Kamis, 24 September 2026
Sepak Bola Internasional

Achraf Hakimi Jalani Persidangan, Banding Terakhir Ditolak Pengadilan Prancis

Muchlis - Kamis, 24 September 2026 03:25 WIB
Achraf Hakimi Jalani Persidangan, Banding Terakhir Ditolak Pengadilan Prancis
Bek Paris Saint-Germain (PSG) dan timnas Maroko Achraf Hakimi menggiring bola dalam sebuah pertandingan. Foto: PSG.fr

Topikseru.com, Paris - Achraf Hakimi harus melanjutkan proses hukum menuju persidangan setelah Pengadilan Kasasi Prancis menolak upaya terakhirnya untuk membatalkan perkara dugaan pemerkosaan yang menjerat bek Paris Saint-Germain (PSG) tersebut.

Keputusan Pengadilan Kasasi pada Rabu (23/9/2026) sekaligus mengonfirmasi bahwa Hakimi akan menghadapi persidangan di pengadilan pidana Hauts-de-Seine, wilayah di sebelah barat Paris. Hakimi telah membantah tuduhan tersebut sejak awal proses hukum.

Dengan ditolaknya permohonan tersebut, proses perkara kini bergerak ke tahap persidangan. Namun, penting dicatat bahwa Pengadilan Kasasi tidak memutus substansi fakta tuduhan dalam perkara tersebut. Pihak pembela Hakimi juga menegaskan bahwa bukti-bukti yang mendukung versinya akan dipaparkan di persidangan.

Baca Juga:

Pengadilan Kasasi Tolak Upaya Terakhir Hakimi

Hakimi sebelumnya berupaya menghentikan proses menuju persidangan melalui jalur hukum di Prancis.

Pengadilan Banding Versailles pada 19 Juni 2026 telah mempertahankan keputusan yang mengharuskan pemain berusia 27 tahun itu menjalani persidangan. Setelah keputusan tersebut, kuasa hukum Hakimi membawa perkara ke Pengadilan Kasasi sebagai upaya hukum berikutnya.

Pengadilan Kasasi kemudian menolak permohonan tersebut pada 23 September. AFP melaporkan keputusan itu menjadi dasar untuk mempertahankan proses persidangan Hakimi di pengadilan pidana Hauts-de-Seine.

Sebelumnya, Reuters juga melaporkan bahwa Hakimi mengajukan banding ke pengadilan tertinggi Prancis setelah Pengadilan Banding Versailles mengonfirmasi rujukan kasusnya ke pengadilan pidana.

Baca Juga:

Hakimi Tetap Bantah Tuduhan

Pengacara Hakimi, Fanny Colin, kembali menegaskan bahwa kliennya membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Menurut Colin, persidangan akan menjadi ruang bagi tim pembela untuk menghadirkan bukti yang mendukung posisi Hakimi di hadapan pengadilan.

"Tuduhan tersebut akan dibahas dalam persidangan, ketika seluruh bukti yang mendukung pembelaan Hakimi akan dipaparkan secara terbuka dan di hadapan kedua pihak," kata Colin.

Colin juga mengatakan Hakimi telah bekerja sama dengan kepolisian dan otoritas peradilan selama proses berlangsung dan akan terus melakukan hal tersebut hingga persidangan.

Baca Juga:
Pernyataan tersebut sejalan dengan posisi Hakimi yang sejak awal menyangkal tuduhan. Dalam sistem hukum, keputusan untuk membawa perkara ke persidangan bukan berarti telah ada putusan bersalah terhadap terdakwa.

Perkara Bermula dari Dugaan Insiden pada 2023

Kasus Achraf Hakimi bermula dari laporan seorang perempuan terkait dugaan kejadian di kediaman sang pemain di Boulogne-Billancourt pada 25 Februari 2023.

