Kamis, 24 September 2026

45 Warga Masih Terisolasi Akibat Longsor di Banjarnegara, BNPB: Evakuasi Terus Dijalankan

Muchlis - Senin, 17 November 2025 00:32 WIB
45 Warga Masih Terisolasi Akibat Longsor di Banjarnegara, BNPB: Evakuasi Terus Dijalankan
Longsor Banjarnegara
Topikseru.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 45 warga masih terisolasi usai bencana longsor yang melanda Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Sabtu (15/11). Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan proses pencarian dan evakuasi korban yang terjebak masih berlangsung. Sementara itu, 660 jiwa dari 286 KK sudah mengungsi ke Kantor Kecamatan Pandanarum yang dijadikan pos pengungsian utama.

Longsor Dipicu Hujan Lebat

Abdul menjelaskan longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam, membuat tebing labil dan ambruk ke area permukiman serta lahan pertanian warga. "Hujan dengan intensitas tinggi memicu tebing runtuh dan menimbun area perkebunan, persawahan, hingga mendekati permukiman penduduk," ujar Abdul dalam keterangannya, Minggu (16/11).

Tiga Warga Alami Luka-Luka

Laporan dari BPBD Banjarnegara menyebut seorang warga bernama Klewih (40) ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan luka fraktur. Setelah mendapat perawatan di Puskesmas Pandanarum, korban kini sadar dan kondisinya membaik. Selain itu, dua warga lain mengalami luka-luka dan telah dirujuk ke RSUD BNA serta Puskesmas setempat. Dengan demikian, total terdapat 3 korban luka akibat kejadian tersebut.

30 Rumah Rusak dan Lahan Pertanian Terdampak

Kerusakan material juga cukup signifikan. BNPB mencatat sekitar 30 rumah terdampak longsor, ditambah kerusakan pada lahan pertanian dan perkebunan. Pendataan lanjutan masih dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan secara keseluruhan. BPBD Banjarnegara bersama aparat gabungan telah mendirikan:
  • Pos lapangan
  • Tenda pengungsian
  • Dapur umum
  • Posko relawan
Kebutuhan mendesak saat ini meliputi logistik permakanan, matras, selimut, hygiene kit, air mineral, hingga perangkat kerja seperti laptop dan printer untuk operasional posko.

Status Siaga Darurat Masih Berlaku

Bencana ini terjadi di tengah status Siaga Darurat Bencana Tanah Longsor, Angin Kencang, Cuaca Ekstrem, dan Banjir yang telah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Banjarnegara Nomor 300.2/871/2025. Status tersebut berlaku sejak 28 Oktober 2025 hingga 31 Mei 2026. BNPB mengimbau warga di wilayah rawan untuk tetap waspada, mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Sumber
:
Berita Terkait
BMKG Ungkap Potensi Hujan Meluas di Sumut 17 September, Banjir dan Longsor Mengintai
BBMKG Medan Peringatkan Ancaman Ganda Hidrometeorologi dan Gempa di Sumut
Gempa M 5,3 Guncang Selatan Cilacap, BMKG Ungkap Pemicu Subduksi Lempeng Indo-Australia
Update Korban Longsor Himalaya Minggu (30/8/2026): 261 Warga Asing dari 23 Negara Hilang
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 623 Orang, 638 Masih Hilang
Korban Gempa M7,7 NTT Bertambah Jadi 53 Orang, Pemprov Tetapkan Tanggap Darurat