Sabtu, 26 September 2026

Reuni Emosional Mourinho di Liga Champions: Inter Milan Tetap Spesial, Tapi Madrid Utama

Muchlis - Selasa, 08 September 2026 05:29 WIB
Reuni Emosional Mourinho di Liga Champions: Inter Milan Tetap Spesial, Tapi Madrid Utama
Jose Mourinho memberikan instruksi dari pinggir lapangan dalam persiapan laga Real Madrid kontra Inter Milan.
Topikseru.com - Romansa masa lalu dan ikatan emosional tidak akan pernah memiliki tempat ketika peluit kick-off berbunyi di panggung tertinggi Eropa. Hal itulah yang ditegaskan arsitek Real Madrid, Jose Mourinho, jelang duel panas menatap mantan klub yang membesarkan namanya, Inter Milan, dalam lanjutan panggung Liga Champions. Bagi juru taktik berjuluk The Special One tersebut, bentrokan antara Los Blancos dan Nerazzurri tidak lebih dari sekadar pertempuran meraih tiga poin, terlepas dari jejak sejarah manis yang pernah ia ukir di Giuseppe Meazza. "Di Inter, mereka melihat saya sebagai teman, tidak diragukan lagi," kata Mourinho saat berbicara dalam laman resmi klub, Senin (7/9/2026). Namun, pelatih asal Portugal itu menyadari penuh batas profesionalisme. Masa-masa indah bersama publik Milano harus ditepikan sejenak begitu melangkah ke pinggir lapangan. "Selama pertandingan, saya tidak berpikir mereka akan melihat saya sebagai teman ketika saya menjadi pelatih Real Madrid," tegasnya.

Duel Guru vs Murid: Reuni Mengharukan dengan Cristian Chivu

Daya tarik duel Jose Mourinho Real Madrid vs Inter Milan ini kian bertambah dengan hadirnya sosok Cristian Chivu di kursi pelatih lawan. Chivu merupakan salah satu pilar andalan Mourinho tatkala membimbing Inter merengkuh kejayaan belasan tahun silam. Mourinho mengaku bangga melihat mantan anak asuhnya tersebut kini sukses menahkodai skuad utama Inter Milan. "Chivu adalah salah satu mantan pemain saya, Inter juga salah satu yang saya latih dan akan selalu begitu. Saya sangat menyayangi Chivu dan senang melihat semuanya berjalan baik untuknya," tutur Mourinho. Kendati demikian, kehangatan itu hanya akan berlangsung sebelum dan sesudah 90 menit laga berjalan. "Saya akan senang memeluknya sebelum pertandingan dan sesudah pertandingan, tetapi tidak selama pertandingan," lanjutnya.

Jejak Emas Treble 2010 dan Profesionalisme Bersama El Real

Nama Mourinho memang terpatri abadi dalam sejarah emas Inter Milan. Sepanjang kurun 2008 hingga 2010, ia membawa klub Italia tersebut mencapai puncak kejayaan dengan torehan bersejarah Treble Winner pada musim 2009/2010, merengkuh trofi Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions secara bersamaan. Bahkan, panggung final Liga Champions 2010 saat Inter menumbangkan Bayern Muenchen 2-0 lewat brace Diego Milito berlangsung di Santiago Bernabeu, stadion yang kemudian menjadi rumah baru Mourinho saat memutuskan hijrah ke Real Madrid tak lama setelah pesta juara tersebut. Kini, takdir kembali mempertemukan sang jenderal taktis dengan klub yang amat dicintainya. Namun dengan seragam megah Real Madrid di dadanya, Mourinho memastikan fokus utamanya hanyalah mengantarkan kemenangan bagi El Real di pentas Liga Champions.

Sumber
:
Berita Terkait
Fede Valverde Cedera Usai Derby Madrid, Real Madrid Kehilangan Motor Lini Tengah
Atletico Madrid Tekuk Real Madrid 2-1, Kartu Merah Huijsen Jadi Titik Balik
Masterclass Hansi Flick: Transformasi Raphinha Jadi Ujung Tombak Mematikan Barcelona
Camp Nou Membara: Barcelona Gilas Feyenoord 5-1, Lini Serang Blaugrana Makin Menakutkan
Hujan 5 Gol di Signal Iduna Park, Guirassy Jadi Aktor Utama Kemenangan Dortmund vs Villarreal
Petaka Blunder Lini Belakang Inter, Real Madrid Menang 2-1 di Bernabeu