Kamis, 24 September 2026

7 Keutamaan Puasa Dzulhijjah, Ibadah Sunnah Bernilai Besar Jelang Idul Adha

Muchlis - Sabtu, 31 Mei 2025 11:30 WIB
7 Keutamaan Puasa Dzulhijjah, Ibadah Sunnah Bernilai Besar Jelang Idul Adha
Puasa Arafah
Topikseru.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam disunnahkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk melaksanakan puasa Dzulhijjah. Ibadah sunnah ini dilaksanakan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, bulan terakhir dalam kalender Hijriah yang memiliki banyak keutamaan. Bagi sebagian besar umat Islam, puasa sunnah ini menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tak hanya sebagai persiapan spiritual menuju Hari Raya Kurban, puasa ini juga menyimpan keutamaan besar sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadis Nabi Muhammad SAW. Berikut tujuh keutamaan puasa Dzulhijjah yang dirangkum dari berbagai sumber keislaman: 1. Hari Terbaik untuk Beramal Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah)" (HR. Bukhari). Ini menunjukkan bahwa amal apa pun yang dilakukan, termasuk puasa, memiliki nilai yang sangat tinggi. 2. Pahala Setara Puasa Setahun dan Qiyamul Lail Dalam riwayat Imam Tirmidzi disebutkan bahwa puasa pada hari-hari ini (1–9 Dzulhijjah) nilainya setara dengan puasa setahun, dan shalat malamnya senilai dengan qiyamul lail sepanjang tahun. Ini menjadikan puasa Dzulhijjah sebagai ladang pahala luar biasa. 3. Menghapus Dosa Dua Tahun Khusus puasa pada Hari Arafah (9 Dzulhijjah), Rasulullah SAW menyatakan bahwa ibadah ini dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. "Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya." (HR. Muslim). 4. Mendekatkan Diri kepada Allah Puasa merupakan salah satu bentuk ibadah personal yang paling dicintai Allah. Dalam hadis qudsi, Allah berfirman, "Setiap amal anak Adam untuknya kecuali puasa, sesungguhnya itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya." Puasa Dzulhijjah menjadi sarana mendekatkan diri pada-Nya. 5. Menjadi Bekal Menuju Idul Adha Menjalani puasa sebelum Idul Adha juga bisa menjadi bentuk penyucian jiwa. Seperti halnya puasa Ramadan menjadi bekal sebelum Idul Fitri, maka puasa Dzulhijjah menjadi bentuk penyiapan diri secara spiritual menjelang Idul Adha dan penyembelihan kurban. 6. Menghidupkan Sunnah Nabi Ibrahim AS Puasa di bulan Dzulhijjah erat kaitannya dengan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Dengan berpuasa, umat Islam turut menghidupkan nilai-nilai pengorbanan dan ketaatan yang diwariskan oleh Nabi Ibrahim AS dalam momentum Idul Adha. 7. Momentum Taubat dan Doa Mustajab Dzulhijjah adalah waktu mustajab untuk berdoa dan bertaubat. Terutama pada hari Arafah, di mana Allah turun ke langit dunia dan membanggakan hamba-Nya di depan para malaikat. Berpuasa pada hari itu memperkuat keikhlasan dan pengharapan atas ampunan Allah. Puasa Dzulhijjah bukan hanya bentuk ibadah, melainkan juga momentum spiritual yang memperkuat hubungan manusia dengan Tuhannya. Dalam riuhnya persiapan Idul Adha, tidak ada salahnya umat Islam menyempatkan diri untuk menjalani puasa sunnah ini sebagai bentuk penghambaan yang penuh makna.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Naskah Khutbah Jumat: Hari Santri dan Cara Jihad Masa Kini
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
Teks Khutbah Jumat: Jangan Sampai Jabatan dan Harta Melalaikan Kita, Belajar dari Surah At-Takatsur
Khutbah Jumat 4 September 2026: Antara Kualitas dan Kuantitas Rezeki
Khutbah Jumat 3 September 2026: Jangan Tunda Amal Baik
Naskah Khutbah Jumat 28 Agustus 2026: Ketika Manusia Merusak Alam, Saatnya Meneladani Rasulullah Saw