Kamis, 24 September 2026

dr Boyke Ingatkan Pentingnya Premarital Check-up Sebelum Menikah, Ini yang Perlu Diperiksa

Muchlis - Rabu, 02 September 2026 05:08 WIB
dr Boyke Ingatkan Pentingnya Premarital Check-up Sebelum Menikah, Ini yang Perlu Diperiksa
dr Boyke menjelaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum menikah
Topikseru.com - Pernikahan bukan hanya soal kesiapan mental dan finansial. Kondisi kesehatan calon pasangan, terutama yang berkaitan dengan kesuburan dan organ reproduksi, juga perlu diperhatikan sejak sebelum menikah. Seksolog dan dokter Boyke Dian Nugraha mengingatkan pasangan yang hendak menikah untuk mempertimbangkan premarital check-up atau pemeriksaan kesehatan pranikah. Menurut dia, pemeriksaan tersebut dapat membantu pasangan mengetahui kondisi kesehatan masing-masing sekaligus mempersiapkan kehamilan dengan lebih matang. “Seperti orang mau lomba lari, tentu harus ada persiapan. Begitu juga dengan kehamilan, perlu persiapan agar hasilnya bayi yang sehat,” ujar dr Boyke dalam tayangan YouTube Kacamata dr Boyke yang dikutip Sabtu (11/4/2026).

Pemeriksaan Pranikah Tak Sekadar Cek Kesuburan

Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah tidak hanya ditujukan untuk mengetahui apakah seseorang subur atau tidak. Menurut dr Boyke, kondisi kesehatan umum calon pasangan juga perlu diperiksa. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain kadar hemoglobin (HB), tekanan darah, serta pemeriksaan terhadap penyakit tertentu seperti diabetes. Pemeriksaan kesehatan reproduksi juga dapat dilakukan sesuai kondisi masing-masing. Pada pria, salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah analisis sperma untuk mengetahui jumlah dan kualitas sperma. Sementara pada wanita, pemeriksaan organ reproduksi seperti rahim dan ovarium dapat dilakukan melalui ultrasonografi atau USG. Dengan pemeriksaan sejak awal, pasangan dapat mengetahui kondisi kesehatan yang mungkin perlu ditangani sebelum merencanakan kehamilan.

Infeksi Reproduksi Juga Perlu Diwaspadai

Selain pemeriksaan kesehatan umum dan organ reproduksi, skrining terhadap sejumlah infeksi juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan. Dalam penjelasannya, dr Boyke menyebut beberapa infeksi seperti toksoplasma, rubella, dan klamidia. Sebagian infeksi dapat berlangsung tanpa gejala yang jelas. Karena itu, pemeriksaan medis dapat membantu mendeteksi kondisi tertentu sebelum pasangan merencanakan kehamilan. Persiapan tersebut penting karena kesehatan orang tua sebelum dan selama kehamilan berkaitan dengan kondisi ibu serta perkembangan janin.

Kapan Pasangan Perlu Konsultasi soal Kesuburan?

dr Boyke juga mengingatkan pasangan untuk tidak terlalu lama menunda konsultasi apabila kehamilan belum kunjung terjadi. Dalam materi yang disampaikannya, pasangan umumnya disarankan berkonsultasi setelah satu tahun melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa kontrasepsi tetapi belum memperoleh kehamilan. Untuk wanita berusia di atas 35 tahun, konsultasi dapat dilakukan lebih cepat, yakni setelah enam bulan. Dengan demikian, pasangan tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mencari tahu kemungkinan penyebab belum terjadinya kehamilan.

Soal Jenis Kelamin Bayi, Ada Metode yang Ramai Dibahas

Selain pemeriksaan pranikah, dr Boyke juga membahas topik yang kerap menjadi perhatian pasangan ketika menjalani program hamil, yakni peluang mendapatkan bayi laki-laki atau perempuan. Ia menjelaskan bahwa jenis kelamin biologis bayi ditentukan oleh kromosom seks dari sperma yang membuahi sel telur. Sperma yang membawa kromosom X dapat menghasilkan embrio XX, sedangkan sperma yang membawa kromosom Y dapat menghasilkan embrio XY. Dalam penjelasannya, dr Boyke kemudian mengaitkan karakteristik sperma X dan Y dengan pola makan serta waktu berhubungan seksual. Ia menyebut metode tersebut sebagai salah satu upaya alami yang dapat dicoba pasangan.

