Jumat, 25 September 2026

Laut China Selatan Kian Membara, Filipina Ancam Kirim Kapal Perang

Muchlis - Senin, 09 Desember 2024 07:05 WIB
Laut China Selatan Kian Membara, Filipina Ancam Kirim Kapal Perang
Laut China Selatan
TOPIKSERU.COM - Ketegangan antara Filipina dan China di Laut China Selatan (LCS) kembali meruncing. Filipina bahkan mengancam akan mengirim kapal perang ke wilayah tersebut untuk merespons gesekan yang terjadi. Filipina menuding kapal-kapal Angkatan Laut China telah mengganggu kapal milik mereka di perairan sengketa itu. Juru bicara Komando Laut Filipina Barat (PCG) Penjaga Pantai Filipina, Jay Tarriela, mengatakan bahwa pengerahan kapal angkatan laut ke perairan teritorial negara itu merupakan opsi kebijakan yang sedang dipertimbangkan oleh Presiden Ferdinand Marcos Jr. Dia mengatakan bahwa keputusan akhir berada di tangan presiden dan Angkatan Bersenjata Filipina. Laut Filipina Barat (WPS) sebagaimana ditetapkan secara resmi oleh pemerintah Filipina, berada dalam zona ekonomi eksklusif negara itu. Dalam beberapa bulan terakhir, ketegangan antara Beijing dan Manila meningkat di LCS, sebuah wilayah seluas 3,5 juta kilometer persegi yang menjadi sengketa. Wilayah tersebut dilalui oleh kapal dengan nilai sekitar 11,3 miliar dolar AS perdagangan global setiap tahunnya, menurut Pusat Studi Strategis dan Internasional. Tarriela mengungkapkan bahwa meskipun Angkatan Laut Filipina memantau situasi di WPS, mereka tidak melakukan intervensi ketika kapal Penjaga Pantai China atau milisi maritim "mengganggu nelayan Filipina, PCG, dan Biro Perikanan dan Sumber Daya Perairan." Perselisihan tersebut menggarisbawahi meningkatnya ketegangan regional atas jalur perairan strategis, di mana China mengklaim hampir seluruh wilayah LCS, yang tumpang tindih dengan perairan teritorial beberapa negara. Beberapa negara yang terlibat di Laut China Selatan termasuk Filipina, Brunei, Kamboja, China, Indonesia, Malaysia, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Manila konsisten menuduh Beijing melakukan tindakan agresif, termasuk penggunaan penjaga pantai dan milisi maritimnya untuk mengintimidasi kapal dan nelayan Filipina.

Sumber
:
Berita Terkait
Diplomasi Beijing: China Desak AS-Iran Kembali ke Memorandum Islamabad demi Selat Hormuz
Taruhan KTT Xi-Trump: China Ancam Batal Temui AS akibat Senjata Taiwan
Kedaulatan Diusik, Aljazair Putus Hubungan Diplomatik dan Tutup Wilayah Udara untuk UEA
Ekspor Sumut Makin Kuat, China Jadi Pasar Terbesar dengan Nilai US$1,32 Miliar
65 Miliar Barel Minyak Venezuela Jadi Rebutan, China Ingatkan AS
Daftar 5 Rekomendasi Drama China Paling Populer Tayang di Bulan Agustus 2026