Topikseru.com -Tasya Farasya kembali menjadi sorotan setelah biaya perbaikan struktur rumah mewahnya ditaksir mencapai Rp 5 miliar hingga Rp 6 miliar. Pada saat yang sama, persoalan keuangan dengan mantan suaminya, Ahmad Assegaf, kembali mencuat setelah Tasya mengungkap rekapitulasi dana sekitar Rp 37,15 miliar yang menurutnya harus dikembalikan.
Kerusakan rumah tersebut menjadi perhatian karena bangunan itu belum lama ditempati. Perbaikan yang dibutuhkan mencakup bagian struktur, dengan perkiraan biaya Rp5 miliar hingga Rp6 miliar. Angka ini merupakan estimasi untuk perbaikan struktur, bukan keseluruhan biaya renovasi rumah.
Sejumlah pemeriksaan dilaporkan menemukan masalah teknis pada konstruksi bangunan, termasuk temuan terkait material dan kesesuaian pengerjaan. Meski demikian, penyebab pasti kerusakan dan pihak yang bertanggung jawab masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis lebih lanjut.
Baca Juga:
Tasya Ungkap Rekapitulasi Dana Rp 37,15 Miliar
Di tengah persoalan rumah tersebut, Tasya juga menyinggung masalah keuangan dengan Ahmad. Melalui unggahan di media sosial, ia membagikan rekapitulasi dana sekitar Rp 37,15 miliar yang menurutnya seharusnya dikembalikan.
Jumlah tersebut mencakup beberapa komponen, antara lain dana pribadi, dana perusahaan, dan fasilitas kredit. Angka itu merupakan perhitungan yang disampaikan Tasya, bukan jumlah yang telah ditetapkan melalui putusan pengadilan.
Sebelumnya, pihak Tasya pernah mengungkap dugaan penggelapan dana perusahaan yang melibatkan Ahmad. Pihak kuasa hukum menyatakan memiliki bukti dan pernah mempertimbangkan langkah hukum terkait dugaan tersebut. Namun, dugaan penggelapan tidak dapat disebut sebagai tindak pidana yang terbukti tanpa proses hukum yang memastikan hal itu.
Tasya juga dilaporkan memilih tidak melaporkan Ahmad ke polisi karena mempertimbangkan anak-anak mereka.
Dua Persoalan Berbeda yang Sama-Sama Menjadi Sorotan
Biaya perbaikan rumah dan polemik dana Rp 37,15 miliar kini menjadi dua persoalan yang kembali menarik perhatian publik. Namun, keduanya harus dipisahkan secara jelas.
Kerusakan struktur rumah Tasya diperkirakan membutuhkan biaya hingga Rp 6 miliar. Sementara itu, angka Rp 37,15 miliar merupakan dana yang menurut Tasya seharusnya dikembalikan dalam persoalan keuangan dengan mantan suaminya.
Belum ada bukti yang memastikan bahwa kerusakan rumah tersebut disebabkan oleh dugaan penggelapan dana. Karena itu, kedua persoalan ini tidak dapat dianggap memiliki hubungan sebab-akibat hanya karena sama-sama melibatkan Tasya.
Hingga penyebab kerusakan rumah dan status persoalan keuangan tersebut dipastikan, informasi yang dapat ditegaskan adalah estimasi biaya perbaikan struktur rumah mencapai Rp 5 miliar hingga Rp 6 miliar, sedangkan angka Rp 37,15 miliar berasal dari rekapitulasi yang disampaikan Tasya sendiri.