Kamis, 05 November 2026

PELNI Gandeng Petani Klaten untuk Amankan Pasokan Beras

Muchlis - Kamis, 05 November 2026 18:30 WIB
PELNI Gandeng Petani Klaten untuk Amankan Pasokan Beras
Foto: Humas PELNI
Program Desa Mandiri PELNI memberdayakan petani Desa Munggung, Klaten, untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas beras.

Topikseru.com - Kebutuhan pangan jutaan penumpang kapal menjadi salah satu tantangan dalam operasional perusahaan pelayaran nasional. Untuk memperkuat rantai pasok tersebut, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mulai membangun kemitraan jangka panjang dengan petani melalui program pemberdayaan ekonomi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PELNI meresmikan Program Desa Mandiri di Desa Munggung, Kecamatan Karangdowo, Klaten, Kamis (5/11/2026). Program ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas petani sekaligus memperkuat ketersediaan beras sebagai salah satu kebutuhan utama pelayanan penumpang kapal.

Inisiatif tersebut memperlihatkan bagaimana program tanggung jawab sosial perusahaan dapat dikembangkan menjadi bagian dari strategi penguatan rantai pasok bisnis.

Baca Juga:

Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, mengatakan Desa Mandiri di Klaten merupakan program ketiga yang dijalankan perusahaan setelah sebelumnya dilaksanakan di Cianjur, Jawa Barat, pada 2024 dan Batu, Jawa Timur, pada 2025.

Menurutnya, program ini dirancang untuk menciptakan hubungan ekonomi yang saling menguntungkan antara perusahaan dan masyarakat petani.

"Sebagai perusahaan transportasi laut yang setiap hari melayani ribuan penumpang, PELNI memiliki kebutuhan bahan pangan yang harus dipenuhi secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kualitas dan ketersediaannya," ujar Ditto.

4,5 Juta Penumpang Jadi Tantangan Kebutuhan Pangan PELNI

Besarnya aktivitas operasional PELNI membuat kebutuhan bahan pangan menjadi aspek penting yang harus dikelola secara berkelanjutan.

Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, PELNI tercatat telah melayani lebih dari 4,5 juta penumpang di berbagai wilayah Indonesia. Dengan rata-rata 14.000 hingga 15.000 penumpang setiap hari, kebutuhan beras untuk mendukung penyediaan makanan di atas kapal membutuhkan pasokan yang stabil.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Desa Munggung dipilih sebagai lokasi pengembangan Program Desa Mandiri.

Desa ini merupakan salah satu pemasok beras bagi PELNI Services, anak perusahaan PELNI yang bergerak dalam penyediaan kebutuhan bahan baku makanan untuk kapal penumpang.

Melalui kemitraan tersebut, PELNI ingin memastikan kebutuhan beras perusahaan dapat didukung oleh hasil pertanian lokal dengan kualitas dan kuantitas yang terjaga.

Di sisi lain, petani memperoleh peluang untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas akses pasar bagi hasil pertanian mereka.

Petani Klaten Dapat Pendampingan hingga 12 Bulan

Program Desa Mandiri PELNI di Desa Munggung akan berlangsung selama 12 bulan dengan fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, modernisasi proses pertanian, serta penguatan kelembagaan kelompok tani.

Sejumlah kegiatan telah disiapkan untuk mendukung target tersebut.

Pada tahap budidaya, petani akan mendapatkan pelatihan pembuatan benih padi mandiri, budidaya padi, penyediaan benih IR 32, hingga pengembangan demplot padi premium jenis Japonica.

Program ini juga mencakup penerapan pengendalian hama terpadu serta praktik pembuatan pupuk mineral, herbisida, dan fungisida secara mandiri.

Tidak berhenti pada proses produksi, PELNI turut memberikan perhatian terhadap pengelolaan hasil panen.

Petani akan memperoleh pelatihan penanganan pascapanen, didukung pengadaan fasilitas pengering padi untuk memperbaiki kualitas hasil produksi sebelum dipasarkan.

Penguatan kelembagaan kelompok tani, pendampingan teknis, serta monitoring berkala juga menjadi bagian dari program tersebut.

Rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu mengurangi kendala produksi, meningkatkan mutu beras, memperbaiki proses pengemasan, serta menjaga standar keamanan pangan.

PELNI Dorong Petani Lebih Kompetitif

Ditto menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari peningkatan jumlah produksi pertanian. Lebih jauh, PELNI ingin membangun kemampuan petani agar mampu mengelola usaha pertanian secara mandiri dan memiliki daya saing dalam jangka panjang.

PELNI juga mengapresiasi dukungan Universitas Brawijaya, Pemerintah Desa Munggung, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Maju Lancar, serta masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan program.

Kolaborasi lintas pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pertanian desa sekaligus menciptakan pola kemitraan yang berkelanjutan.

Program Desa Mandiri di Klaten juga menjadi bagian dari kontribusi PELNI terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-10 tentang Berkurangnya Kesenjangan.

Melalui pemberdayaan petani dan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat, PELNI berupaya menghadirkan manfaat yang tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga masyarakat di sekitar rantai pasoknya.

Jika berjalan sesuai target, Desa Munggung berpotensi menjadi salah satu contoh bagaimana kemitraan antara perusahaan dan petani dapat menghubungkan kebutuhan industri dengan penguatan ekonomi masyarakat desa.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
Simpanan Orang Kaya di Atas Rp 5 Miliar Tumbuh 11,91 Persen, Apa Artinya bagi Ekonomi Indonesia?
Zurich Soroti Resilience Jadi Kunci Kinerja Individu di Tengah Ketidakpastian
KM Lawit Tabrak Dermaga Ende, 379 Penumpang Batal Berangkat dan Dapat Refund
Impor Indonesia Melonjak 19,84 Persen, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Nasional?
Gubsu Respons Aspirasi Petani Afia, Dorong Solusi Harga Pupuk dan Bantuan Alsintan
Ekspor Sumut Tembus Rp 258,96 Miliar, Kopi hingga Sarang Walet Jadi Andalan