Perempuan tersebut sebelumnya berkomunikasi dengan Hakimi melalui Instagram sebelum datang ke rumah pemain asal Maroko itu. Ia kemudian melaporkan dugaan tindakan seksual tanpa persetujuan.

Hakimi didakwa melakukan pemerkosaan pada 2 Maret 2023, lima hari setelah dugaan kejadian tersebut.

Perkara itu kemudian melalui proses penyelidikan dan persidangan pendahuluan sebelum keputusan untuk membawa Hakimi ke pengadilan pidana dipertahankan oleh Pengadilan Banding Versailles pada Juni 2026.

Pengacara Pelapor Sebut Kliennya Ingin Mendapat Keadilan

Di sisi lain, Rachel-Flore Pardo, pengacara perempuan yang melaporkan Hakimi, mengatakan kliennya ingin mendapatkan keadilan setelah menjalani proses hukum selama lebih dari tiga tahun.

"Achraf Hakimi akan menjalani persidangan atas dugaan pemerkosaan. Setelah tiga setengah tahun proses hukum, setelah difitnah dan diseret oleh pembelaan Achraf Hakimi, klien saya bertekad mendapatkan keadilan dan akan berjuang sampai akhir," ujar Pardo.

Kedua pihak kini menunggu proses persidangan untuk menguji bukti dan argumentasi masing-masing di hadapan pengadilan.

Media Prancis melaporkan bahwa Pengadilan Kasasi tidak memeriksa kembali substansi faktual perkara dalam keputusan tersebut. Fokus keputusan adalah permohonan hukum yang diajukan untuk menentang rujukan Hakimi ke persidangan.

Hakimi: "Akhirnya, Saya Akan Bisa Berbicara"

Setelah Pengadilan Banding Versailles menolak permohonannya pada Juni lalu, Hakimi menyampaikan sikapnya melalui media sosial.

Dia mengatakan memilih diam selama proses hukum berlangsung dan menunggu kesempatan untuk memberikan penjelasan dalam persidangan.

"Saya telah menunggu persidangan ini sejak hari pertama. Dan sekarang saya menantikannya. Akhirnya, saya akan bisa berbicara," tulis Hakimi pada 19 Juni 2026.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Hakimi melihat persidangan sebagai tahap untuk menyampaikan pembelaannya secara terbuka.

Di Tengah Kasus Hukum, Hakimi Tetap Jadi Pilar PSG

Perkara hukum tersebut berlangsung ketika karier sepak bola Hakimi tetap berada di level teratas.

Bek kanan asal Maroko itu masih menjadi bagian penting dari skuad Paris Saint-Germain. Ia juga masuk dalam daftar 30 nominasi Ballon d'Or 2026, yang dijadwalkan berlangsung di London pada Oktober.

Hakimi sebelumnya juga menjadi bagian dari skuad PSG yang menjuarai Liga Champions dalam dua musim beruntun.

Kini, selain agenda kompetisi bersama klub dan tim nasional Maroko, Hakimi harus menghadapi babak lain dalam perjalanan kariernya: persidangan atas tuduhan yang terus dibantahnya.

Persidangan tersebut diperkirakan berlangsung pada 2027, meski jadwal resmi persidangan belum ditetapkan dalam sumber yang tersedia.

Editor
: Agus Supratman
SHARE:
Berita Terkait
Kejutan Liga Prancis: Monaco Permalukan PSG di Parc des Princes, Lyon Meringsek Naik
Liverpool Resmi Datangkan Bradley Barcola dari PSG, Transfer Rp 2,88 Triliun
PSG Hadapi Barcelona dan Man City di Liga Champions 2026/27
Ferran Torres Tinggalkan Barcelona, PSG Siapkan Kontrak hingga 2031
Prancis Menjadi Negara Pertama yang Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026, Mbappe Peringatkan Hal Penting Ini
Prancis vs Maroko di Babak 8 Besar Piala Dunia 2026: Dendam Kesumat Singa Atlas Belum Tuntas