Topikseru.com - Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam penyediaan sarana pendidikan. Data Kementerian Pendidikan tahun 2023 menunjukkan sebanyak 598.876 sekolah berada dalam kondisi rusak, sementara target revitalisasi pada 2026 ditetapkan 71.744 satuan pendidikan.
Dengan capaian tersebut, program perbaikan tahun depan baru mencakup sekitar 11,98 persen dari total sekolah yang tercatat mengalami kerusakan.
Data Kemendikbud mencatat kerusakan sekolah tersebar pada tiga kategori.
| Tingkat Kerusakan | Jumlah |
|---|---|
| Rusak ringan | 307.685 |
| Rusak sedang | 193.720 |
| Rusak berat | 97.471 |
| Total | 598.876 |
Mayoritas bangunan tersebut merupakan sekolah negeri yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar setiap hari.
Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp14–17 triliun melalui APBN 2026 untuk merehabilitasi sekitar 71.744 sekolah.
Berdasarkan besaran anggaran tersebut, rata-rata alokasi berada pada kisaran Rp195–237 juta per sekolah, meski nilai aktual berbeda sesuai tingkat kerusakan dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Program revitalisasi diprioritaskan bagi sekolah dengan kerusakan berat, wilayah terdampak bencana, serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pekerjaan mencakup ruang kelas, laboratorium, sanitasi, perpustakaan, hingga fasilitas pendukung pembelajaran.
Selain revitalisasi sekolah, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp229 triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 setelah penyesuaian tata kelola. Nilai tersebut sekitar 13–16 kali lebih besar dibandingkan anggaran revitalisasi sekolah.
Program MBG ditujukan bagi peserta didik mulai PAUD hingga SMA, santri, balita, serta ibu hamil. Belanja program digunakan untuk pengadaan bahan pangan, distribusi makanan, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan pengawasan kualitas layanan.
| Indikator | Revitalisasi Sekolah | MBG |
|---|---|---|
| Anggaran | Rp14–17 triliun | Rp229 triliun |
| Target | 71.744 sekolah | Puluhan juta penerima |
| Pelaksana | Kemendikdasmen | Badan Gizi Nasional |
| Karakter Belanja | Infrastruktur pendidikan | Operasional pemenuhan gizi |
Perbedaan anggaran mencerminkan karakter belanja masing-masing program. Revitalisasi sekolah berfokus pada pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur, sedangkan MBG merupakan program operasional harian yang mencakup penyediaan makanan bergizi, distribusi, dan pengawasan layanan bagi jutaan penerima.
Jika dibandingkan dengan data kerusakan sekolah tahun 2023, sasaran revitalisasi pada 2026 masih menyisakan lebih dari 527 ribu sekolah yang belum masuk target perbaikan. Pemerintah menyatakan program rehabilitasi akan dilanjutkan secara bertahap, termasuk target sekitar 100 ribu sekolah pada 2027 setelah puluhan ribu sekolah direhabilitasi pada tahap sebelumnya (*)