Sabtu, 26 September 2026

Iran Tolak Tuntutan AS untuk Menyerah Tanpa Syarat, Tegaskan Akan Terus Bertahan

Muchlis - Senin, 09 Maret 2026 03:05 WIB
Iran Tolak Tuntutan AS untuk Menyerah Tanpa Syarat, Tegaskan Akan Terus Bertahan
Iran Tolak Menyerah
Topikseru.com - Pemerintah Iran menolak tuntutan dari Amerika Serikat agar menyerah tanpa syarat dalam konflik yang tengah memanas. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya akan terus mempertahankan diri selama diperlukan. Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi pada Minggu (8/3), sebagai respons atas sikap Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyatakan Washington tidak akan menerima kesepakatan apa pun selain penyerahan tanpa syarat dari Teheran. "Kami tidak pernah menyerah. Kami tidak akan menyerah tanpa syarat, dan kami akan terus melawan selama diperlukan," kata Araghchi dalam wawancara dengan NBC News.

Iran Tegaskan Pertahankan Wilayah dan Martabat

Dalam pernyataannya, Araghchi menekankan bahwa Iran akan terus mempertahankan wilayah, rakyat, dan kedaulatan negaranya di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Menurutnya, perjuangan yang dilakukan Iran bukan semata-mata terkait konflik militer, tetapi juga menyangkut harga diri dan martabat bangsa. "Kami terus mempertahankan diri dan kami membela wilayah kami, rakyat kami, serta martabat kami. Martabat kami tidak untuk diperjualbelikan," ujarnya. Pernyataan tersebut mencerminkan sikap tegas pemerintah Iran yang menolak tekanan politik maupun militer dari Amerika Serikat.

Nilai Terlalu Dini Bahas Gencatan Senjata

Selain menolak tuntutan penyerahan, Araghchi juga menilai pembahasan mengenai kemungkinan gencatan senjata dengan Amerika Serikat masih terlalu dini untuk dilakukan. Ia mengatakan bahwa prioritas utama Iran saat ini adalah memastikan berakhirnya konflik secara permanen sebelum berbicara mengenai syarat-syarat perdamaian. "Harus ada pengakhiran perang secara permanen. Selama hal itu belum tercapai, kami perlu terus berjuang demi rakyat dan keamanan kami," kata Araghchi.

Ketegangan AS-Iran Kembali Meningkat

Hubungan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas dalam beberapa waktu terakhir, menyusul eskalasi konflik yang melibatkan sejumlah kepentingan militer dan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pernyataan keras dari kedua pihak menunjukkan bahwa peluang untuk mencapai kesepakatan dalam waktu dekat masih terbatas, sementara situasi keamanan regional terus menjadi perhatian komunitas internasional.

Sumber
:
Berita Terkait
Trump Sebut Iran Tolak Tawaran AS, Kesepakatan Disebut Baru Terbuka Setelah Pemilu
AS Tolak Visa Tim Media Presiden Iran Jelang Sidang PBB, Teheran Kecam Pembatasan Pers
Harga Minyak Mentah Menguat Menanti Potensi Pembicaraan AS-Iran di PBB
Imperialisme Modern dan 'New Western Century': Dunia Sedang Berubah
Rupiah Anjlok ke Rp 17.753/US$, Tertekan Suku Bunga The Fed dan Ketegangan Trump-Warsh
Diplomasi Beijing: China Desak AS-Iran Kembali ke Memorandum Islamabad demi Selat Hormuz