Senin, 28 September 2026
Peristiwa

Kapal Wisata KM Yukai Tenggelam di Labuan Bajo: Polairud Periksa Nakhoda, Kerugian Tembus Rp 1 Miliar

Muchlis - Senin, 28 September 2026 06:55 WIB
Kapal Wisata KM Yukai Tenggelam di Labuan Bajo: Polairud Periksa Nakhoda, Kerugian Tembus Rp 1 Miliar
Ilustrasi - Polairud Polda NTT memeriksa nakhoda KM Yukai guna mendalami dugaan kelalaian terkait tenggelamnya kapal wisata di Tanjung Sture

Topikseru.com, Labuan Bajo - Penyidik Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Manggarai Barat bergerak cepat mendalami insiden tenggelamnya kapal wisata KM Yukai di perairan Tanjung Sture, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Nakhoda kapal kini tengah menjalani pemeriksaan intensif guna mengusut tuntas penyebab kecelakaan laut tersebut.

Langkah hukum ini diambil untuk memetakan apakah musibah yang menimpa kapal pelesiran itu dipicu oleh faktor murni kelalaian manusia (human error) atau faktor cuaca ekstrem di perairan setempat.

Direktur Polairud Polda NTT Kombes Pol Irwan Nasution mengungkapkan, selain sang nakhoda, sejumlah saksi kunci mulai dari awak kapal hingga pihak terkait juga ikut dimintai keterangan.

Baca Juga:

"Pemeriksaan kapten kapal dilakukan untuk memastikan faktor laka lautnya, apakah ada kelalaian dari nakhodanya atau murni faktor cuaca atau lainnya," kata Irwan saat dikonfirmasi di Kupang, Minggu (27/9/2026).

Bidik Kelengkapan Izin dan Dokumen Pelayaran

Tak berhenti pada dugaan kelalaian, penyidik juga mendalami keabsahan serta kelengkapan dokumen dan sertifikasi kapal berbobot 55 Gross Tonage (GT) tersebut.

Irwan menjelaskan, jika dalam hasil penyelidikan akhir tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana, penanganan kasus dari aspek administrasi akan diserahkan sepenuhnya kepada otoritas pelabuhan.

"Apabila hasil pemeriksaan tidak menemukan unsur pidana, penanganan terkait aspek administrasi dan dokumen kapal selanjutnya diserahkan kepada KSOP Labuan Bajo untuk ditindaklanjuti," jelasnya.

Kronologi KM Yukai Hantam Karang Dangkal

Insiden kecelakaan kapal wisata di Labuan Bajo ini terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 06.30 WITA. Saat kejadian, KM Yukai sedang mengangkut rombongan yang terdiri dari 13 wisatawan dan enam orang awak kapal.

Kapal berangkat dari lokasi tambat di Pulau Kelapa menuju Pulau Bidadari untuk membawa wisatawan melakukan aktivitas snorkeling. Namun saat melintasi area perairan Tanjung Sture, kondisi air laut dilaporkan sedang surut.

Kapal diduga menghantam gugusan karang dangkal hingga menyebabkan lambung kapal bocor dan air laut dengan cepat memenuhi ruang kapal. Beruntung, seluruh 19 penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa ada korban jiwa.

Bangkai Kapal Diamankan, Kerugian Ditaksir Rp 1 Miliar

Akibat peristiwa ini, kerugian material yang dialami ditaksir mencapai Rp 1 miliar.

Selain merusak fisik kapal, sejumlah barang berharga milik wisatawan yang masih berada di dalam bangkai kapal kini dalam proses penanganan tim gabungan.

Guna menjaga keselamatan alur pelayaran kapal wisata lainnya di Labuan Bajo, pihak kepolisian kini berkoordinasi erat dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo serta pemilik kapal untuk mengevakuasi bangkai kapal dari perairan Tanjung Sture.

"Petugas tengah berkoordinasi dengan KSOP Labuan Bajo dan pemilik kapal untuk mengamankan bangkai KM Yukai agar tidak mengganggu keselamatan pelayaran di sekitar lokasi," pungkas Irwan.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait