Rabu, 23 September 2026

Rp17 Triliun untuk Sekolah Rusak vs Rp229 Triliun MBG, Begini Perbandingan Anggarannya

ari tanjung - Minggu, 26 Juli 2026 16:58 WIB
Rp17 Triliun untuk Sekolah Rusak vs Rp229 Triliun MBG, Begini Perbandingan Anggarannya
Infografik perbandingan anggaran Revitalisasi Sekolah dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026

Topikseru.com - Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam penyediaan sarana pendidikan. Data Kementerian Pendidikan tahun 2023 menunjukkan sebanyak 598.876 sekolah berada dalam kondisi rusak, sementara target revitalisasi pada 2026 ditetapkan 71.744 satuan pendidikan.

Dengan capaian tersebut, program perbaikan tahun depan baru mencakup sekitar 11,98 persen dari total sekolah yang tercatat mengalami kerusakan.

Hampir 600 Ribu Sekolah Memerlukan Perbaikan

Data Kemendikbud mencatat kerusakan sekolah tersebar pada tiga kategori.

Tingkat Kerusakan Jumlah
Rusak ringan 307.685
Rusak sedang 193.720
Rusak berat 97.471
Total 598.876

Mayoritas bangunan tersebut merupakan sekolah negeri yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar setiap hari.

Anggaran Revitalisasi Mencapai Rp14–17 Triliun

Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp14–17 triliun melalui APBN 2026 untuk merehabilitasi sekitar 71.744 sekolah.

Berdasarkan besaran anggaran tersebut, rata-rata alokasi berada pada kisaran Rp195–237 juta per sekolah, meski nilai aktual berbeda sesuai tingkat kerusakan dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Program revitalisasi diprioritaskan bagi sekolah dengan kerusakan berat, wilayah terdampak bencana, serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pekerjaan mencakup ruang kelas, laboratorium, sanitasi, perpustakaan, hingga fasilitas pendukung pembelajaran.

Anggaran MBG Mencapai Belasan Kali Lipat

Selain revitalisasi sekolah, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp229 triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 setelah penyesuaian tata kelola. Nilai tersebut sekitar 13–16 kali lebih besar dibandingkan anggaran revitalisasi sekolah.

Program MBG ditujukan bagi peserta didik mulai PAUD hingga SMA, santri, balita, serta ibu hamil. Belanja program digunakan untuk pengadaan bahan pangan, distribusi makanan, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan pengawasan kualitas layanan.

Perbandingan Dua Program Pendidikan 2026

Indikator Revitalisasi Sekolah MBG
Anggaran Rp14–17 triliun Rp229 triliun
Target 71.744 sekolah Puluhan juta penerima
Pelaksana Kemendikdasmen Badan Gizi Nasional
Karakter Belanja Infrastruktur pendidikan Operasional pemenuhan gizi

Perbedaan anggaran mencerminkan karakter belanja masing-masing program. Revitalisasi sekolah berfokus pada pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur, sedangkan MBG merupakan program operasional harian yang mencakup penyediaan makanan bergizi, distribusi, dan pengawasan layanan bagi jutaan penerima.

Target Revitalisasi Masih Menyisakan Kebutuhan Besar

Jika dibandingkan dengan data kerusakan sekolah tahun 2023, sasaran revitalisasi pada 2026 masih menyisakan lebih dari 527 ribu sekolah yang belum masuk target perbaikan. Pemerintah menyatakan program rehabilitasi akan dilanjutkan secara bertahap, termasuk target sekitar 100 ribu sekolah pada 2027 setelah puluhan ribu sekolah direhabilitasi pada tahap sebelumnya (*)

Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
BGN Tutup Permanen Dapur SPPG Karo usai Keracunan 353 Siswa, Ini Alasannya
Dirujuk ke RSCM Jakarta, Dua Korban Keracunan MBG Karo Diberangkatkan Bobby Nasution
LBH Medan Desak MBG Dihentikan: Puluhan Ribu Anak Keracunan, Korban Alami Hilang Ingatan
Erupsi Gunung Anak Krakatau, Mendikdasmen Instruksikan PJJ di Banten dan Lampung
Korupsi Makan Bergizi Gratis: Kejagung Sita Rp 8,4 M, Dolar Tertimbun di Pikap
566 Santri Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo, Kini Tinggal 34 yang Dirawat