Kamis, 24 September 2026

Kontroversi VAR di Piala Dunia 2026: Deretan Gol Dianulir dan Mengubah Jalannya Pertandingan

Muchlis - Rabu, 08 Juli 2026 21:58 WIB
Kontroversi VAR di Piala Dunia 2026: Deretan Gol Dianulir dan Mengubah Jalannya Pertandingan
VAR Piala Dunia 2026
Topikseru.com - Teknologi Video Assistant Referee (VAR) kembali menjadi salah satu sorotan terbesar sepanjang Piala Dunia 2026. Sejumlah pertandingan penting menghadirkan keputusan yang mengubah hasil akhir laga setelah gol dianulir melalui proses peninjauan video. Hingga kini, FIFA belum merilis statistik resmi mengenai jumlah total gol yang dibatalkan VAR sepanjang turnamen. Namun, sejumlah insiden di fase grup hingga babak gugur menjadi bahan perdebatan luas karena dianggap memiliki pengaruh besar terhadap nasib tim yang bertanding. Berikut beberapa keputusan VAR yang paling banyak menyita perhatian publik sepak bola dunia.

1. Portugal vs Kroasia: Empat Gol Tidak Disahkan

Laga babak 32 besar antara Portugal dan Kroasia menjadi salah satu pertandingan dengan keputusan wasit terbanyak sepanjang turnamen. Total empat gol tidak disahkan, baik karena keputusan hakim garis maupun hasil pemeriksaan VAR. Salah satu momen paling dramatis terjadi pada penghujung babak tambahan waktu ketika Joško Gvardiol sempat membawa Kroasia mencetak gol. Namun, setelah pemeriksaan menggunakan teknologi offside semi-otomatis dan data dari Connected Ball Technology, gol tersebut dianulir karena posisi offside. Keputusan itu sekaligus mengakhiri harapan Kroasia memaksakan pertandingan berlanjut.

2. Jerman Kehilangan Gol Penentu

Drama serupa terjadi saat Jerman menghadapi Paraguay. Jonathan Tah sempat mencetak gol melalui sundulan pada masa injury time yang diyakini menjadi penentu kemenangan Der Panzer. VAR kemudian melakukan pemeriksaan terhadap proses terjadinya gol. Setelah meninjau tayangan ulang, wasit memutuskan membatalkan gol karena dinilai terjadi pelanggaran terhadap penjaga gawang Paraguay, Orlando Gill. Keputusan tersebut langsung memicu perdebatan karena kontak yang terjadi dianggap sangat tipis oleh sebagian pengamat.

3. Offside Satu Milimeter yang Menghancurkan Iran

Salah satu keputusan paling kontroversial sepanjang Piala Dunia 2026 terjadi saat Iran menghadapi Mesir di fase grup. Shoja Khalilzadeh sempat mencetak gol pada menit ke-93 yang membuat seluruh stadion bergemuruh. Namun euforia tersebut hanya berlangsung beberapa saat. VAR mendeteksi posisi offside yang sangat tipis melalui teknologi semi-otomatis. Laporan pertandingan menyebut jarak offside hanya sekitar satu milimeter, membuat gol dianulir dan Iran gagal mengamankan hasil yang mereka harapkan.

4. VAR Menganulir Gol Kedua Mesir vs Argentina

Kontroversi terjadi ketika Mesir sempat menggandakan keunggulan melalui penyelesaian Mostafa Zico. Gol tersebut awalnya disahkan sebelum wasit menerima rekomendasi untuk meninjau tayangan ulang melalui VAR. Setelah pemeriksaan, gol dibatalkan karena perangkat pertandingan menilai terjadi pelanggaran oleh Marwan Attia terhadap Lisandro Martínez pada fase serangan yang mendahului terciptanya gol.

VAR Piala Dunia 2026 Hadir dengan Teknologi yang Lebih Canggih

Pada edisi 2026, FIFA memperluas fungsi VAR dengan dukungan teknologi yang lebih modern dibanding turnamen sebelumnya. Selain membantu memeriksa gol, penalti, kartu merah langsung, dan kesalahan identitas pemain, sistem VAR kini juga dapat digunakan dalam peninjauan kartu kuning kedua serta membantu mengoreksi beberapa keputusan restart permainan sesuai regulasi yang berlaku. Teknologi Connected Ball Technology dan sistem offside semi-otomatis turut menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan sehingga posisi pemain maupun titik sentuhan bola dapat dianalisis dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.

Bagaimana VAR Bekerja di Piala Dunia 2026?

Setiap pertandingan dipantau secara langsung oleh tim VAR dari ruang operasi video yang menerima tayangan dari berbagai sudut kamera serta data sensor yang tertanam pada bola pertandingan. Ketika terjadi insiden penting, tim VAR melakukan silent check untuk menilai apakah terdapat kesalahan yang jelas dan nyata. Untuk keputusan yang bersifat objektif, seperti offside, hasil pemeriksaan dapat langsung dikomunikasikan kepada wasit. Sementara itu, apabila insiden membutuhkan penilaian interpretatif—misalnya dugaan pelanggaran sebelum gol atau kontak di kotak penalti—wasit utama dapat dipanggil melakukan On-Field Review (OFR) dengan melihat tayangan ulang di monitor tepi lapangan. Meski memperoleh masukan dari ruang VAR, keputusan akhir tetap berada di tangan wasit utama yang memimpin pertandingan.

VAR Terus Menjadi Perdebatan

Keberadaan VAR memang dirancang untuk meningkatkan akurasi keputusan di lapangan. Namun, sejumlah pembatalan gol sepanjang Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa teknologi tersebut masih menjadi bahan diskusi, terutama ketika keputusan ditentukan oleh margin yang sangat tipis atau melibatkan interpretasi wasit. Di satu sisi, VAR membantu mengurangi kesalahan fatal. Di sisi lain, setiap keputusan yang mengubah hasil pertandingan hampir selalu memunculkan perdebatan baru di kalangan pemain, pelatih, hingga suporter, menjadikan teknologi ini tetap sebagai salah satu elemen paling menarik sekaligus paling kontroversial dalam sepak bola modern.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Pecahkan Rekor! Kylian Mbappe Sang Top Skor Piala Dunia 2026
Messi Gagal Bawa Argentina Raih Piala Dunia 2026 Dibanjiri Air Mata dan Tepuk Tangan
Singkirkan Argentina, Spanyol Sabet Juara Piala Dunia 2026 Lewat Extra Time dengan Skor 1-0
Babak II Spanyol vs Argentina Skor Masih 0-0: Enzo Fernandez Diganjar Kartu Merah
Babak I Spanyol vs Argentina Final Piala Dunia 2026: Skor Masih Kacamata 0-0
Head to Head Spanyol vs Argentina: Rekor Imbang 6-6 Jelang Final Piala Dunia 2026, Siapa Lebih Unggul?