjalan, berlari, atau mengenakan sepatu yang kurang sesuai.
Beberapa faktor utama penyebab terbentuknya mata ikan adalah:
Sepatu terlalu sempit menekan jari dan telapak kaki.
Sepatu terlalu longgar membuat kaki bergesekan berulang kali.
Sepatu berhak tinggi mengalihkan beban tubuh ke bagian depan kaki sehingga menambah tekanan.
Kaus kaki berfungsi sebagai pelindung kulit. Tidak mengenakannya atau memilih kaus kaki tipis dapat meningkatkan risiko.
Kebiasaan berjalan di permukaan kasar tanpa alas kaki memperbesar kemungkinan munculnya penebalan kulit.
Tekanan yang tidak merata pada telapak kaki, misalnya berjalan berjinjit, mempercepat pembentukan mata ikan.
Selain gesekan, faktor berikut memperbesar risiko:
Kelainan bentuk jari kaki (hammer toe atau bunion).
Taji tulang (bone spur) yang memberi tekanan ekstra.
Hiperhidrosis (keringat berlebih) pada kaki.
Bekas luka atau kutil plantar.
Obesitas, karena beban tubuh berlebih menambah tekanan pada telapak kaki.
Ciri-ciri mata ikan yang umum antara lain:
Benjolan kecil dengan pusat keras.
Rasa nyeri saat ditekan atau ketika berjalan.
Kulit di sekitar benjolan tampak tebal dan kering.
Kadang disertai kemerahan atau iritasi.
Jika tidak ditangani, mata ikan bisa semakin dalam dan menimbulkan rasa sakit yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Rendam kaki selama 15–20 menit untuk melembutkan kulit keras. Setelah itu, keringkan sebelum melakukan perawatan lanjutan.
Gosok perlahan bagian yang menebal setelah direndam. Hindari menggosok terlalu keras agar tidak melukai kulit.
Produk ini membantu melarutkan penumpukan keratin. Namun, tidak disarankan untuk penderita diabetes tanpa konsultasi dokter.
Plester medis dengan bahan keratolitik dapat melembutkan jaringan keras secara bertahap.
Jika mata ikan parah, dokter dapat melakukan:
Debridement: mengangkat jaringan keras dengan pisau bedah.
Cryotherapy: membekukan jaringan dengan nitrogen cair.
Pembedahan kecil untuk mengangkat inti mata ikan.
Beberapa bahan alami yang bermanfaat:
Minyak jarak → melembapkan kulit keras.
Bawang putih → antibakteri alami.
Cuka apel → melunakkan penebalan kulit.
Langkah pencegahan sederhana yang bisa dilakukan:
Gunakan sepatu dengan ukuran pas dan nyaman.
Selalu kenakan kaus kaki bersih.
Hindari berjalan tanpa alas kaki di permukaan keras.
Rutin memotong kuku agar tidak menekan kulit.
Jaga berat badan ideal untuk mengurangi tekanan pada telapak kaki.
Lakukan perawatan kaki rutin, seperti pelembap atau scrub.
Segera temui dokter kulit atau ortopedi jika:
Nyeri semakin parah dan mengganggu aktivitas.
Tidak ada perbaikan setelah perawatan mandiri.
Muncul tanda infeksi (kemerahan, bengkak, keluar nanah).
Anda penderita diabetes atau gangguan sirkulasi darah.
Mata ikan ringan bisa hilang jika sumber gesekan dihilangkan. Namun, pada kasus nyeri, biasanya membutuhkan perawatan tambahan.
Kapalan luas dan tidak nyeri, sedangkan mata ikan bulat dengan inti keras di tengah yang terasa sakit saat ditekan.
Tidak. Mata ikan bukan penyakit menular, melainkan reaksi kulit terhadap gesekan atau tekanan.
Perawatan medis seperti debridement atau cryotherapy lebih cepat dan efektif dibandingkan perawatan rumahan.
Tidak disarankan karena bisa menyebabkan infeksi.
Tidak dianjurkan tanpa pengawasan dokter karena risiko luka lebih tinggi.
Gunakan sepatu yang tepat, kaus kaki bersih, jaga kebersihan kaki, dan lakukan perawatan kulit rutin.
American Academy of Dermatology (AAD) – Corns and Calluses: Diagnosis and Treatment
Mayo Clinic – Corns and Calluses: Symptoms and Causes
Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) – Edukasi Kesehatan Kulit
Mata ikan pada telapak kaki bukan penyakit berbahaya, tetapi bisa sangat mengganggu kenyamanan. Penyebab utamanya adalah gesekan dan tekanan berulang, biasanya akibat sepatu yang tidak sesuai.
Perawatan dapat dilakukan dengan air hangat, batu apung, salep asam salisilat, hingga tindakan medis bila diperlukan. Pencegahan menjadi kunci utama agar mata ikan tidak kambuh, yaitu dengan memilih alas kaki yang tepat, menjaga kebersihan kaki, dan mengontrol faktor risiko.
Dengan langkah perawatan yang tepat, Anda bisa tetap beraktivitas tanpa terganggu rasa sakit akibat mata ikan.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan konsultasi dengan tenaga medis profesional. Jika Anda mengalami keluhan serius, segera temui dokter.