Senin, 05 Oktober 2026

Dua Pimpinan TPNPB-OPM Tewas di Maybrat, TNI Lanjutkan Pengejaran Manfret Fatem

Muchlis - Minggu, 04 Oktober 2026 23:58 WIB
Dua Pimpinan TPNPB-OPM Tewas di Maybrat, TNI Lanjutkan Pengejaran Manfret Fatem
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto

Topikseru.com - Kontak senjata antara aparat gabungan TNI dan kelompok TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya terjadi di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Dua orang yang disebut sebagai pimpinan kelompok tersebut, Arso Aisnak dan Yohanes KY, dilaporkan tewas dalam insiden pada Sabtu malam, 3 Oktober 2026.

Informasi itu disampaikan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Kontak senjata berlangsung di kawasan hutan bagian utara Distrik Aifat.

Baca Juga:

Arso Aisnak disebut menjabat Komandan Komando Wilayah Pertahanan II TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya. Sementara Yohanes KY disebut sebagai Komandan Batalyon Karef Hamit dari kelompok yang sama.

Menurut Lucky, kontak senjata melibatkan pasukan gabungan Denkul IV Satgas Rajawali V Koops Habema, Satgas Yonif Marinir yang diperkuat Yonif 764-IB, di bawah kendali Kogabwilhan III. Mereka berhadapan dengan kelompok yang disebut berada di bawah pimpinan Manfret Fatem.

Pergerakan Kelompok Terdeteksi Sebelum Kontak Senjata

Lucky mengatakan keberadaan kelompok Manfret Fatem terdeteksi sebelum kontak senjata terjadi.

Menurut dia, pemantauan intelijen mendapati pergerakan kelompok tersebut ketika disebut hendak mendekati permukiman warga di Distrik Aifat.

Aparat kemudian melakukan pendekatan persuasif dengan meminta kelompok tersebut menyerahkan diri dan meletakkan senjata.

Namun, berdasarkan keterangan Lucky, upaya tersebut berujung pada kontak senjata setelah kelompok tersebut disebut melepaskan tembakan ke arah pasukan TNI.

Keterangan mengenai kronologi awal ini berasal dari pihak TNI. Belum ada keterangan independen dari kelompok yang dituding terlibat mengenai versi kejadian tersebut.

Arso Aisnak dan Yohanes KY Dilaporkan Tewas

Dalam kontak senjata itu, dua orang yang disebut sebagai pimpinan TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya, Arso Aisnak dan Yohanes KY, dilaporkan tewas.

Lucky menyatakan seluruh personel TNI yang terlibat dalam kontak senjata selamat.

Setelah peristiwa tersebut, Manfret Fatem bersama sejumlah anggota kelompoknya disebut meninggalkan lokasi dan masuk ke kawasan hutan.

Aparat kemudian melanjutkan pengejaran terhadap kelompok yang masih berada di sekitar kawasan tersebut.

Dengan demikian, insiden di Aifat belum menjadi akhir operasi. Fokus aparat kini bergeser pada pencarian anggota kelompok yang disebut melarikan diri setelah kontak senjata.

Sejumlah Barang Diamankan dari Lokasi

Pasukan gabungan juga menemukan sejumlah barang di lokasi kontak senjata.

Menurut keterangan Pangkogabwilhan III, barang tersebut antara lain satu pucuk revolver beserta amunisi, sejumlah amunisi, senjata tajam, alat komunikasi, serta bendera Bintang Kejora.

Barang-barang tersebut diamankan sebagai bagian dari penanganan lokasi pascakejadian.

Sementara itu, aparat masih melakukan pengejaran terhadap anggota kelompok yang disebut meninggalkan lokasi.

TNI Tegaskan Operasi Mengacu pada Aturan

Di tengah berlanjutnya operasi keamanan di Maybrat, Lucky menegaskan bahwa personel TNI di bawah kendali Kogabwilhan III tetap berpedoman pada ketentuan hukum.

Dia menyebut Rules of Engagement (ROE) menjadi salah satu pedoman dalam menentukan tindakan prajurit di lapangan.

Menurut Lucky, ketentuan tersebut dimaksudkan agar operasi berlangsung secara profesional serta tetap memperhatikan hukum dan hak asasi manusia.

Pernyataan itu disampaikan setelah terjadinya kontak senjata yang menewaskan dua orang dari kelompok TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya.

Pengejaran Manfret Fatem Berlanjut

Manfret Fatem menjadi salah satu nama yang kini disebut dalam perkembangan operasi setelah kontak senjata di Aifat.

Lucky mengatakan aparat masih mengejar Manfret Fatem dan anggota kelompoknya yang melarikan diri ke kawasan hutan.

Namun, sejauh laporan yang disampaikan pada Minggu, belum ada informasi mengenai hasil pengejaran tersebut.

Operasi keamanan di Maybrat pun masih berlangsung.

Kontak senjata pada 3 Oktober itu menambah dinamika keamanan di Papua Barat Daya, khususnya wilayah Maybrat.

Setelah dua pimpinan kelompok tersebut dilaporkan tewas, aparat kini menghadapi tahap berikutnya: memastikan kelompok yang tersisa tidak kembali bergerak menuju kawasan permukiman dan menjaga keamanan masyarakat di sekitar lokasi.

Pihak TNI menyatakan tindakan terhadap kelompok bersenjata akan tetap dilakukan dengan mengacu pada hukum dan prosedur operasi yang berlaku.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
Invasi 26 Ribu Batu Domino: Piala Panglima TNI Merekam Sejarah Baru Rekor MURI
Prabowo Turunkan 1.000 Perwira TNI untuk Cegah Karhutla di Daerah
20.000 Peserta IKuti Fun Run 5K HUT TNI
Jenazah Aris Sanda Korban OPM di Habema Diterbangkan ke Makassar
Tiba di Priok, Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Bakal Berganti Nama KRI Sriwijaya
Sisir Selat Sunda, TNI AL Kerahkan 3 Kapal Perang Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau