Minggu, 27 September 2026

Kepala Nyetanyahu dan Donald Trump Terus Diburu Iran, Ternyata Publik Sangat Merindukan?

Mhd Rabbani - Selasa, 17 Maret 2026 09:24 WIB
Kepala Nyetanyahu dan Donald Trump Terus Diburu Iran, Ternyata Publik Sangat Merindukan?
Kepala Nyetanyahu dan Trump Donald
Topikseru.com, Jakarta - Kabarnya, Kepala Nyetanyahu dan Donald Trump terus diburu Iran, di mana pihak Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan komitmen mereka untuk terus memburu gembong Zionis Benjamin Netanyahu di tengah rumor bahwa Perdana Menteri Israel itu tewas dalam serangan rudal Iran. Selain itu, kepala Donald Trump menjadi incaran pasukan IRGC. Sontak masyarakat dunia sangat menantikan rudal iran menghancurkan ke dua Setan yakni Trump dan Nyetanyahu. Dalam pernyataan yang dirilis pada Ahad (15/03/2026), IRGC mengatakan bahwa ketidakpastian nasib Benjamin Netanyahu serta kemungkinan bahwa dia dan keluarganya tewas atau melarikan diri dari wilayah pendudukan adalah “tanda-tanda krisis dan ketidakstabilan Zionis.” IRGC menekankan bahwa jika “pembunuh anak” itu masih hidup, mereka akan dengan gigih melanjutkan pengejaran dan eliminasi Netanyahu. Pernyataan itu menambahkan bahwa, untuk membalas darah para pekerja Iran yang gugur di kompleks industri di seluruh negeri akibat serangan AS dan Israel. IRGC melakukan operasi gabungan terhadap para penjahat teroris Amerika-Zionis di posisi-posisi di wilayah pendudukan dan tiga pangkalan Amerika di wilayah tersebut selama gelombang ke-52 Operasi Janji Sejati 4, menghancurkan target mereka dengan kekuatan dan intensitas.

Sumber
:
Berita Terkait
Trump Sebut Iran Tolak Tawaran AS, Kesepakatan Disebut Baru Terbuka Setelah Pemilu
AS Tolak Visa Tim Media Presiden Iran Jelang Sidang PBB, Teheran Kecam Pembatasan Pers
Harga Minyak Mentah Menguat Menanti Potensi Pembicaraan AS-Iran di PBB
Rupiah Anjlok ke Rp 17.753/US$, Tertekan Suku Bunga The Fed dan Ketegangan Trump-Warsh
Diplomasi Beijing: China Desak AS-Iran Kembali ke Memorandum Islamabad demi Selat Hormuz
Taruhan KTT Xi-Trump: China Ancam Batal Temui AS akibat Senjata Taiwan