Kamis, 24 September 2026

Prabowo Tagih KTA NU ke Gus Yahya, Janji Datang Lagi di Penutupan Muktamar

Muchlis - Kamis, 27 Agustus 2026 19:49 WIB
Prabowo Tagih KTA NU ke Gus Yahya, Janji Datang Lagi di Penutupan Muktamar
Prabowo tagih KTA NU
Topikseru.com, Jombang - Ada momen santai di tengah pembukaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Presiden Prabowo Subianto tiba-tiba menagih kartu tanda anggota (KTA) NU kepada Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Permintaan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam pembukaan Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kamis (27/8/2026). Dengan nada bercanda, Prabowo mengatakan dirinya sudah cukup lama meminta KTA NU kepada Gus Yahya. Ia bahkan menjadikan kartu tersebut sebagai "syarat" untuk kembali menghadiri penutupan muktamar pada 31 Agustus mendatang. "Hanya Gus Yahya, aku dari dulu minta kartu NU. Jadi, masih utang sama saya, ya," kata Prabowo. Presiden kemudian melanjutkan gurauannya. Jika KTA tersebut sudah diberikan sebelum acara penutupan, ia menyatakan siap kembali ke Jombang. "Kalau ada kartu anggota, aku datang lagi tanggal 31," ujarnya.

Prabowo Sebut NU dan Muhammadiyah Aset Besar Bangsa

Di balik suasana santai tersebut, Prabowo menyampaikan pesan serius mengenai posisi Nahdlatul Ulama dalam kehidupan berbangsa. Menurut dia, NU merupakan salah satu aset besar Indonesia. Hal serupa juga disematkan kepada Muhammadiyah yang dinilai memiliki kontribusi penting bagi bangsa. Prabowo menilai keberadaan NU tidak dapat dilepaskan dari berbagai fase penting perjalanan Indonesia, termasuk ketika bangsa menghadapi krisis. "NU hadir selalu dalam kejadian-kejadian bangsa ini. Dalam krisis-krisis bangsa ini, Nahdlatul Ulama selalu hadir," ujar Prabowo. Presiden mengatakan peran organisasi kemasyarakatan Islam seperti NU dibutuhkan untuk menjaga stabilitas, keamanan, perdamaian, sekaligus masa depan Indonesia. Karena itu, ia menilai hubungan pemerintah dengan NU dan Muhammadiyah perlu terus dijaga. Menurut Prabowo, kedekatan antara pemerintah dengan dua organisasi Islam besar tersebut menjadi salah satu modal penting apabila Indonesia ingin menjaga keamanan sekaligus mendorong kebangkitan nasional. "Kalau bangsa ini mau bangkit dan mau aman, pemerintah, umara, harus selalu dekat dengan Nahdlatul Ulama dan juga Muhammadiyah," katanya.

Prabowo Akui Dukungan NU dan Muhammadiyah

Prabowo juga menyinggung dukungan NU dan Muhammadiyah terhadap dirinya dalam kontestasi politik hingga akhirnya terpilih sebagai Presiden RI. Presiden menyebut dukungan dari kedua organisasi tersebut memiliki arti penting dalam perjalanan politiknya. "Tanpa dukungan NU dan Muhammadiyah tidak mungkin saya jadi mandataris rakyat," ujar Prabowo. Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan para peserta Muktamar Ke-35 NU yang menjadi forum tertinggi organisasi untuk membahas berbagai persoalan internal sekaligus isu strategis kebangsaan.

Muktamar NU Dibuka dengan Pemukulan Bedug

Muktamar Ke-35 NU resmi dibuka Prabowo di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug. Presiden hadir bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua Panitia Muktamar Ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Gus Yahya, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, serta Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum KH M Hasib Wahab Hasbullah. Usai prosesi pembukaan, Prabowo juga menerima serban berwarna hijau dari Rais Syuriyah PBNU KH Ali Akbar Marbun. Serban tersebut kemudian dikalungkan ke leher Presiden. Muktamar Ke-35 NU berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi bagi warga NU untuk menentukan arah organisasi sekaligus membahas berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan. Selain agenda organisasi, Muktamar NU juga menjadi ruang untuk merumuskan respons terhadap perkembangan zaman dan berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia. Dengan demikian, gurauan Prabowo soal KTA NU kepada Gus Yahya menjadi salah satu momen menarik dalam pembukaan forum besar tersebut. Di balik candaan itu, Presiden sekaligus menegaskan pentingnya hubungan pemerintah dengan NU dan Muhammadiyah dalam menjaga stabilitas serta mendorong masa depan Indonesia.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Semua Fraksi Setuju, RUU Reforma Agraria Melangkah ke Paripurna
Bahlil Siap Jalankan Arahan Prabowo soal Bensin dari Batu Bara
KPK Temukan Jejak Aliran Uang di Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri
Prabowo Sentil Kawan Musiman dan Tegaskan Arti Kesetiaan di HUT ke-28 PAN
Reaksi Nusron Wahid Buka Suara Usai Namanya Diseret Kasus HGB Summarecon KPK
Nusron Muncul dan Buka Suara soal Korupsi ATR/BPN di KPK