Pola Makan Disebut Bisa Disesuaikan

dr Boyke menyampaikan pasangan dapat mencoba mengatur pola makan selama sekitar tiga bulan jika ingin meningkatkan peluang mendapatkan jenis kelamin tertentu. Untuk peluang mendapatkan anak laki-laki, ia menyarankan pria lebih banyak mengonsumsi daging sementara wanita memperbanyak sayuran. Sebaliknya, untuk peluang anak perempuan, pola tersebut disebut dapat dibalik. Namun, pasangan perlu memahami bahwa pola makan tersebut tidak dapat menjamin jenis kelamin bayi. Keberhasilan metode alami semacam itu juga masih menjadi perdebatan dan tidak dapat disamakan dengan metode medis yang memang dirancang untuk menentukan jenis kelamin embrio dalam konteks tertentu.

Waktu Berhubungan Juga Dikaitkan dengan Ovulasi

Selain makanan, dr Boyke menyebut waktu berhubungan seksual sebagai faktor lain yang menurutnya dapat dicoba. Untuk peluang anak laki-laki, hubungan seksual disebut sebaiknya dilakukan mendekati masa ovulasi. Sementara untuk peluang anak perempuan, hubungan seksual disebut dilakukan beberapa hari sebelum ovulasi. Teori tersebut berkaitan dengan anggapan mengenai perbedaan daya tahan dan kecepatan sperma pembawa kromosom X dan Y. Meski demikian, pasangan sebaiknya tidak menganggap metode tersebut sebagai cara yang pasti untuk menentukan jenis kelamin bayi. Dalam materi yang disampaikannya, dr Boyke sendiri menegaskan metode alami tersebut tidak memberikan jaminan penuh dan masih memungkinkan hasil yang berbeda.

Anak Sehat Tetap Menjadi Prioritas

Terlepas dari keinginan memiliki anak laki-laki atau perempuan, persiapan kesehatan sebelum menikah dan sebelum kehamilan tetap menjadi hal yang lebih penting. Pemeriksaan pranikah dapat menjadi kesempatan bagi pasangan untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing, termasuk faktor yang mungkin memengaruhi kesuburan. Pasangan juga dapat berkonsultasi dengan dokter apabila memiliki kondisi kesehatan tertentu atau mengalami kesulitan memperoleh keturunan. Pada akhirnya, jenis kelamin bayi bukanlah satu-satunya hal yang menentukan kualitas kehidupan keluarga. Pesan utama dr Boyke adalah agar pasangan tidak memberikan tekanan berlebihan pada diri sendiri demi mendapatkan jenis kelamin tertentu. Anak laki-laki maupun perempuan memiliki nilai yang sama. Yang paling penting dalam persiapan kehamilan adalah kesehatan ibu, perkembangan janin, serta kesiapan pasangan menjalani peran sebagai orang tua.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Jennifer Coppen Resmi Menikah dengan Justin Hubner di Bali, Prosesi Akad Digelar Tertutup
Asosiasi Penghulu RI Kota Medan Inisiasi Pernikahan di Car Free Day Lapangan Merdeka
Adu Gaya Maia Estianty vs Mulan Jameela di Pengajian El Rumi, Kompak Pakai Nude!
Pernikahan El Rumi: Ahmad Dhani Mengaku Sempat Marahi Sang Putra karena Hal Ini
Viral! Pengantin di Rembang Beri Mahar Bibit Pohon Mangga, Sarat Makna Kehidupan
Jangan Salah Pilih Tanggal! Kalender Jawa Nikah 2027 & Hari Paling Baik Menurut Weton