Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Kamis (13/8/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada awal perdagangan pagi ini setelah kemarin melonjak signifikan. Pengumuman MSCI jadi salah satu sentimen yang menekan pasar modal Indonesia hari ini.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI Business, IHSG merosot 0,47% ke level 6.344,04 pada pembukaan hari ini.
Semua sektor kompak memerah jadi pemberat bagi IHSG. Sektor yang turun paling dalam antara lain infrastruktur, barang baku, barang konsumer primer, barang konsumer non primer, energi, transportasi, kesehatan dan teknologi.
Total volume perdagangan saham di BEI pagi ini mencapai 1,93 miliar dengan nilai transaksi Rp 907,7 miliar.
Ada sebanyak 259 saham yang turun jadi pemberat bagi IHSG, 189 saham menguat dan 213 saham yang stagnan.
Top losers di LQ45 adalah:
1. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) 3,52% ke Rp 685 per saham
2. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) 3,45% ke Rp 840 per saham
3. PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) 2,22% ke Rp 3.080 per saham
Top gainers di LQ45 adalah:
1. PT Indika Energy Tbk (INDY) 2,82% ke Rp 2.550 per saham
2. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) 1,66% ke Rp 1.535 per saham
3. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) 0,72% ke Rp 1.405 per saham
Analis Pasar: IHSG akan Bergerak dalam Rentang 6.300 Hingga 6.414
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (12/8/2026), di tengah meredanya tekanan pasar menjelang hasil MSCI August Index Review.
Namun, penguatan tersebut dinilai belum mengubah fase konsolidasi IHSG yang masih berlangsung. IHSG naik 105,97 poin atau 1,69% ke level 6.373,85.
Dengan posisi tersebut, IHSG masih berada dalam proses menguji area resistance 6.400.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH-Project William Hartanto mengatakan, sentimen terkait MSCI turut membantu menenangkan tensi di pasar dan mendorong penguatan IHSG pada perdagangan Rabu.
“Efek sentimen MSCI menenangkan tensi pasar, namun ini masih temporer karena belum mengubah fase konsolidasi IHSG yang masih berlangsung,” ujarnya.
Menurut William, IHSG saat ini masih berada dalam fase konsolidasi pada rentang 5.800 hingga 6.400.
Dengan demikian, meskipun peluang penguatan masih terbuka, ruang kenaikannya dinilai cenderung terbatas selama IHSG belum mampu keluar dari area konsolidasi tersebut.
Adapun hasil MSCI August Index Review menjadi salah satu perhatian utama pelaku pasar.
MSCI dijadwalkan mengumumkan hasil tinjauan indeks pada 12 Agustus 2026 setelah pukul 23.00 waktu CEST.
Dalam konteks tersebut, William menilai sentimen MSCI berpotensi memberikan dorongan jangka pendek bagi IHSG. Namun, investor tetap perlu mencermati kemampuan indeks menembus area resistance 6.400 untuk melihat keberlanjutan tren penguatan.
“Masih bergerak konsolidasi, peluang penguatan terbatas dalam pengujian resistance 6.400 sangat terbuka hingga akhir pekan,” jelas William.
Untuk perdagangan Kamis (13/8/2026), William memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 6.300 hingga 6.414.
Sementara itu, dari sisi pilihan saham, William merekomendasikan investor mencermati saham PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
Untuk LSIP, ia memberikan rekomendasi buy dengan estimasi target harga di kisaran Rp1.485-Rp1.500 per saham.
Sementara TPIA juga direkomendasikan buy dengan estimasi target harga Rp2.190-Rp2.250 per saham.
Dengan demikian, pergerakan IHSG pada Kamis diperkirakan masih cenderung konsolidatif, meskipun peluang penguatan lanjutan tetap terbuka apabila indeks mampu menguji dan menembus area resistance 6.400.
Berita Terkait