Minggu, 18 Oktober 2026

Perlukah Minum Vitamin Setiap Hari? Kenali Manfaat, Risiko, dan Siapa yang Membutuhkannya

Rizky Aisyah - Minggu, 18 Oktober 2026 13:55 WIB
Perlukah Minum Vitamin Setiap Hari? Kenali Manfaat, Risiko, dan Siapa yang Membutuhkannya
enesis.com
Suplemen vitamin dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dalam kondisi tertentu, tetapi tidak menggantikan pola makan bergizi seimbang. Pilih jenis dan dosis sesuai kebutuhan tubuh.

Topikseru.com – Mengonsumsi vitamin setiap hari menjadi kebiasaan bagi sebagian orang untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Beragam suplemen vitamin dijual dengan klaim membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, menjaga stamina, hingga mendukung fungsi tubuh.

Namun, apakah semua orang benar-benar perlu minum vitamin setiap hari?

Jawabannya, tidak selalu. Kebutuhan vitamin setiap orang berbeda, tergantung usia, pola makan, kondisi kesehatan, serta tahap kehidupan. Bagi orang yang sehat dan mendapatkan nutrisi cukup dari makanan beragam, suplemen multivitamin belum tentu diperlukan setiap hari.

Baca Juga:

National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat menjelaskan bahwa suplemen multivitamin dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ketika asupan dari makanan tidak mencukupi. Meski demikian, suplemen tidak dapat menggantikan manfaat pola makan bergizi seimbang.

Apa manfaat minum vitamin setiap hari?

Vitamin dan mineral memiliki peran penting dalam menjaga fungsi tubuh. Vitamin A mendukung penglihatan dan sistem kekebalan tubuh, vitamin C berperan dalam pembentukan kolagen dan membantu penyerapan zat besi, sedangkan vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium untuk menjaga kesehatan tulang.

Vitamin B12 diperlukan untuk fungsi saraf dan pembentukan sel darah merah. Sementara itu, folat berperan dalam pembentukan DNA dan pertumbuhan sel.

Ketika kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi melalui makanan, suplemen tertentu dapat membantu mencegah atau mengatasi kekurangan nutrisi sesuai kondisi seseorang.

Meski demikian, manfaat suplemen bergantung pada jenis vitamin, dosis, dan kebutuhan individu. Mengonsumsi vitamin dalam jumlah lebih banyak tidak otomatis membuat tubuh lebih sehat.

Penelitian mengenai multivitamin juga belum menunjukkan bahwa suplemen tersebut secara konsisten dapat mencegah berbagai penyakit kronis pada masyarakat umum. Karena itu, vitamin sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti pola hidup sehat atau obat untuk mencegah semua penyakit.

Siapa yang mungkin membutuhkan suplemen vitamin?

Tidak semua orang memerlukan suplemen yang sama. Berikut beberapa kelompok yang mungkin membutuhkan vitamin atau mineral tambahan sesuai hasil penilaian kebutuhan gizinya.

1. Orang dengan pola makan kurang beragam

Orang yang sering melewatkan waktu makan, menjalani diet sangat rendah kalori, memiliki nafsu makan rendah, atau menghindari kelompok makanan tertentu berisiko tidak memperoleh seluruh nutrisi yang dibutuhkan.

Suplemen dapat dipertimbangkan jika kebutuhan nutrisi sulit dipenuhi melalui makanan. Namun, memperbaiki pola makan tetap menjadi langkah utama jika memungkinkan.

2. Ibu hamil atau yang merencanakan kehamilan

Perempuan yang merencanakan kehamilan dianjurkan memenuhi kebutuhan asam folat. NIH menyebut asupan 400 mikrogram asam folat per hari dari suplemen dan/atau makanan yang difortifikasi dapat membantu menurunkan risiko cacat tabung saraf pada janin.

Selama kehamilan, kebutuhan zat besi, folat, yodium, dan nutrisi lain juga perlu diperhatikan. Jenis serta dosis suplemen sebaiknya mengikuti anjuran tenaga kesehatan. Ibu hamil tidak boleh sembarangan mengonsumsi vitamin A dalam bentuk retinol dosis tinggi karena kelebihan vitamin ini dapat membahayakan janin.

3. Orang lanjut usia

Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh menyerap beberapa nutrisi dapat berubah. Sebagian orang berusia di atas 50 tahun, misalnya, mungkin mengalami kesulitan menyerap vitamin B12 alami dari makanan.

Namun, kebutuhan suplemen tetap perlu dinilai berdasarkan pola makan, kondisi kesehatan, obat yang digunakan, dan kemungkinan kekurangan nutrisi. Usia lanjut tidak otomatis berarti harus mengonsumsi multivitamin setiap hari.

4. Orang yang mengalami kekurangan vitamin atau mineral

Seseorang yang telah didiagnosis mengalami kekurangan zat besi, vitamin B12, vitamin D, atau nutrisi tertentu mungkin memerlukan suplemen dengan dosis khusus.

Pada kondisi ini, jenis dan lama pemberian suplemen bergantung pada penyebab serta tingkat kekurangannya. Tidak semua kekurangan nutrisi dapat ditangani dengan multivitamin biasa.

Jika tubuh sering lemas, pusing, atau mengalami keluhan lain, jangan langsung menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah kekurangan vitamin. Keluhan tersebut dapat berkaitan dengan berbagai kondisi sehingga perlu diperiksa jika menetap atau mengganggu aktivitas.

5. Orang dengan kondisi medis tertentu

Gangguan pencernaan atau penyerapan nutrisi, operasi tertentu, serta penggunaan beberapa jenis obat dapat memengaruhi kebutuhan vitamin dan mineral.

