Kamis, 24 September 2026

Rumah Ahmad Sahroni Digerebek Massa di Tanjung Priok, Imbas Ucapan Kontroversial Soal DPR

Muchlis - Sabtu, 30 Agustus 2025 18:22 WIB
Rumah Ahmad Sahroni Digerebek Massa di Tanjung Priok, Imbas Ucapan Kontroversial Soal DPR
Ahmad Sahroni
Topikseru.com - Suasana di sebuah gang padat di Kebon Bawang, Tanjung Priok, mendadak ricuh pada Sabtu (30/8/2025) sore. Sekelompok massa bersepeda motor berhenti tepat di depan rumah anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni, dan meluapkan kemarahan mereka. Sekitar pukul 15.00 WIB, massa menggelar orasi singkat di depan pagar rumah bercat hitam tinggi yang tertutup rapat. Hanya satu unit mobil terlihat terparkir di halaman, sementara seorang pria berjaga dari dalam. Tak lama berselang, sekitar 15 menit kemudian, massa membubarkan diri.

Imbas Ucapan Kontroversial

Aksi ini tak lepas dari pernyataan Sahroni yang memicu gelombang kritik publik. Politikus Nasdem itu sebelumnya menanggapi tuntutan masyarakat soal wacana pembubaran DPR RI. Dalam sebuah forum, Sahroni menyebut desakan “bubarkan DPR” sebagai tindakan keliru. Bahkan, ketika melakukan kunjungan kerja ke Polda Sumatera Utara, Jumat (22/8/2025), ia melontarkan komentar yang makin memperkeruh suasana. "Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak, bodoh semua kita," ujar Sahroni. Pernyataan itu sontak memicu reaksi keras. Publik menilai ucapan Sahroni merendahkan aspirasi masyarakat.

Ahmad Sahroni Dicopot dari Pimpinan Komisi III

Tak lama setelah kontroversi meluas, Ahmad Sahroni dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Keputusan itu diambil setelah Nasdem menerima banyak tekanan, baik dari internal maupun eksternal parlemen. Meski telah digeser ke Komisi I, nama Sahroni tetap menjadi sorotan. Aksi massa di depan rumahnya di Tanjung Priok menandai eskalasi kekecewaan publik terhadap sikap politikus yang kerap dijuluki “crazy rich Tanjung Priok” tersebut.

Gelombang Ketidakpuasan

Kasus ini menunjukkan bagaimana ucapan seorang legislator bisa menyulut amarah warga, terutama di tengah kisruh kenaikan tunjangan DPR yang masih jadi polemik. Masyarakat menilai sikap Sahroni tidak sensitif terhadap kondisi rakyat. Meski massa telah meninggalkan lokasi tanpa insiden berarti, aksi ini menjadi sinyal bahwa ketidakpuasan publik terhadap DPR kian membesar.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Sinopsis Film Run Hide Fight: Kisah Isabel May Bertahan Hidup Tayang di Bioskop Trans TV Minggu 24 Agustus 2025
Iskandar NasDem Minta Polisi Ungkap Sosok “Iskandar” yang Salah Tangkap di Kualanamu: Publik Berhak Tahu Siapa Dia
Kejati Sumut Tahan Direktur PT Nusa Dua Propertindo Terkait Dugaan Korupsi Aset PTPN I Seluas 8.077 Hektare
Kapolrestabes Medan Perintahkan “Backup Ramai-Ramai” Polsek Medan Tembung, Titik Merah Kriminalitas
Ketua NasDem Sumut Somasi Polrestabes Medan Hingga Bandara Kualanamu, Buntut Salah Tangkap