Tenaga kesehatan dapat merekomendasikan suplemen berdasarkan kondisi tersebut. Orang yang menjalani pola makan vegetarian atau vegan juga perlu memperhatikan nutrisi tertentu, terutama vitamin B12, karena sumber alaminya terutama berasal dari pangan hewani.

Apa risiko minum vitamin setiap hari?

Vitamin yang dikonsumsi sesuai kebutuhan dan dosis anjuran umumnya aman bagi kebanyakan orang. Namun, penggunaan suplemen secara berlebihan atau menggabungkan beberapa produk dengan kandungan serupa dapat meningkatkan risiko efek samping.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Kelebihan vitamin yang larut dalam lemak

Vitamin A, D, E, dan K termasuk vitamin yang larut dalam lemak. Sebagian vitamin ini dapat tersimpan di dalam tubuh sehingga asupan berlebihan berisiko menimbulkan dampak kesehatan.

Kelebihan vitamin A, misalnya, dapat menyebabkan efek toksik. Pada kehamilan, kelebihan vitamin A dalam bentuk retinol dapat meningkatkan risiko gangguan perkembangan janin.

2. Efek samping pada pencernaan

Beberapa suplemen dapat menimbulkan mual, rasa tidak nyaman pada perut, atau gangguan pencernaan. Efeknya bergantung pada jenis zat gizi, dosis, dan kondisi orang yang mengonsumsinya.

3. Interaksi dengan obat

Vitamin dan mineral tertentu dapat memengaruhi kerja obat. Sebagai contoh, vitamin K dapat berinteraksi dengan warfarin, yaitu obat pengencer darah tertentu.

Karena itu, orang yang rutin mengonsumsi obat sebaiknya berkonsultasi sebelum menambahkan suplemen baru.

4. Mengonsumsi beberapa suplemen sekaligus

Seseorang mungkin mengonsumsi multivitamin, vitamin C, vitamin D, dan suplemen lain tanpa menyadari adanya kandungan yang sama.

Jika total asupannya berlebihan, risiko efek samping meningkat. Periksa komposisi dan dosis pada label sebelum menggabungkan produk.

Lebih baik mendapatkan vitamin dari makanan atau suplemen?

Untuk kebanyakan orang, makanan tetap menjadi sumber utama nutrisi. Buah, sayuran, kacang-kacangan, telur, ikan, daging, serta sumber pangan lainnya menyediakan beragam vitamin dan mineral.

Makanan juga mengandung serat, protein, lemak sehat, dan komponen lain yang tidak selalu terdapat dalam suplemen.

Pola makan beragam membantu tubuh memperoleh nutrisi yang diperlukan. Suplemen dapat menjadi pelengkap ketika kebutuhan tertentu tidak terpenuhi melalui makanan atau ketika ada anjuran medis.

Dengan kata lain, suplemen bukan pengganti makanan bergizi seimbang. Mengonsumsi vitamin tidak dapat mengimbangi kebiasaan makan yang buruk, kurang tidur, merokok, atau kurang aktivitas fisik.

Tips aman sebelum minum vitamin setiap hari

Sebelum menjadikan vitamin sebagai rutinitas, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan.

1. Evaluasi pola makan. Perhatikan apakah menu harian sudah mencakup beragam sumber protein, sayuran, buah, dan makanan pokok.

2. Tentukan kebutuhan. Pilih suplemen berdasarkan kebutuhan nutrisi, bukan semata-mata tren atau klaim iklan.

3. Periksa dosis dan komposisi. Hindari menggabungkan beberapa produk tanpa mengetahui total kandungannya.

4. Perhatikan kondisi khusus. Ibu hamil, orang dengan penyakit tertentu, serta pengguna obat rutin perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

5. Pilih produk yang jelas. Periksa izin edar BPOM, kemasan, tanggal kedaluwarsa, dan petunjuk pemakaian.

6. Jangan menggunakan vitamin sebagai pengganti pemeriksaan. Jika mengalami keluhan yang menetap, cari tahu penyebabnya melalui pemeriksaan yang sesuai.

Jadi, perlukah minum vitamin setiap hari?

Minum vitamin setiap hari tidak wajib bagi semua orang. Orang yang sehat dan memperoleh nutrisi cukup melalui pola makan beragam umumnya tidak perlu mengonsumsi multivitamin hanya untuk berjaga-jaga.

Sebaliknya, orang dengan kebutuhan khusus, pola makan yang tidak mencukupi, atau kekurangan nutrisi yang telah diketahui mungkin memerlukan suplemen tertentu.

Hal terpenting adalah memahami kebutuhan tubuh, memilih jenis dan dosis yang sesuai, serta tidak menganggap semakin banyak vitamin berarti semakin baik. Jika ragu, konsultasikan pilihan suplemen dengan dokter atau tenaga kesehatan yang kompeten.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan tidak hanya bergantung pada vitamin. Pola makan seimbang, tidur cukup, aktivitas fisik teratur, dan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan tetap menjadi bagian penting dari upaya menjaga tubuh tetap sehat.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Anak Susah Makan? Kenali Penyebab GTM dan Cara Menghadapi Anak Tanpa Memaksa
Berlliana Lovell Singgung Permintaan Maaf Amat Jelangskuy, Ada Apa Sebenarnya?
BPS Catat Pengangguran Medan 7,99 Persen, Persaingan Kerja Jadi Sorotan
Medan Produksi 1.600 Ton Sampah per Hari, 1.300 Ton Ditargetkan Diolah Jadi Listrik
Tak Ada yang Menyangka! Yadi Timo Sempat Bercanda Sebelum Tutup Usia
Ngeri! Ribuan Kasus Narkoba dan Ratusan Pencurian Terungkap di Sumut Sepanjang 2026